karma ahok

Karma Ahok adalah istilah bagi mereka yang percaya sumpah yang pernah diucapkan mantan gubernur DKI tersebut pada saat terseret kasus penistaan agama.

Pria bernama asli Basuki Tjahaja Purnama itu mengucapkan satu kalimat yang dianggap publik sebagai sumpahnya.

Hal ini terjadi pada saat Ahok menjalani persidangan kasus penodaan agama pada 2017 silam.

Dia menjalani sidang kasus tersebut dan divonis 2 tahun penjara.

Di hadapan majelis hakim, Ahok pun membacakan pernyataan yang salah satu isinya berupa sumpah.

"Percayalah, sebagai penutup. Jika Anda menzalimi saya, yang Anda lawan adalah Tuhan yang Maha Kuasa, Maha Esa. Saya akan buktikan, satu per satu dipermalukan,” katanya.

Ketika itu, tak sedikit publik yang menilai bahwa kalimat tersebut adalah sumpah Ahok pada orang-orang yang menuding dia menista agama.

Sebagian masyarakat percaya bahwa sumpah itu menjadi nyata karena satu per satu orang yang menudingnya mengalami peristiwa yang sama.

Sumpah Ahok itu viral dan dikaitkan dengan sebuah karma yang terjadi pada orang-orang yang kontra padanya.

Berawal dari Kasus Penodaan Agama

Saat terjerat kasus tersebut, Ahok tengah menjabat sebagai gubernur DKI.

Melansir merdeka.com, kasus ini bermula saat dia melakukan kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu, Jakarta, pada 2016 silam.

Di tengah-tengah perbincangan dengan warga sekitar, Ahok mengucapkan sesuatu yang dinilai menodai agama. Potongan videonya pun viral.

Selang beberapa lama, sejumlah pihak melaporkan Ahok ke polisi dan berbagai demonstrasi pun digelar. 

Dalam kasus ini, Ahok ditentang oleh kalangan muslim yang kontra padanya.

Melansir populis.id, pada saat yang sama terjadi pula Aksi Bela Islam 212 yang cukup kontroversial.

Banyaknya desakan dari berbagai pihak pada akhirnya membuat Ahok diseret ke penjara dan mendekam di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Karma Ahok, Benar-benar Nyata?

sidang ahok detik.com

Kasus tersebut benar-benar membuat Ahok terpukul.

Tidak cuma kalah dalam Pilkada, Ahok juga menilai kalau dia tidak bersalah.

Dalam persidangan terakhirnya, Ahok membacakan sebuah sumpah yang kini dipercaya menjadi nyata.

Istilah karma Ahok seolah-olah terjadi pada mereka yang paling getol menentangnya.

Sebagian masyarakat menganggap, satu per satu orang yang paling keras menentang Ahok mengalami peristiwa kurang berkenan.

Mulai dari terjerat kasus, dipenjara, bahkan meninggal dunia.

Ahok pun diminta menarik ucapannya karena sebagian orang percaya bahwa kejadian yang menimpa orang-orang tersebut karena sumpahnya.

Diminta Tarik Ucapannya

Tak sedikit tokoh tanah air yang konon terkena karma Ahok.

Mulai dari Habib Rizieq dan Munarman yang mendekam di penjara, hingga ormas FPI dinyatakan bubar dan jadi ormas terlarang.

Ada pula nama Habib Bahar bin Smith yang juga baru keluar dari ‘hotel prodeo’.

Kemudian Ustaz Tengku Zulkarnain, Ustaz Maaher At Thuwailibi, dan Ustaz Arifin Ilham yang wafat dalam waktu berdekatan.

Bahkan, Buni Yani yang pertama kali memviralkan potongan video Ahok, menyusul masuk penjara selama 1,5 tahun. 

Terbaru, ada nama Haji Lulung yang meninggal akibat serangan jantung.

Sejumlah orang juga meminta agar Ahok menarik ucapannya tersebut.

Bahkan, orang-orang yang percaya terhadap karma Ahok diminta berhenti mengaitkan peristiwa itu.

“Stop ket*l*lan percaya kalo ada orang yang masuk penjara atau meninggal itu ada kaitannya kutukan dengan sikapnya di pilkada/pemilu,” kata Pengamat Politik Yunarto Wijaya melansir populis.id.

“Dua belah kubu ada yang kena kasus hukum dan meninggal juga kok. Sama-sama manusia, bisa salah dan pasti meninggal,” lanjutnya.

Meskipun demikian, Ahok mengaku telah memaafkan dan tidak menyimpan dendam pada orang-orang yang kontra padanya.

***

Semoga bermanfaat.

Jangan lupa, simak artikel.rumah123.com untuk mendapatkan berita, tips, atau panduan menarik seputar rumah atau properti.

Laman ini juga memudahkan bagi para pencari dan penjual properti karena Rumah123.com memang #AdaBuat Kamu.

Yuk, kunjungi rumah123.com dan www.99.co/id untuk menemukan hunian impianmu, salah satunya Ayodhya!

Bagikan:
1032 kali