Lahan Tanah Jokowi Sumber : Media Indonesia

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku sedang melakukan reformasi agraria saat ini. 

Pemerintah disebut akan menyisir lahan-lahan konsesi yang diberikan kepada segelintir orang, baik dalam bentuk HGU maupun HGB tetapi ditelantarkan.

Kini, terdapat lahan seluas 4,3 juta hektare dari target yang dia tetapkan, yakni 12 juta hektare. 

Lahan Puluhan Hektar Akan Diberikan Secara Cuma-cuma

tips-trik-investasi-lahan-1024x576 (1) Sumber : arafuru.com

Melansir Detik.com, pembagian lahan gratis disampaikan Jokowi saat menghadiri acara Pembukaan Kongres Ekonomi Umat Islam ke-II.

Melalui kesempatan tersebut, ia menuturkan akan membagikan lahan hingga puluhan hektare. 

Pemberian lahan juga pernah ia sampaikan saat pertemuan Persis di Bandung lalu.

"Kalau bapak ibu sekalian ada yang memerlukan lahan dengan jumlah yang sangat besar silahkan sampaikan kepada saya, akan saya carikan, akan saya siapkan. Berapa? 10.000 hektar? Bukan meter persegi, hektar. 50.000 hektar?," kata Jokowi. 

Persyaratan Pemberian Lahan Gratis dari Jokowi

Tanah Negara Sumber : verdant.id

Meski begitu, ada persyaratan tertentu yang harus dipenuhi jika ingin mendapatkan tanah tersebut. 

Jokowi mensyaratkan harus ada tujuan yang jelas penggunaan lahan tersebut untuk apa dan sebagainya.

"Tapi dengan sebuah itung-itungan proposal juga yang visible. Artinya ada visibility study yang jelas. Akan digunakan apa barang itu, lahan itu. Akan saya berikan," imbuhnya.

Selain tujuan yang jelas, Jokowi juga mengatakan, syaratnya tidak boleh menentukan lokasi lahan. 

Lahan akan diberikan tapi yang menentukan lokasi adalah dirinya sendiri.

"Silahkan. Untuk apa? Tapi jangan menunjuk 'Pak saya yang di Kalimantan saja.' Jangan. Saya yang memutuskan oh bapak butuh 10.000 ya. Saya berikan nih ada di Sumatera. Oh 50.000 saya ada nih di Kalimantan Silahkan. Dengan sebuah visbilty yang itung-itungan dan kalkulasi yang jelas," paparnya.

Jokowi mengatakan akan berusaha untuk memberikan kebutuhan lahan tersebut jika benar-benar berminat harus memenuhi syarat yang ditentukan.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengungkapkan indeks ketimpangan atau gini ratio di era Jokowi memang menurun. 

Dari 0,41 sebelum Jokowi menjabat, kini sudah berada di posisi 0,39.

"Cuma dalam bidang pertanahan, indeks gini kita sangat memprihatinkan itu 0,59. Artinya 1% penduduk menguasai 59% lahan yang ada di negeri ini. Sementara yang jumlahnya sekitar 99% itu hanya menguasai 41% lahan yang ada di negeri ini," kata dia.

Jangan lupa kunjungi artikel.rumah123.com untuk dapatkan artikel menarik lainnya seputar properti. 

Kamu juga bisa mencari properti yang sesuai kebutuhanmu seperti The Scott at Collins Boulevard hanya di www.rumah123.com.

Bagikan:
423 kali