OK
Dijual
Disewa
Properti Baru
Panduan

Untuk Atasi Kemacetan di Jakarta, Hunian Terjangkau Disarankan Dibangun di Tengah Kota. Solusi Efektif?

04 April 2023 · 3 min read Author: Emier Abdul Fiqih P

hunian terjangkau di pusat kota

sumber: shutterstock

Guna mengatasi masalah kemacetan yang kerap terjadi di Jakarta, seorang pengamat memberi solusi kepada pemerintah untuk menyediakan hunian terjangkau di pusat kota. Yuk, simak beritanya pada artikel ini!

Kemacetan di Jakarta adalah salah satu masalah yang hingga saat ini belum terpecahkan.

Bahkan, bukannya makin berkurang, setiap tahunnya kemacetan yang terjadi di Jakarta justru makin meningkat.

Untuk mengatasi permasalahan ini, pengamat transportasi dan tata kota, Yayat Supriatna, memberikan pendapatnya.

Menurutnya, ketersediaan hunian dengan harga terjangkau bisa menjadi salah satu solusi.

Dikutip dari news.republika.co.id, intip beritanya di bawah ini!

Ketersediaan Hunian Terjangkau di Pusat Kota Wajib Jadi Prioritas

ketersediaan hunian terjangkau di pusat kota

sumber: shutterstock.com

Yayat Supriatna menyebutkan bahwa salah satu penyebab kemacetan di Jakarta adalah masih berpusatnya perkantoran di tengah kota.

Adapun, banyak pekerja yang justru tinggal di pinggiran Jakarta.

Tak sedikit di antara mereka yang harus menggunakan kendaraan pribadi untuk pulang pergi bekerja.

Menurut Yayat, akselerasi pembangunan transportasi umum yang sedang digadang-gadang memang bisa menekan jumlah kendaraan pribadi dari kawasan penyangga Ibu Kota.

Meski begitu, mobilitas yang tinggi akan terus terjadi dari pinggiran kota ke pusat kota.

Untuk itu, solusi pembangunan hunian terjangkau di tengah kota bisa mengurangi mobilitas dan kemacetan di Jakarta.

“Cara yang paling menarik adalah bagaimana supaya tidak macet dari area pinggiran ke tengah Jakarta dibuatlah kebijakan pembangunan rumah yang terjangkau, minimal seperti rumah sewa atau kos-kosan,” ujar Yayat, seperti yang dikutip dari laman news.republika.co.id pada Selasa (04/04/2023).

Yayat menambahkan, pemerintah daerah bisa mengintegrasikan titik-titik transportasi publik dengan akses ketersediaan hunian dengan harga terjangkau, baik di koridor transportasi publik berupa MRT Jakarta atau LRT Jabodebek yang sedang dibangun.

“Untuk itu, saya katakan, kerja samalah dengan LRT, MRT untuk dapat memfasilitasi kos-kosan yang terjangkau atau pemerintah memberi subsidi atau bantuan agar ada fenomena back to city, tinggal di tengah kota dengan rumah yang harganya terjangkau, khususnya bagi anak-anak muda,” tambahnya.

Jokowi Sempat Singgung Indonesia Terlambat dalam Membangun Transportasi Massal

pembangunan hunian terjangkau untuk atasi kemacetan

sumber: istock.com

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo sempat mengakui bahwa Indonesia terlambat dalam membangun infrastruktur transportasi umum.

Ini yang jadi penyebab masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi sehingga akhirnya menciptakan kemacetan di kota-kota besar.

Di Jakarta sendiri, menurut Jokowi, pembangunan transportasinya sudah terlambat sekitar 30 tahun meski pemerintah telah membangun MRT dan LRT.

Hal tersebut membuat kemacetan masih sering terjadi di banyak kawasan di Jakarta.

“Di Jakarta sudah terlambat sekitar 30 tahun, meskipun sekarang sudah ada MRT, tetapi itu baru ada satu jalur saja. Ada LRT, tetapi juga belum jalan. Oleh karenanya, kalau di Jakarta, pagi, siang, hingga malam macet sekarang ini. Hal tersebut bisa terjadi karena keterlambatan dalam membangun transportasi,” ujar Jokowi.

***

Semoga pembahasan pembangunan hunian terjangkau di atas bisa bermanfaat untuk Property People.

Pantau terus artikel seputar pembangunan infrastruktur hanya di artikel.rumah123.com.

Yuk, ikuti laman  Google News kami untuk baca berita menginspirasi lainnya.

Sedang mencari hunian impian seperti Padina Soho and Residence di Batu Ceper, Tangerang?

Akses rumah123.com untuk bisa dapatkan hunian sesuai selera, karena kami pasti #AdaBuatKamu.


Tag: , ,


Emier Abdul Fiqih P

Content Writer

Menjadi penulis di 99 Group sejak 2022 yang berfokus pada artikel properti, gaya hidup, dan teknologi. Lulusan S2 Linguistik UPI ini sempat berprofesi sebagai copy editor dan penyunting buku. Senang menonton film dan membaca novel di waktu senggang.
Selengkapnya

IKLAN

Tutup iklan
×

SCROLL UNTUK TERUS MEMBACA