desa wadas Detikcom

Nama Desa Wadas dalam beberapa waktu belakangan ini memang jadi perbincangan di publik Tanah Air.

Aksi kepolisian yang dilakukan di tempat tersebut mengundang banyak pendapat di media sosial.

Pemerintah sendiri berencana membangun proyek bendungan Bener di kawasan tersebut.

Untuk melaksanakan rencana tersebut, pemerintah melakukan negosiasi dan pengukuran tanah dengan warga yang terdampak.

Selain tanah milik warga, terdapat sebuah lokasi yang dulunya digunakan untuk bekas penambangan batuan andesit yang akan direklamasi.

Penasaran akan digunakan untuk apa tempat tersebut?

Yuk, langsung saja kita simak ulasan singkatnya berikut ini, melansir Kompas.

Tanah Bekas Tambang Desa Wadas Akan Direklamasi jadi Obyek Wisata

tambang batu andesi di desa wadas akan jadi obyek wisata Sumber: Humas Polda Jateng

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memastikan bahwa lokasi bekas penambangan batuan andesit di Desa Wadas akan direklamasi atau ditutup kembali. 

Desa Wadas ditetapkan sebagai lokasi pengadaan material untuk mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Bener di Purworejo, Jawa Tengah. 

"Pemerintah berkomitmen setelah tanah selesai diambil manfaat tambangnya akan direklamasi atau ditutup kembali," kata Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) BPN Provinsi Jawa Tengah Dwi Purnama dalam keterangannya, Minggu (20/02/2022).

Rencana berikutnya, lokasi tersebut juga akan ditanami dengan komoditas perkebunan, dikembangkan sebagai objek wisata atau dikembangkan sesuai keinginan masyarakat yang izin pengelolaannya akan diberikan pada masyarakat dengan model kerja sama.

“Dalam proses konstruksi bendungan, kesempatan menjadi pekerja juga terbuka bagi masyarakat sekitar," ujarnya. 

Walaupun demikian, Kementerian ATR/BPN hingga saat ini masih terus berupaya menyelesaikan proses pengadaannya untuk PSN Bendungan Bener salah satunya dengan melakukan pengukuran, inventarisasi dan identifikasi (inven-inden) kepemilikan tanah.

Pengukuran dilakukan agar jumlah luas tiap bidang tanah, pemegang hak, dan tanam tumbuh di atasnya dapat diketahui secara jelas tentu dengan pendampingan dinas pertanian, tim penilai, dan pemilik tanah. 

Dwi menegaskan, tidak ada pengambilalihan tanah warga, melainkan ini adalah proses dari pengadaan tanah. 

Lewat proses inven-iden ini justru Kementerian ATR/BPN sedang mewujudkan hak masyarakat untuk mengetahui luas kepemilikan yang kemudian dilakukan penilaian, sehingga muncul nilai ganti untung bagi warga yang telah setuju. 

“Tahap ini merupakan proses untuk menentukan nilai ganti pembayaran pemerintah. Nilainya pasti nilai yang tidak merugikan bagi pemilik. Bukan kita yang menilai, namun menggunakan tim appraisal independen,” terangnya. 

Dwi melaporkan hingga 17 Februari 2022, dari target pengadaan tanah 5.274 bidang, sebanyak 3.970 bidang tanah masyarakat telah dibayarkan uang ganti kerugiannya (UGK) oleh pemerintah.

Kemudian 448 bidang sedang dalam proses persiapan pembayaran serta 176 bidang dalam perkara di pengadilan menunggu putusan Kasasi. 

Sementara untuk pengadaan tanah di Desa Wadas targetnya yaitu 617 bidang. 

Rinciannya, masyarakat yang telah menerima UGK sebanyak 338 bidang. 

Dari total bidang itu, telah dilaksanakan invent-iden pada tanggal 8-10 februari 2022 dengan hasil 318 bidang selesai, 20 lainnya pemilik belum hadir. 

Pemilik tanah yang masih ragu-ragu sebanyak 185 bidang dan yang belum menerima sebanyak 94 bidang.

Nah, itulah ulasan singkat mengenai lokasi bekas penambangan batuan andesit di Desa Wadas yang akan direklamasi menjadi tempat wisata.

Semoga artikel di atas bermanfaat, ya!

Jika kamu sedang mencari rumah, apartemen, tanah atau yang lainnya di marketplace properti tepercaya dan aman, bisa mengunjungi laman Rumah123.com dan 99.co untuk mendapatkan penawaran terbaik seperti di Grand Teratai Sidoarjo.

Buka lembaran baru dan wujudkan impianmu, kami selalu #AdaBuatKamu.

Jangan sampai ketinggalan untuk mendapatkan berita dan tips terbaru mengenai dunia properti dalam negeri serta mancanegara di artikel Rumah123.com.

Bagikan:
537 kali