OK

Deretan Skandal Keluarga Sutowo Mertua Dian Sastro, Bikin Pertamina Nyaris Bangkrut Hingga Bunuh Pelayan Bar

21/02/2022 by Siti Nurhikmah

keluarga sutowo

Keluarga Sutowo belakangan ini kembali menjadi perbincangan publik di media sosial. 

Hal itu dikarenakan skandal yang dilakukan oleh dua nama besar di dalam keluarga tersebut, yakni Ibnu Sutowo dan Adiguna Sutowo. 

Ibnu Sutowo sendiri diketahui merupakan kakek dari Maulana Indraguna Sutowo, suami Dian Sastro

Sementara, ayah dari Maulana Indraguna adalah Adiguna Sutowo, putra bungsu Ibnu Sutowo.

Lantas, apa skandal ayah dan anak dari keluarga Sutowo dari mertua Dian Sastrowardoyo ini?

Yuk simak kisah selengkapnya di bawah ini:

Deretan Skandal Keluarga Sutowo

Skandal Korupsi Pertamina Hingga Nyaris Bangkrut

foto ibnu sutowo

sumber: boombastis.com & medium.com

Nama Ibnu Sutowo begitu kondang ketika era Presiden Soeharto. 

Ia dikenal sebagai dokter, perwira TNI, sekaligus pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Pertamina. 

Ibnu Sutowo menjadi Dirut Pertamina pertama atas penunjukkan langsung Presiden Soerharto sebagai pendiri perusahaan minyak nasional itu.

Tahun 1975, Pertamina dilanda krisis akibat salah kelola. 

Perusahaan pelat merah itu nyaris membangkrutkan negara karena terbelit utang jangka pendek sebesar 10,5 miliar dolar AS. 

Dilansir Kompas.com, negara mengalami kerugian akibat kerja sama Ibnu Sutowo dengan pihak Jepang mencapai 1.554.590,28 dolar AS. 

Pertamina mulai limbung pertengahan tahun 1975, dan bahkan nyaris membangkrutkan Indonesia.

Pemerintah pun membentuk tim yang bernama Komisi Empat untuk menyelidiki dugaan korupsi di Pertamina.

Ibnu Sutowo dilengserkan dari jabatannya sebagai Dirut Pertamina pada 5 Maret 1976, namun ia tak pernah dinyatakan bersalah.

 “…tidak cukup bukti untuk menuntut Ibnu Sutowo secara pidana,” kata Presiden Soeharto ketika menjawab pertanyaan tertulis DPR RI awal tahun 1980, seperti dikutip dari Kompas.com.

Skandal Pemerasan dan Penipuan Berbagai Proyek

Selain kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan Pertamina, Ibnu Sutowo juga terlibat skandal pemerasan dan penipuan untuk mendirikan sebuah restoran di New York, Amerika Serikat.

Ibnu mengembangkan sejumlah proyek yang tidak berkaitan dengan inti bisnis Pertamina. 

Mulai dari proyek Menara Pertamina di Jalan Gatot Soebroto, Pertamina Cottages di Irian Jaya (kini Papua), serta restoran Ramayana.

Kabar itu mencuat pada 1977 setelah Ibnu dicopot dari jabatannya. 

Melansir Kompas.com, Komisi Saham dan Bursa Amerika Serikat (SEC) menyatakan Ibnu memeras 54 perusahaan dan sejumlah individu di AS sebesar 1,2 juta Dolar AS atau saat itu setara Rp 456,5 juta.

Ia kemudian menggunakannya untuk modal restoran Ramayana di New York. 

Restoran yang menawarkan kuliner Indonesia itu disebut dibuka dengan tujuan menarik pemodal sekaligus meningkatkan citra Indonesia di AS.

Selingkuh dengan Mantan Istri Piyu Padi

adiguna sutowo dan piyu padi

sumber: kompas.com

Keluarga Sutowo lainnya yakni Adiguna Sutowo diketahui sempat menjalin hubungan dengan Flo, mantan istri Piyu Padi.

Anastasia Florina Limasnax atau Flo kabarnya pernah selingkuh dengan Mertua Dian Sastro tersebut.

Flo bahkan pernah jadi pemberitaan karena mengamuk di rumah istri kedua Adiguna Sutowo dan menabrak pagar rumah dengan mobil.

Saat kejadian, Adiguna Sutowo kabarnya juga ada di dalam mobil.

Tak hanya itu, Flo juga harus berurusan dengan polisi gara-gara dilaporkan melakukan perusakan di rumah istri kedua Adiguna Sutowo. 

Kejadian yang berlangsung pada Oktober 2013 itu mengungkap bahwa ternyata Adiguna memiliki hubungan gelap dengan istri Piyu Padi.

Ancaman Membunuh Keponakan Achmad Albar dan Camelia Malik

Kasus keluarga Sutowo selanjutnya ialah ancaman pembunuhan yang dilakukan oleh Adiguna Sutowo kepada David Reynaldo Titawono pada Oktober 2004. 

David sendiri diketahui merupakan keponakan musisi rock Achmad Albar dan penyanyi Camelia Malik . 

Kala itu, Adiguna yang ditemani oleh pengawalnya, menembak David melalui atau dekat telinganya. 

Setelah kejadian tersebut, polisi mencabut izin senjata api Adiguna dan menyita senjata api yang menembakkan peluru karet. 

Kejadian tersebut akhirnya dilaporkan keluarga Albar ke polisi. 

Namun kasus tersebut akhirnya diselesaikan oleh kedua keluarga tersebut dan pihak keluarga Albar mencabut laporan polisi tersebut. 

Tembak Mati Seorang Pelayan Bar

adiguna sutowo dan rudy

sumber: Liputan6.com

Pada 1 Januari 2005, Adiguna menembak mati seorang pelayan bernama Yohanes Brachmans Haerudy Natong atau lebih dikenal dengan Rudy. 

Peristiwa itu diketahui terjadi di Island Bar Fluid Club & Lounge di Hotel Hilton Jakarta, yang terletak di lantai satu hotel. 

Kala itu, salah satu anggota keluarga Sutowo itu awalnya merayakan tahun baru di klub malam Capung Jakarta. 

Ia bersama istri keduanya, Vika Dewayani, dan sahabatnya Novia Herdiana alias Tinul dan Thomas ‘Tom’ Edward Sisk kemudian pergi ke Hotel Hilton. 

Sekitar jam 3:00 pagi, Adiguna, Tinul dan Tom meninggalkan ruangan dan pergi ke Fluid Club, dimana mereka mengobrol dengan orang lain yang hadir. 

Untuk membayar minuman yang mereka nikmati pagi itu, Adiguna mengeluarkan sebuah kartu debit BCA yang diberikan kepada Tinul. 

Namun, kasir Hari Suprasto mengatakan bahwa mesin tidak tersedia. 

Seorang pelayan bar bernama Rudy pun mengembalikan kartu tersebut kepada Tinul, yang kemudian diberikan kepada Adiguna. 

Rudy menjelaskan jika kartu tersebut tidak dapat diterima karena bar tersebut tidak memiliki mesin yang dapat memprosesnya. 

Penolakan Rudy itu membuat Tinul kesal dan marah.

“Apa kau tidak tahu siapa dia? Dia pemegang saham terbesar hotel ini! ” katanya, menunjuk ke arah Adiguna, yang duduk di sebelahnya. 

Adiguna kemudian marah, berdiri, mengeluarkan pistol kaliber Smith & Wesson 22 dari pinggangnya dan memegang pistol itu di dahi Rudy. 

Ia pun menembak kepala Rudy hingga jatuh tersungkur dan menyeka gagang senjata tersebut. 

Kemudian, Adiguna menyerahkan pistol kepada disc jockey Werner Saferna alias Wewen dan meninggalkan klub. 

Jenazah Rudy dibawa keluar dari bar dan dibawa ke Klinik Medis hotel Sutowo-Sutowo.

Tak lama, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Angkatan Laut Mintohardjo di Jalan Bendungan Hilir, di mana Rudy dinyatakan meninggal dunia. 

Akhirnya, Adiguna pun ditangkap dan dan ditahan di penjara Salemba Jakarta.

Jangan lupa kunjungi artikel.rumah123.com untuk dapatkan artikel menarik lainnya seputar properti. 

Kamu juga bisa mencari properti yang sesuai kebutuhanmu seperti Podomoro Park Bandung hanya di www.rumah123.com.