OK
Dijual
Disewa
Properti Baru
Panduan

7 Contoh Raport Kurikulum Merdeka dengan Format yang Benar. Sudah Tahu?

30 Nopember 2023 · 4 min read Author: Gadis Saktika

gambar murid sd

shutterstock.com

Sebentar lagi harus mengisi rapor Kurikulum Merdeka, tapi kamu belum tahu format yang benar seperti apa? Tak usah khawatir, Rumah123 telah menghadirkan contoh raport Kurikulum Merdeka yang bisa banget dijadikan referensi!

Rapor Kurikulum Merdeka merupakan sebuah platform yang digunakan untuk menginput data hasil evaluasi pendidikan.

Rapor ini telah diluncurkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim sejak 30 November 2022.

Laporan hasil belajar siswa ini juga disesuaikan lebih fleksibel sehingga bisa disesuaikan dengan kurikulum terbaru yang lebih luwes.

Melansir dari blog.kerjacita.id, berbeda dengan rapor K-13 yang setidaknya membutuhkan 4 halaman untuk melaporkan hasil belajar siswa.

Rapor Kurikulum Merdeka cukup 1-2 halaman untuk melaporkan kinerja siswa dalam belajar.

Manfaat Rapor Kurikulum Merdeka

Melansir dari laman Direktorat Sekolah Dasar Kemendikbud, rapor Kurikulum Merdeka ini digunakan untuk memudahkan para guru mengirimkan data nilai murid terintegrasi dengan Dapodik.

Dengan begitu, kebijakan asesmen dalam Kurikulum Merdeka dapat terakomodir dalam e-rapor ini.

Selain itu, rapor Kurikulum Merdeka juga memiliki beragam manfaat, yakni:

  1. Referensi utama sebagai dasar analisis, perencanaan, dan tindak lanjut peningkatan kualitas pendidikan
  2. Satu-satunya platform untuk melihat hasil Asesmen Nasional
  3. Sumber data yang objektif dan andal di mana laporan disajikan secara otomatis dan terintegrasi
  4. Instrumen pengukuran untuk evaluasi sistem pendidikan secara keseluruhan baik untuk evaluasi internal maupun eksternal
  5. Alat ukur yang berorientasi pada mutu dan pemerataan hasil belajar (output)
  6. Platform penyajian data yang terpusat. Satuan pendidikan tidak perlu menggunakan beragam aplikasi sehingga diharapkan dapat meringankan beban administrasi

Komponen yang Ada di Rapor Kurikulum Merdeka

Rapor Peserta Didik PAUD

Untuk rapor peserta didik PAUD berisi tentang komponen-komponen berikut:

  1. Identitas peserta didik
  2. Nama satuan pendidikan (sekolah)
  3. Kelompok usia
  4. Semester
  5. Informasi perkembangan serta pertumbuhan peserta didik
  6. Deskripsi capaian pembelajaran
  7. Refleksi orang tua
  8. Capaian peserta didik ketika sedang melakukan Projek Penguatan Profil Pancasila

Rapor Peserta Didik SD/MI

Kemudian, rapor peserta didik SD/MI terdiri atas komponen-komponen berikut:

  1. Identitas peserta didik
  2. Nama satuan pendidikan
  3. Kelas
  4. Semester
  5. Mata Pelajaran
  6. Nilai
  7. Deskripsi
  8. Catatan guru dan presensi
  9. Ekstrakulikuler

Format Rapor Kurikulum Merdeka

Adapun pengolahan dan pelaporan hasil asesmen untuk rapor Kurikulum Merdeka dilakukan dengan memanfaatkan hasil formatif dan sumatif.

Dalam rapor Kurikulum Merdeka, terdapat dua jenis data yang harus dicantumkan, yakni hasil asesmen yang berupa angka atau kuantitatif serta data hasil asesmen yang berupa narasi atau kualitatif.

Pengolahan hasil asesmen dalam bentuk angka atau kuantitatif juga didasarkan hanya pada hasil asesmen sumatif.

Sementara asesmen formatif bisa berupa data atau informasi yang bersifat kualitatif, digunakan sebagai umpan balik untuk perbaikan pembelajaran, sekaligus sebagai bahan pertimbangan menyusun deskripsi capaian kompetensi.

Perlu diingat, jangan sampai kamu merekayasa hasil tanpa adanya bukti perkembangan belajar siswa dalam mengisi rapor Kurikulum Merdeka.

Dalam mengisinya pun jangan sampai menggunakan bahasa yang komplek dan terlalu ilmiah, penggunaan kata atau kalimat negatif, serta menilai dengan skor atau angka tanpa deskripsi kriteria.

Kemudian, terdapat tiga alternatif yang bisa dilakukan untuk mengolah hasil asesmen rapor Kurikulum Merdeka.

Referensinya bisa kamu lihat pada uraian berikut.

Alternatif 1

Alternatif perma adalah mengolah seluruh data formatif dan sumatif untuk dijadikan nilai rapor.

Terdapat keunggulan tersendiri yaitu data asesmen didasarkan pada data yang lengkap dari formatif dan sumatif.

Dengan begitu, pendidik memiliki seluruh informasi yang lebih banyak untuk nilai akhir dan hasil data berupa angka juga bisa lebih mudah diolah.

Adapun kelemahannya yaitu pendidik harus melakukan upaya yang lebih banyak dan melelahkan serta waktu yang diperlukan untuk mengumpulkan data jelas lebih lama.

contoh rapor kurikulum merdeka

sumber: layarmaya.id

Alternatif 2

Kedua mengolah beberapa hasil formatif berupa angka dan seluruh sumatif untuk dijadikan nilai rapor.

Terdapat keunggulan pada alternatif ini, yaitu waktu yang diperlukan untuk mengumpulkan serta mengolah nilai lebih singkat dan informasi kemajuan belajar peserta didik lebih bervariatif karena menggabungkan data kuantitatif serta kualitatif.

contoh raport kurikulum merdeka

sumber: layarmaya.id

Alternatif 3

Alternatif tiga dapat mengolah seluruh data sumatif untuk dijadikan nilai rapor.

Adapun keunggulannya, yaitu waktu yang diperlukan untuk mengumpulkan dan memgolah nilai lebih singkat dan mudah.

Terkait kelemahannya ialah berpotensi mengabaikan peran asesmen formatif yang terpadu dengan pembelajaran karena para pendidik terpaku pada asesmen sumatif.

contoh raport kurikulum merdeka

sumber: layarmaya.id

Contoh Raport Kurikulum Merdeka

Contoh Rapor Kurikulum Merdeka 1

contoh raport kurikulum merdeka

sumber: blog.kerjacita.id

Contoh Raport Kurikulum Merdeka 2

contoh raport kurikulum merdeka

sumber: blog.kerjacita.id

Raport Kurikulum Merdeka 3

Contoh Raport Kurikulum Merdeka 4

Raport Kurikulum Merdeka 5

Bentuk Raport Kurikulum Merdeka 6

Contoh Raport Kurikulum Merdeka 7

***

Semoga artikel ini bermanfaat untukmu ya, Property People.

Temukan artikel bermanfaat lainnya hanya di artikel.rumah123.com.

Jangan lupa juga untuk follow Google News kami sekarang biar selalu mendapatkan update dari Rumah123.com.

Kunjungi juga www.rumah123.com jika sedang mencari rumah idaman untuk keluarga kecilmu.

Tersedia berbagai pilihan terbaik dan promo menarik karena pastinya, kami selalu #AdaBuatKamu.


Tag: , , ,


Gadis Saktika

Content Writer

Gadis Saktika adalah Content Writer di 99 Group yang sudah berkarier sebagai penulis dan wartawan sejak tahun 2019. Lulusan Bahasa dan Sastra Indonesia UPI ini senang menulis tentang etnolinguistik, politik, HAM, gaya hidup, properti, dan arsitektur.
Selengkapnya