OK
logo rumah123
logo rumah123
Iklankan Properti
Dijual
Disewa
Properti Baru
Panduan

17 Contoh Cerita Fiksi Pendek yang Menarik dari Berbagai Tema

09 Februari 2024 · 16 min read Author: Maskah Alghofar · Editor: Bobby Agung Prasetyo

Cerita Fiksi Pendek

Cerita fiksi dapat meningkatkan imajinasi pembacanya. Berikut beberapa contoh cerita fiksi pendek tentang berbagai topik.

Banyak orang gemar membaca dan mendengarkan cerita fiksi pendek, termasuk anak kecil. Pasalnya, membaca cerpen fiksi dapat meningkatkan imajinasi.

Menurut Henry Guntur Tarigan, seorang ahli ilmu bahasa, fiksi adalah suatu karya sastra yang berasal dari hasil imajinasi penulis.

Sementara itu, cerita fiksi dalam buku Arif Cerdas untuk Sekolah Dasar Kelas 4 bermakna cerita yang tidak nyata dan bersifat khayalan atau imajinatif sesuai dengan imajinasi sang pengarang.

Dengan demikian, pengertian contoh cerita fiksi adalah cerita khayalan atau tidak nyata berdasarkan imajinasi dan kreativitas penulis bertujuan untuk menghibur pembacanya.

Berikut ini kumpulan contoh cerita fiksi pendek yang yang menarik dan bisa kamu jadikan referensi.

Kumpulan Contoh Cerita Fiksi Pendek

1. Kisah Roro Jonggrang

Roro Jonggrang, putri cantik dari Kerajaan Baka, dihadapkan pada kenyataan pahit. Kerajaannya runtuh di tangan Bandung Bondowoso, pangeran Pengging yang gagah berani.

Di balik rasa duka, Roro Jonggrang menyimpan dendam. Ia tak ingin menikahi sang penakluk.

Sebagai syarat pernikahan, Roro Jonggrang menantang Bandung Bondowoso untuk membangun 1.000 candi dalam satu malam. Sebuah permintaan mustahil.

Bandung Bondowoso, dengan kesaktiannya, dibantu pasukan jin, bekerja tanpa henti. Menjelang fajar, hanya satu candi yang tersisa. Roro Jonggrang panik.

Dengan siasat cerdik, ia memerintahkan para wanita desa untuk membakar jerami, menciptakan ilusi fajar. Ayam-ayam jantan berkokok, menipu Bandung Bondowoso.

Marah dan kecewa, Bandung Bondowoso mengutuk Roro Jonggrang menjadi batu. Candi yang tak selesai menjadi Candi Prambanan, saksi bisu cinta yang terkutuk.

2. Danau Toba

Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang pemuda bernama Toba di sebuah desa di Sumatera Utara. Toba dikenal sebagai seorang pemalas dan suka berjudi.

Suatu hari, dia bertemu dengan seorang wanita cantik di tepi sungai. Wanita itu menawarkan untuk membantu Toba menjadi kaya dengan syarat Toba menikahinya. Toba setuju dan wanita itu pun memberikannya sebuah ikan ajaib.

Ikan ajaib itu harus dipelihara oleh Toba dan setiap hari ikan itu akan memberikannya uang emas. Toba pun menjadi kaya raya dan semua orang di desa iri padanya.

Namun, Toba mulai lupa diri dan menjadi sombong. Dia bahkan mulai menyiksa ikan ajaib itu.

Suatu hari, ikan ajaib itu tidak tahan lagi dengan siksaan Toba. Ikan itu pun melompat ke sungai dan berenang ke tengah danau. Toba yang panik berusaha mengejar ikan itu, tetapi dia tidak bisa berenang.

Tiba-tiba, terjadilah gempa bumi yang sangat dahsyat. Air danau meluap dan menenggelamkan seluruh desa Toba. Desa Toba pun berubah menjadi sebuah danau yang sangat luas, yang sekarang dikenal sebagai Danau Toba.

Di tengah Danau Toba, terdapat sebuah pulau yang bernama Pulau Samosir. Pulau Samosir dipercaya sebagai tempat tinggal ikan ajaib yang dikhianati oleh Toba.

3. Kisah Situ Bagendit

Di sebuah desa di Jawa Barat, hiduplah seorang janda kaya raya bernama Nyai Endit. Sifatnya yang pelit dan enggan membantu orang lain membuatnya dibenci oleh penduduk desa.

Suatu hari, seorang pengemis datang memohon belas kasihan. Nyai Endit dengan kasar mengusirnya, menuduh pengemis itu pemalas.

Pengemis itu pergi dengan kutukan, “Semoga kau kehilangan semua hartamu dan tenggelam bersama kesombonganmu!”

Hujan deras tanpa henti selama berhari-hari. Sungai meluap, menenggelamkan desa. Nyai Endit panik, berusaha menyelamatkan hartanya. Dia naik ke bukit, tapi air bah terus mengejarnya.

Terjebak di puncak bukit, Nyai Endit menyesali perbuatannya. Harta yang dia kumpulkan dengan kejam tak berguna saat ini. Air bah menelannya, menenggelamkannya bersama hartanya.

Tempat Nyai Endit tenggelam kemudian dikenal sebagai Situ Bagendit, danau yang konon menyimpan kutukan sang janda pelit. Kisahnya menjadi pengingat agar kita tidak serakah dan selalu membantu sesama

4. Timun Mas

Mbok Srini, seorang wanita tua miskin, tinggal bersama gadis manis bernama Timun Mas. Mereka hidup damai hingga kedatangan Butho Ijo, raksasa mengerikan yang menagih janji Mbok Srini: menyerahkan Timun Mas sebagai tumbal.

Timun Mas tak rela menjadi santapan Butho Ijo. Dengan cerdik, dia meminta waktu dan mengajukan syarat mustahil. Butho Ijo, dibutakan keserakahan, setuju.

Pertama, Timun Mas ingin Butho Ijo menanam 1.000 pohon ketimun dalam semalam. Butho Ijo mengerahkan kekuatannya, tanah bergetar, pohon ketimun tumbuh subur.

Tapi Timun Mas belum menyerah. Ia meminta bantuan peri baik yang memberinya kantong berisi biji cabai dan jarum. Ketika Butho Ijo hampir selesai, Timun Mas melempar kantong itu. Tumbuhlah duri tajam dan api berkobar, menghalangi Butho Ijo.

Butho Ijo marah, giginya gemeretak. Timun Mas mengajukan syarat kedua: membuat sumur besar dan dalam semalam. Butho Ijo tak henti menggali, kelelahan.

Timun Mas kembali meminta bantuan peri, diberi dua buah timun emas. Dilemparnya salah satunya ke dalam sumur, disusul teriakan minta tolong. Butho Ijo, dibayangi keadilan, melompat ke sumur yang ternyata jebakan.

Timun Mas selamat, hidup bahagia bersama Mbok Srini. Kisahnya mengingatkan, kecerdikan dan kebaikan bisa mengalahkan kejahatan, meski tampak mustahil.

5. Sangkuriang

Di tatar Sunda, hiduplah Dayang Sumbi, wanita cantik yang dikaruniai anak laki-laki bernama Sangkuriang. Sangkuriang dibesarkan oleh anjing kesayangan Dayang Sumbi, Tumang.

Sangkuriang tidak menyadari bahwa Tumang adalah titisan dewa dan ayahnya.

Suatu hari, Sangkuriang dan Tumang terlibat dalam sebuah pertandingan, tapi Tumang menolak untuk mengikuti perintahnya.

Akibatnya, Tumang diusir ke hutan, dan ketika Sangkuriang menceritakan peristiwa ini kepada ibunya.

Dayang Sumbi marah dan memukulnya Sangkuriang.

Sangkuriang pun tersinggung dan meninggalkan rumah.

Bertahun-tahun kemudian, Sangkuriang yang telah dewasa kembali ke kampung halamannya. Ia tak mengenali Dayang Sumbi yang telah menua. Sangkuriang jatuh cinta pada Dayang Sumbi dan berniat menikahinya.

Dayang Sumbi yang sadar Sangkuriang anaknya pun mulai panik.

Ia pun mengajukan syarat mustahil untuk pernikahannya untuk membuat penyeberangan sungai Citarum sebelum fajar. Sangkuriang, dengan kesaktiannya, dibantu pasukan jin, bekerja tanpa henti.

Menjelang fajar, Dayang Sumbi panik. Ia memerintahkan para wanita desa untuk membakar jerami, menciptakan ilusi fajar. Ayam-ayam jantan berkokok, menipu Sangkuriang.

Marah dan kecewa, Sangkuriang menendang perahu yang telah ia buat hingga berubah menjadi Gunung Tangkuban Perahu.

6. Petualangan di Hutan Ajaib

Pada suatu pagi cerah, Sarah dan Ben memutuskan untuk menjelajahi hutan dekat rumah mereka. Mereka berdua memakai topi dan membawa tas penuh camilan. Saat mereka masuk ke dalam hutan, mereka menemukan sesuatu yang sangat mengejutkan: sebuah pintu kayu yang berkilauan.

Sarah dengan hati-hati membuka pintu itu, dan tiba-tiba, mereka berdua berada di hutan yang sangat berbeda. Pohon-pohon berbicara, dan binatang-binatang berbicara dalam bahasa manusia. Mereka bertemu seekor tupai ceria yang membantu mereka menjelajahi hutan ajaib ini.

Mereka menemukan air terjun yang indah dan makan buah-buahan yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Tapi mereka juga belajar bahwa hutan ini memiliki aturan khusus. Mereka tidak boleh merusak alam atau mengambil lebih dari yang mereka butuhkan.

Saat matahari mulai tenggelam, mereka kembali ke pintu kayu dan kembali ke dunia mereka sendiri. Mereka merasa beruntung telah menjelajahi hutan ajaib, dan sekarang mereka tahu pentingnya menjaga alam.

7. Sekolah di Atas Awan

Di sebuah desa terpencil, hiduplah seorang anak bernama Rani. Rani adalah anak yang cerdas dan selalu merindukan petualangan. Suatu hari, ketika ia bermain di bukit, ia menemukan sebuah balon raksasa yang melayang di atas hutan.

Rani dengan berani naik ke balon tersebut. Balon itu membawanya ke atas awan, dan tiba-tiba dia berada di sekolah yang indah, terletak di atas awan. Di sekolah itu, anak-anak bisa belajar dengan cara yang ajaib, seperti membuat awan berbentuk binatang dan mewarnainya.

Ia bertemu teman-teman baru yang ramah, seperti Tara, pangeran muda dari kerajaan awan, dan Bima, anak beruang berbulu putih. Mereka belajar bersama, terbang di atas awan, dan bahkan bermain dalam permainan awan yang menarik.

Namun, Rani tahu bahwa dia harus kembali ke dunia nyata. Dengan hati berat, dia naik ke balon dan kembali ke desanya. Tapi ia membawa kenangan indah dan teman-teman yang tak terlupakan dari sekolah di atas awan.

8. Penyihir Sombong

Pada suatu hari di desa yang damai dan tenteram hiduplah sepasang saudara kembar yang bernama Maman dan Momon. Saudara kembar ini memiliki kemampuan istimewa yaitu ilmu sihir.

Menariknya, kedua kakak beradik ini memiliki sifat yang jauh berbeda. Maman memiliki sifat yang sangat sombong dan kasar.  Sedangkan Momon cukup baik dan penyabar.

Momon adalah kakak dari Maman, dia selalu melarang adiknya untuk menunjukkan kemampuan sihirnya pada teman-temannya. Akan tetapi, Maman yang memiliki kemampuan sihir lebih jago dari kakaknya, justru semakin menjadi-jadi dan tidak mendengar nasihat sang kakak.

Maman pun mengubah semua benda dan hewan peliharaan di rumahnya menjadi batu.

Sudah tidak terhitung berapa banyak nasihat dari Momon untuk tidak melakukan hal tersebut, tapi Maman tak pernah mendengarkan nasihat dari kakaknya tersebut.

Ada satu benda di rumahnya yang belum Mamn ubah menjadi batu, yaitu sebuah cermin. Maman pun membaca mantra di depan cermin untuk mengubahnya menjadi batu.

Nahas, mantra Maman justru berbalik kepadanya dan menjadikannya batu. Momon sangat bingung dan sedih. Momon pun mengunjungi guru sihir hebat untuk mengubah kembali sang adik. Namun, penyihir tersebut tidak bisa mengubahnya karena ternyata mantra tersebut bersifat abadi.

Orang yang bisa mengubah mantra ini hanyalah orang yang membacakan mantra tersebut, yaitu Maman sendiri.

Sayangnya, Maman telah berubah menjadi batu dan tidak bisa membaca mantra untuk dirinya.

Sumber: Penaungu

9. Air Mata Raksasa

contoh cerita fiksi Air Mata Raksasa

contoh cerita fiksi Air Mata Raksasa

Bencana kekeringan sudah lama melanda Desa Yuan. Tanaman-tanaman tidak dapat tumbuh. Akibatnya penduduk Desa Yuan menderita kelaparan. Mereka tidak tahu harus berbuat apa.

Ada seorang pemuda penduduk Desa Yuan yang kuat bernama Tan Mien. Ia memikirkan berbagai cara agar kekeringan ini segera berakhir. Pada suatu hari, “Ah, aku ingat! Dulu aku pernah mengurung raksasa di Gunung Pen!” gumam Tan Mien gembira.

Tan Mien mengurung raksasa itu karena raksasa itu senang mencuri gula di rumah-rumah penduduk. Raksasa itu suka sekali makanan manis. Tan Mien lalu mengumpulkan penduduk dan menceritakan rencananya. “Itu tidak mungkin. Kami tidak mau berurusan dengan raksasa itu lagi Raksasa itu berbahaya!” kata para penduduk.

“Tapi itu satu-satunya cara. Aku butuh banyak bawang untuk aku bawa ke Gunung Pen. Karena itu aku butuh bantuan kalian,” kata Tan Mien. Penduduk tidak mau membantu Tan Mien.

Akhirnya Tan Mien melakukan sendiri rencananya. Tan Mien meminta raksasa untuk menumbuk bawang dan air mata raksasa yang keluar dia alirkan ke dalam lubang yang menuju ke Desa Yuan. Sebagai balasannya, raksasa akan mendapatkan banyak makanan yang manis-manis.

Sumber: Prasti Sulanjari, Majalah Bobo, Tahun XXXIV

10. Petuah Pak Garam

Pada suatu hari, hiduplah sepasang suami dan istri yang miskin. Mereka tinggal di sebuah gubuk yang berlubang.

Pak Garam, ya, begitulah orang-orang memanggil lelaki tua dengan badan kurus, tinggi, dan kulit legam itu.

Setiap hari, ia berjalan sambil menjinjing tas berisi garam untuk dijual dari rumah ke rumah atau ke pasar.

Pada suatu hari, di kampung tetangga ada orang meninggal. Namun, tidak ada seorang pun yang mau memandikan dan menyembahyangkan jenazahnya.

Kemudian, orang-orang akhirnya menemui Pak Garam untuk meminta tolong kepadanya. “Saya tak punya pengetahuan untuk menyalatkan orang mati,” jawab Pak Garam.

“Kami tak peduli Pak Garam pandai atau tidak, tetapi tolong keluarga kami untuk memandikan dan menyalatkannya,” ujar mereka. Pak Garam akhirnya setuju.

Kemudian, Pak Garam mulai memandikan jenazah. Dia lalu terkejut melihat ada batu di ketiak mayat. Dia pun mengambil dan menyimpan batu tersebut.

Konon, batu itu bernama buntat manusia atau disebut juga “barang keramat” yang memiliki manfaat luar biasa.

Setelah upacara jenazah selesai, Pak Garam menceritakan kisahnya kepada sang istri. Namun, perbincangan mereka rupanya sampai ke telinga Bujang Selamat (pesuruh kerajaan) yang sedang memikat burung puyuh tak jauh dari rumahnya.

Bujang Selamat pun bergegas pulang ke kerajaan dan melaporkan pendengarannya kepada raja. Raja yang tahu kegunaan batu tersebut memerintahkan prajuritnya menjemput Pak Garam.

Singkat cerita, Pak Garam dan istrinya memberikan batu tersebut dan mendapatkan kekayaan dari sang raja.

Dari kejadian tersebut, Pak Garam membuat petuah bahwa jangan membuka rahasia orang sampai meninggal dan jangan putus harapan.

Sumber: Indahnya Bahasa Dan Sastra Indonesia Untuk SD/MI Kelas V

11. Keseruan Petualangan Ciko

contoh cerita fiksi singkat Keseruan Petualangan Ciko

contoh cerita fiksi singkat Keseruan Petualangan Ciko

Pada suatu pagi yang cerah di desa kecil, ada seekor kucing lucu bernama Ciko yang memutuskan untuk berpetualang. Dengan bulunya yang berkilauan, Ciko melompati pagar dan memasuki hutan yang penuh dengan misteri.

Di hutan, Ciko bertemu dengan berbagai teman baru. Pertama, ia bertemu dengan Benny si tupai yang ceria. Mereka bermain bersama dan berbagi cerita. Kemudian, Ciko bertemu dengan Lulu si kelinci yang gemuk. Mereka berlomba-lomba dan tertawa bersama.

Namun, petualangan Ciko tidak selalu menyenangkan. Dia juga menghadapi kesulitan saat tersesat di dalam hutan yang lebat. Berkat bantuan teman-temannya, Ciko akhirnya menemukan jalan pulang ke rumahnya.

Ketika malam tiba, Ciko kembali ke rumahnya dengan hati penuh kebahagiaan. Ia menyadari bahwa meskipun petualangan seru, rumahnya adalah tempat yang paling nyaman di dunia.

12. Harimau Putih

contoh cerita fiksi yang menarik Harimau Putih

contoh cerita fiksi yang menarik Harimau Putih

Ridwan, Maulana, dan Yusuf adalah tiga sekawan yang gemar berpetualang. Kadang mereka mendaki gunung atau bahkan menembus hutan. Suatu ketika, mereka berpetualang menembus hutan Gunung Sancang yang terkenal dengan mitos macan putih.

Hutan yang mereka jelajahi sangatlah rimbun. Di sore menjelang malam, mereka belum juga sampai di area perkemahan. Tanpa beristirahat, mereka pun melanjutkan langkah kaki yang masih penuh semangat.

Yusuf yang berjalan di barisan paling depan berhenti seketika. Ia memberi aba-aba kepada dua temannya bahwa ada sesuatu jauh di depan mereka. Tak hanya Yusuf saja, Ridwan dan Maulana pun terbelalak melihat sesok hewan besar berbulu putih loreng hitam.

13. Blacky Si Anjing Setia

Maulana adalah seorang penyayang binatang. Ia memelihara seekor anjing kampung berwarna hitam yang ia beri nama Blacky. Setiap hari Maulana selalu mengurus Blacky dengan penuh kasih sayang, mulai dari memberi makan dan minum sampai mengajak main bersama.

Anjing hitam tersebut awalnya merupakan seekor anjing liar yang terlantar di jalan, hingga Maulana menemukannya dan merawatnya dengan baik.

Ketika ia menemukan Blacky, kondisinya anjing itu sangatlah memprihatinkan dengan tubuh kurus kering.

Setelah lebih dari satu tahun bersama Maulana, kini badan Blacky sudah berisi dan tampil kuat.

Setiap hari setelah pulang sekolah, Blacky selalu duduk di teras rumah menyambut kedatangan Maulana.

14. Misi Penyelamatan Pulau Hijau

Contoh Cerita Fiksi Singkat Misi Penyelamatan Pulau Hijau

Contoh Cerita Fiksi Singkat Misi Penyelamatan Pulau Hijau

Di suatu pulau bernama Pulau Hijau, hiduplah sekelompok anak-anak yang penuh semangat. Mereka mencintai pulau mereka dengan segala keindahan alamnya. Namun, mereka khawatir karena lingkungan di sekitar mereka semakin tercemar.

Mereka merasa terpanggil untuk bertindak. Mereka membentuk kelompok penyelamatan lingkungan yang disebut “Pulau Hijau Peduli.” Setiap hari, mereka membersihkan pantai dari sampah plastik dan mengadakan kampanye untuk mengurangi penggunaan plastik di pulau mereka.

Mereka juga berbicara kepada warga pulau tentang pentingnya menjaga alam. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak orang yang terinspirasi oleh upaya anak-anak ini dan bergabung dalam melindungi lingkungan.

Pulau Hijau pun berubah. Pantainya kembali bersih, hutan-hutan pulih, dan makhluk-makhluk laut kembali ke habitat alaminya. Semua ini berkat usaha anak-anak yang gigih.

Ketika mereka tumbuh dewasa, anak-anak itu melihat Pulau Hijau menjadi lebih hijau dan lestari, dan mereka merasa bangga bahwa mereka telah memberikan kontribusi dalam melestarikan lingkungan. Mereka belajar bahwa dengan keinginan dan usaha, mereka bisa membuat perbedaan dalam menjaga bumi kita yang indah.

15. Bendera Pramuka yang Hilang

Pada sebuah perkemahan pramuka, terdapat kompetisi pramuka tahunan yang sangat dinantikan. Tugas utama adalah menjaga dan melindungi bendera pramuka yang terletak di puncak bukit terjal.

Tim Pramuka Biru terdiri dari Ani, Rudi, dan Nia. Mereka diberi tugas untuk menjadi penjaga bendera. Malam hari, angin kencang dan hujan deras mengguncang tenda mereka. Mereka bangun terkejut dan menyadari bendera pramuka mereka telah terbang.

Mereka segera menyusun rencana penyelamatan. Dengan memakai senter dan kompas, mereka mendaki bukit pada tengah malam. Ani memimpin, Rudi menjaga kompas, dan Nia menyemangati mereka.

Mereka mencapai puncak bukit dan menemukan bendera pramuka yang terjatuh. Mereka sangat bahagia dan merasa lega.

Keesokan pagi, mereka mengembalikan bendera ke perkemahan. Meskipun basah kuyup, mereka merasa bangga telah menyelesaikan misi penyelamatan mereka. Di akhir kompetisi, mereka menerima penghargaan untuk semangat dan kerja sama tim mereka.

16. Rawa Pening

Mengisahkan tentang Baro Klinting, seekor naga, anak dari Endang Sawitri, putri Kepala Desa Ngasem. Karena sebuah kutukan, Endang Sawitri harus mengandung dan melahirkan seorang anak berwujud naga seorang diri.

Baro Klinting pun pergi ke Gunung Telomoyo untuk bertapa demi melepaskan diri dari kutukan sehingga dapat berubah wujud menjadi anak manusia pada umumnya. Ia bertapa dengan cara melilitkan tubuh naganya sampai ke puncak Gunung Telomoyo.

Malangnya, ada sekumpulan warga Desa Pathok yang tengah berburu tidak melihat wujud keseluruhan Baro Klinting. Mereka hanya melihat ekor Baro Klinting saja dan memotong-motong daging ekor Baro Klinting untuk dibawa pulang ke desa mereka. Baro Klinting yang telah berhasil dalam pertapaan dan berubah wujud menjadi seorang anak manusia pun mendatangi warga Pathok. Namun, keadaan tubuhnya yang lusuh dan penuh luka mengakibatkan penolakan warga.

Baro Klinting pun menantang warga mencabut sebatang lidi yang tertancap di tanah. Ajaibnya, tak seorang pun mampu mencabutnya, bahkan orang dewasa yang paling kekar sekalipun. Hanya Baro Klinting yang berhasil mencabut lidi itu.

17. Abu Nawas

Pada suatu hari di sebuah negeri Timur Tengah tempatnya 1001 malam terjadi, ada seorang pemuda bernama Abu Nawas.

Pria ini membuat geger warga kerajaan karena mengaku dirinya mau terbang kepada orang-orang.

Namun, tidak ada satu pun orang-orang yang percaya padanya.

Sebab kabar Abu Nawas yang mau terbang sangat heboh, berita ini pun sampai ke telinga Baginda Raja. Baginda kemudian memerintahkan rakyatnya untuk berkumpul di alun-alun untuk menyaksikan Abu Nawas yang mau terbang, jika ia tidak berhasil maka Abu akan dihukum karena berbohong.

Abu Nawas kemudian naik ke menara yang tinggi dan mengepak-ngepakkan tangannya seperti mau terbang. Baginda Raja pun jenuh menunggu dan memanggil Abu Nawas turun ke bawah dan bertanya kenapa tidak kunjung terbang?

Abu Nawas pun menjawab ia bilang hanya mau terbang, bukan bisa terbang. Mendengar hal ini pun Baginda tidak jadi menghukum Abu karena ia tidak berbohong.

Unsur-Unsur Cerita Fiksi

Membaca cerita fiksi pendek memang sangat menyenangkan karena menghibur dan akan memberikan pesan moral.

Namun demikian, dalam menulis contoh cerita fiksi, perlu aturan atau unsur yang harus ada di dalamnya.

Nah, sejumlah unsur dari cerita fiksi tersebut akan menjadi acuan penulis dalam membuat cerita.

Adapun sejumlah unsur yang ada pada contoh cerpen fiksi yang bisa kamu jadikan referensi, di antaranya:

  • Tema: gagasan dasar umum dalam sebuah karya.
  • Penokohan: cara penulis dalam menampilkan tokoh. Misalnya, tokoh A adalah tokoh protagonis yang memiliki sifat bijaksana, sedangkan tokoh B merupakan tokoh antagonis yang ceroboh.
  • Alur: urutan kejadian yang ada di dalam cerita.
  • Klimaks: akhir dari konflik, saat konflik sudah mencapai intensitas tinggi dan merupakan kejadian yang tidak bisa dihindari.
  • Konflik: permasalahan-permasalahan yang dihadapi para tokoh dalam cerita
  • Tokoh: pelaku yang ada dalam karya tersebut.
  • Amanat: pemecahan solusi dari penulis atas persoalan dalam cerita tersebut. Amanat mengandung pesan moral yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca.
  • Latar: tempat, suasana, dan waktu terjadinya peristiwa yang diceritakan.
  • Sudut pandang: pandangan penulis dalam menyampaikan sebuah cerita sehingga cerita tersebut lebih hidup dan tersampaikan dengan baik pada pembacanya.

***

Itulah ulasan beberapa contoh cerita fiksi pendek yang bisa kamu pelajari.

Baca artikel menarik lainnya gaya hidup, pendidikan, hingga properti hanya di artikel.rumah123.com atau kunjungi Google News kami.

Dapatkan juga tawaran menarik seputar rumah impian di Rumah123 karena apapun yang kamu butuhkan #SemuaAdaDisini.

Ikuti juga serunya ngobrolin properti terkini melalui Teras123!


Tag: , , ,


Maskah Alghofar

Content Writer

Maskah adalah seorang content writer di 99 Group sejak tahun 2022. Lulusan Penerbitan PoliMedia Jakarta ini mengawali karir sebagai jurnalis online. Kini, Maskah rutin menulis tentang properti, gaya hidup, pendidikan, dan kesehatan.
Selengkapnya