tabulampot

Hunian mungil kerap menggunakan metode tabulampot (tanaman buah dalam pot) untuk mengatasi keterbatasan lahan. 

Tanaman buah umumnya cukup tinggi dan membutuhkan ruang tumbuh yang luas. 

Untuk itu, banyak orang yang kesulitan untuk menanamnya di lahan yang sempit. 

Namun, sejak tahun 1970-an, metode budidaya ini hadir dan terus berkembang hingga kini. 

Tak hanya teknologi yang digunakan, jumlah jenis tanaman buah yang bisa menggunakan metode ini pun semakin beragam. 

Jika kamu tertarik menggunakan metode ini untuk taman minimalis di rumah, simak langkah-langkahnya yuk!

Siapkan Bibit Tabulampot

bibit tabulampot

Bibit tanaman adalah salah satu hal yang menentukan tingkat keberhasilan metode ini. 

Umumnya, ada dua jenis tanaman yang bisasanya digunakan, yaitu bibit dari biji (generatif) dan bibit hasil cangkok, okulasi, maupun penyambungan (vegetatif).

Untuk budidaya tabulampot, sebaiknya kamu menggunakan bibit hasil perbanyakan vegetatif. 

Sebab, sifat tanamannya bisa dipastikan dan biasanya bersifat sama seperti induknya. 

Dengan begitu, keberhasilan tanaman ini lebih mudah diprediksi. 

Tak hanya itu, bibit perbanyakan vegetatif ini juga cenderung lebih cepat berbuah lho. 

Siapkan Media Tanam

tabulampot

Media tanam tambulampot berfungsi sebagai tempat tumbuhnya akar dan untuk menopang postur tanaman. 

Untuk itu,media tanam ini harus bisa menyimpan air dan memasok nutrisi yang dibutuhkan tanaman.

Banyak orang yang kerap menggunakan media tanam berupa campuran tanah, kompos, dan arang sekam dengan komposisi 1:1:1.

Tanah dan material organik di daerah tropis biasanya memiliki tingkat keasaman yang cukup tinggi. 

Bila bahan-bahan media tanam tersebut terlalu asam, cobalah campurkan kapur pertanian atau dolomit ke dalamnya.

Setelahnya, kamu bisa menyiapkan pot sebagai wadah. 

Ada beragam jenis pot yang bisa digunakan, mulai dari tanah liat, logam, plastik, semen, hingga kayu. 

Lakukan Penanaman Bibit

tabulampot

Berikut langkah-langkah yang bisa kamu lakukan untuk menanam bibit tanaman ke dalam wadah tabulampot:

- Siapkan bahan-bahan media tanam, kemudian ayak dan buang kerikil-kerikil yang ada didalamnya.  - Campurkan bahan-bahan itu hingga merata. - Siapkan pot dengan ukuran yang disesuaikan dengan ukuran tanaman.  - Letakkan pecahan genteng pada dasar pot, satu lapis saja. Kemudian letakkan juga satu lapis ijuk atau sabut kelapa. - Kemudian isi dengan media tanam yang sudah disiapkan hingga setengah tinggi pot. - Untuk mengurangi penguapan, pangkas sebagian daun atau batang bibit tanaman. - Kemudian buka polybag bibit tanaman, letakkan tepat di tengah-tengah pot. Timbun dengan media tanam hingga pangkal batang. - Padatkan media tanam di sekitar pangkal batang dan pastikan tanaman sudah kuat tertopang.  - Jangan lupa untuk menyiramnya dengan air untuk mempertahankan kelembaban. - Simpan tabulampot di tempat yang agak teduh untuk beradaptasi. 

Lakukan Perawatan Tabulampot

tabulampot

1. Penyiraman

Tabulampot harus di letakkan di tempat terbuka dan terkena cahaya matahari sepenuhnya. 

Lakukan penyiraman setiap hari, biasanya pada pagi atau sore hari. 

2. Pemangkasan

Terdapat tiga tujuan pemangkasan tabulampot yaitu pemangkasan bentuk, pemangkasan produksi dan pemangkasan peremajaan. 

Pemangkasan bentuk dilakukan untuk membentuk tajuk baru dan mengatur postur tanaman agar sinar matahari bisa menembus semua bagian tanaman.

Pemangkasan ini juga bisa dilakukan untuk mempercantik bentuk tanaman agar terlihat lebih rapi. 

Sementara, pemangkasan produksi berkaitan dengan fungsi produksi tanaman. 

Pemangkasan dilakukan terhadap tunas air untuk merangsang pembungaan dan membuang batang yang terlihat memiliki penyakit. 

Pemangkasan terakhir dilakukan untuk melakukan peremajaan terhadap tanaman yang telah tua. 

Hal tersebut biasanya dilakukan dengan mengganti media tanam dan pot (repotting). 

3. Pemupukan

Media tabulampot memiliki cadangan nutrisi yang terbatas sehingga harus dilakukan pemupukan secara berkala. 

Pemupukan pertama dilakukan satu bulan setelah tanam. Selanjutnya dilakukan setiap tiga hingga empat bulan sekali.

Pupuk yang digunakan sebaiknya pupuk organik, baik itu kompos, kandang, atau cair. 

4. Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian hama dan penyakit pada tabulampot sebaiknya dilakukan sejak memilih bibit. 

Pastikan kamu menggunakan bibit unggul yang memiliki ketahanan terhadap hama dan penyakit tertentu. 

Pencegahan serangan hama dan penyakit juga bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan media tanam dan kebun. 

5. Pergantian Media dan Pot

Tabulampot yang telah mencapai ukuran tertentu perlu dipindahkan karena ruang gerak menjadi terbatas.

Pemindahan dilakukan sekaligus dengan pergantian media tanam.

Nah, itulah beberapa hal yang bisa kamu lakukan jika ingin melakukan metode tabulampot di rumah. 

Jangan lupa kunjungi artikel.rumah123.com untuk dapatkan artikel menarik lainnya seputar properti. 

Kamu juga bisa mencari properti yang sesuai kebutuhanmu seperti Newton Residence hanya di www.rumah123.com.

Bagikan:
4670 kali