OK

Cara Menghitung BEP Unit dan Rupiah untuk Keperluan Usaha. Wajib Dipelajari!

08/02/2022 by Nico Nadine

cara menghitung bep

Sudahkah kamu tahu bagaimana cara mengitung BEP yang benar untuk keperluan usaha? Jika belum, pelajari caranya di sini, yuk!

Dalam dunia usaha, BEP berperan penting sebagai alat pengambilan keputusan atau langkah-langkah bisnis.

Oleh karena itu, setiap pelaku usaha wajib memahami apa yang dimaksud dengan BEP dan bagaimana cara perhitungannya.

Sebelum memulai usaha, pelajari cara menghitung BEP di sini.

Apa Itu BEP?

BEP (Break Even Point) adalah titik impas yang mengacu pada jumlah pendapatan yang harus diperlukan untuk menutup total biaya yang sudah dikeluarkan dalam kurun waktu tertentu, termasuk biaya tetap maupun biaya variabel.

Singkatnya, BEP merupakan titik di mana pendapatan yang diperoleh sama dengan modal yang dikeluarkan atau berada pada titik nol.

Dengan demikian, perusahaan/usaha tidak mendapatkan keuntungan maupun kerugian.

Kondisi ini bisa terjadi saat perusahaan, dalam operasinya, menggunakan biaya tetap dan volume penjualannya hanya cukup untuk menutupi biaya tetap dan variabel.

Namun, apabila penjualan melebihi biaya variabel dan biaya tetap, maka perusahaan tersebut sedang berada di posisi untung.

Selain penting dalam kegiatan perusahaan/usaha, cara menghitung BEP juga sering digunakan dalam investasi saham untuk mengetahui kapan waktu membeli dan menjual yang tepat.

Fungsi Break Even Point

Break even point berperan penting dalam kegiatan usaha, terutama bagi perusahaan dalam mengevaluasi kondisi perusahaan serta menentukan langkah kedepannya.

Inilah fungsi break even point:

  • Penentu jumlah minimum penjualan yang harus dipertahankan agar perusahaan tidak merugi
  • Penentu jumlah penjualan yang harus dicapai agar perusahaan bisa meraih keuntungan sesuai dengan apa yang telah direncanakan
  • Alat untuk mengukur dan menjaga tingkat penjualan serta produksi agar tidak lebih kecil dari BEP
  • Perencanaan penjualan dan tingkat produksi

Manfaat Break Even Point

Bagi pelaku bisnis, BEP menawarkan manfaat yang sangat luas untuk kelangsungan usaha yang dijalankan.

Berikut manfaat break even point:

  • Mengetahui jumlah minimum penjualan yang harus dipertahankan supaya tidak mengalami kerugian
  • Mengetahui jumlah penjualan yang dicapai supaya bisa meraih keuntungan
  • Mengetahui berapa banyak penjualan yang dikurangi untuk menghindari kerugian
  • Menentukan bauran produk yang dibutuhkan supaya bisa meraih tingkat laba yang ditargetkan
  • Memperoleh informasi serta petunjuk dalam menyelesaikan masalah yang tengah dihadapi, contohnya penambahan atau penggantian fasilitas produksi
  • Memperoleh informasi sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan terkait menutup usaha atau tidak, serta kapan perusahaan harus berhenti beroperasi

Komponen dalam Cara Menghitung BEP

Ada beberapa komponen yang harus kamu ketahui dalam cara menghitung BEP, yakni:

  1. Fixed cost: biaya tetap walaupun produksi berubah
  2. Variable cost: biaya yang berubah-ubah sesuai dengan volume produksi
  3. Revenue: keuntungan atau pendapatan yang diterima penjual
  4. Profit: laba sisa penghasilan setelah dikurangi biaya tetap serta variabel

Cara Menghitung BEP Unit dan Rupiah

cara menghitung bep

preplounge.com

Ada dua cara menghitung BEP, yakni menggunakan rumus unit dan rupiah atau mata uang lainnya:

Rumus BEP:

  • BEP (unit) = Biaya Tetap / (Harga per Unit – Biaya Variabel per Unit)
  • BEP (rupiah) = Biaya Tetap/(Kontribusi Margin Per Unit/Harga Per Unit)

Berikut contoh kasus perhitungan BEP:

Pak Ahmad memiliki sebuah toko mainan dengan rincian sebagai berikut:

Biaya tetap Rp5.000.000
Biaya variabel Rp200.000
Harga jual barang per unit Rp150.000
  • Cara Menghitung BEP Unit

BEP = Biaya Tetap / (Harga per Unit – Biaya Variabel per Unit)

BEP = Rp5.000.000 / (Rp1.500.000 – Rp200.000

BEP = 3,84 (dibulatkan 4)

Dengan demikian, Pak Ahmad akan balik modal ketika bisa menjual empat unit mainan dalam satu bulan mendapatkan laba jika lebih dari itu.

  • Cara Menghitung BEP Rupiah

BEP = Biaya Tetap/(Kontribusi Margin Per Unit/Harga Per Unit)

BEP = 5.000.000/(Harga Jual – Biaya Variabel Per Unit)/Harga Per Unit

BEP = 5.000.000/(1.500.000 – 200.000)/1.500.000

BEP = 5.000.000/0,9

BEP = Rp5.600.000

Jadi, Pak Ahmad dapat mencapai BEP ketika angka penjualannya mencapai Rp6.250.000. Jika melewati angka tersebut, maka sudah balik modal dan bisa menghitung keuntungan.

Jangan lupa membaca artikel.rumah123.com untuk mendapatkan berita, tips, atau panduan yang menarik mengenai properti, desain, hukum, hingga gaya hidup.

Laman ini juga memudahkan bagi para pencari properti, penjual properti, hingga sekadar mengetahui informasi, karena rumah123.com memang #AdaBuat Kamu.

Saatnya kamu memilih dan mencari properti terbaik untuk tempat tinggal atau investasi properti, hanya di rumah123.com dan www.99.co/id.

Dapatkan hunian terbaik, salah satunya di Srimaya Residence!