KPR tidak sanggup bayar

Ada sejumlah solusi penyelesaian kalau KPR tidak sanggup bayar. Kamu tidak perlu khawatir rumah akan disita bank lantaran menunggak cicilan KPR. 

Tidak bisa bayar cicilan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) bisa jadi dialami oleh sejumlah orang karena banyak alasan. 

Apalagi kalau melihat situasi kondisi ekonomi saat ini, ketika pandemi covid-19, ada yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). 

Mereka yang tidak terkena PHK, bisa mengalami pemotongan gaji atau mungkin tidak digaji sama sekali. 

Sementara bagi mereka yang memiliki usaha, pastinya mengalami penurunan pendapatan yang sangat tajam. 

Pemasukan berkurang, padahal para wirausaha juga harus membayar karyawan, membayar tempat usaha, dan lainnya. 

Ini tentunya dalam kondisi perekonomian yang sedang menurun, walaupun dalam kondisi ekonomi normal pun, hal ini bisa terjadi. 

Misalnya kamu dan pasangan memiliki joint income untuk membeli rumah, namun kemudian pasangan memilih berhenti bekerja. 

Saat hanya ada satu pendapatan, tentunya kamu tidak mampu membayar cicilan KPR atau mengalami kesulitan. 

Apalagi jika sebelumnya kamu masih membayar cicilan KPR menggunakan bunga tetap (fixed rate), kemudian berlanjut dengan sistem bunga mengambang (floating rate). 

Kamu tidak perlu berhenti KPR, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan agar bisa terus membayar cicilan KPR. 

Situs properti Rumah123.com akan menjelaskan sejumlah cara jika KPR tidak sanggup bayar lagi. 

Solusi Kalau KPR Tidak Sanggup Bayar 

KPR tidak sanggup bayar

Bagi kamu yang mengalami masalah KPR tidak sanggup bayar ini, sejumlah cara berikut ini bisa dilakukan. 

Yang pertama tentu saja melakukan restrukturisasi KPR ke bank agar mendapatkan kemudahaan. 

Langkah selanjutnya adalah menggunakan dana darurat dan tabungan jika memang memungkinkan. 

Namun, jangan sampai kamu berhutang menggunakan kartu kredit atau cicilan KTA (Kredit Tanpa Agunan). 

Jangan sampai ada hutang baru, sementara kamu masih kesulitan untuk membayar cicilan KPR.

1. Restrukturisasi Cicilan KPR 

KPR tidak sanggup bayar

Jika tidak bisa bayar cicilan rumah lantaran berbagai sebab, sebaiknya kamu dan pasangan segera menemui pihak bank. 

Misalnya saat pandemi covid-19 ini, sejumlah bank menerima permohonan relaksasi nasabah KPR. 

Mereka yang kehilangan pekerjaan, pendapatan menurun, dan lainnya meminta keringanan dari bank. 

Biasanya, bank akan memberikan solusi yang menguntungkan kedua belah pihak, bagaimana nasabah bisa meneruskan cicilan KPR. 

Mungkin bank memperbolehkan nasabah membayar hutang pokok saja dan menunda pembayaran bunga KPR. 

Bank masih mempertimbangkan nasabah untuk melanjutkan cicilan KPR ketimbang menyita rumah. 

Rumah merupakan aset non likuid sehingga bank harus mempertimbangkan pilihan sita dan kemudian menjualnya lagi. 

2. Menggunakan Dana Darurat Atau Tabungan

KPR tidak sanggup bayar

Kamu dan pasangan bisa memanfaatkan dana darurat atau tabungan untuk membayar cicilan KPR. 

Namun, sebaiknya kamu menggunakan dana darurat ini tidak lebih dari 1-2 bulan cicilan KPR agar masih ada dana darurat tersisa. 

Setiap keluarga memang harus mempunyai dana darurat selama minimal 3 bulan supaya pengelolaan keuangan tetap sehat. 

3. Memindahkan Cicilan KPR ke Bank Lain 

KPR tidak sanggup bayar

Solusi lain jika KPR tidak sanggup bayar adalah melakukan pemindahan cicilan KPR ke bank lain. 

Kalau kamu melakukannya, maka akan mendapatkan suku bunga yang lebih rendah dibandingkan sekarang. 

Jika di bank lama, kamu memperoleh bunga mengambang, maka cicilan KPR di bank baru memakai suku bunga tetap untuk 2-3 tahun pertama. 

4. Memiliki Pekerjaan Sampingan 

KPR tidak sanggup bayar

Saat mulai mencicil KPR, ada baiknya kamu dan pasangan memiliki pekerjaan sampingan yang bisa memberikan pemasukan tambahan. 

Banyak cara yang bisa dilakukan saat ini untuk mempunyai pekerjaan sampingan, bisa yang masih terkait pekerjaan utama dan bisa juga tidak. 

Misalnya, kamu bekerja sebagai staf administrasi, namun saat akhir pekan, kamu memiliki pekerjaan menjadi pembawa acara pernikahan. 

5. Mempunyai Usaha Kecil dan Mikro 

KPR tidak sanggup bayar

Selain pekerjaan sampingan, kamu dan pasangan bisa mempunyai usaha kecil dan mikro, bedakan antara pekerjaan dan usaha ya. 

Misalnya kamu memiliki usaha bakery yang dilakukan pada akhir pekan, banyak lho yang seperti ini. 

Pemasukan dari usaha kecil ini bisa menjadi tabungan atau menambah cicilan KPR setiap bulannya, meski pemasukan sudah tentu tidak pasti. 

6. Belajar Melakukan Pengaturan Keuangan 

KPR tidak sanggup bayar

Jika kamu mengalami masalah KPR tidak sanggup bayar, maka sudah saatnya kamu melakukan pengaturan keuangan. 

Coba cek rasio cicilan KPR dengan gaji? Misalnya gaji kamu dan pasangan Rp10 juta, sementara cicilan KPR Rp6 juta. 

Rasionya adalah 60% (persen), sudah tentu ini tidak sehat karena rasio maksimalnya adalah 50 persen. 

Sejumlah perencana keuangan malah menyatakan rasio cicilan hutang dengan gaji sebaiknya maksimal 30 persen saja. 

Kalau begitu, kamu memang harus melakukan tindakan agar penghasilan tidak hanya habis untuk cicilan KPR.

Padahal, kamu masih memiliki pengeluaran untuk makan, bayar sekolah anak, ongkos pergi pulang ke kantor, gaya hidup, dan lainnya. 

Solusinya kamu bisa melakukan restrukturisasi cicilan KPR, melakukan over kredit ke bank, memiliki pekerjaan sampingan, hingga mempunyai usaha kecil. 

Nah, sudah jelas kan mengenai penjelasan solusi KPR tidak sanggup bayar ini, jadi kamu tidak perlu bingung ya. 

Situs properti Rumah123.com selalu menyajikan tips dan artikel menarik mengenai pengaturan keuangan dan membeli rumah. 

Tidak usah bingung kalau sedang cari rumah di Bandung, Podomoro Park Bandung pastinya cocok untuk kamu.

Baca juga: Cicilan KPR Sampai Usia 70 Tahun? Ternyata Bisa Juga, Cek KPR dari Bank Ini!

Bagikan:
24476 kali