OK

Sering Dianggap Sama, Inilah 5 Perbedaan Psikolog dan Psikiater yang Perlu Kamu Tahu!

09/12/2021 by Nico Nadine

konseling

Meski sama-sama berkaitan dengan kesehatan mental, terdapat sejumlah perbedaan psikolog dan psikiater yang perlu untuk kamu ketahui.

Secara umum, psikolog adalah seseorang yang ahli dalam bidang psikologi, sedangkan psikiater adalah dokter yang ahli dalam penyakit jiwa.

Kedua profesi ini memang berkaitan dengan masalah kesehatan mental, tetapi keduanya memiliki perbedaan yang signifikan.

Supaya kamu enggak salah atau tertukar mengenai peran dua profesi ini, langsung saja simak ulasannya berikut!

5 Perbedaan Psikolog dan Psikiater

1. Pendidikan

Dari segi pendidikan, psikolog dan psikiater memiliki perbedaan.

Untuk menjadi psikolog, seseorang harus menjalani setidaknya enam tahun pelatihan di universitas dan pengalaman di bawah pengawasan.

Mereka juga dapat memiliki kualifikasi tingkat Master atau Doktor dalam bidang psikologi.

Selain itu, terdapat beberapa klasifikasi psikolog, salah satunya psikolog klinik telah memiliki pelatihan khusus dalam diagnosis dan perawatan penyakit mental.

Sementara pendidikan yang ditempuh untuk menjadi psikiater adalah dokter medis dengan 11 tahun pelatihan.

Pada awal pendidikannya harus mengambil gelar kedokteran di universitas, kemudian menghabiskan 1-2 tahun pelatihan sebagai dokter umum.

Untuk memperoleh gelar psikiater mereka harus menyelesaikan sekitar lima tahun pelatihan dalam diagnosis dan perawatan penyakit mental.

2. Resep Obat

minum obat

Selain pendidikan yang ditempuh, keduanya juga memiliki kewenangan dalam memberikan resep obat yang berbeda.

Meski psikolog memiliki gelar doktor, mereka bukanlah dokter medis. Oleh sebab itu, para psikolog tidak dapat meresepkan obat.

Mereka hanya menyediakan psikoterapi yang mungkin melibatkan intervensi kognitif dan perilaku.

Berbeda dengan psikolog, psikiater merupakan dokter medis yang dapat meresepkan obat.

Hal tersebut juga dapat dilakukan psikiater secara bersamaan dengan pemberian psikoterapi.

3. Cara Berkonsultasi

Selain itu, cara berkonsultasi keduanya juga memiliki perbedaan.

Untuk menemui psikolog, kita tidak memerlukan rujukan. Meski demikian, untuk kasus tertentu diperlukan rujukan khusus.

Sebagai contoh, dokter umum dapat merujuk kita ke psikolog sebagai bagian dari Rencana Perawatan Kesehatan Mental.

Berbeda dengan psikolog, untuk berkonsultasi dengan psikiater diperlukan rujukan dari dokter umum terlebih dahulu.

4. Perawatan

cek kesehatan

Untuk perawatan, psikolog pada dasarnya hanya fokus pada penyediaan perawatan psikologis.

Sementara psikiater dapat menyediakan berbagai macam perawatan sesuai dengan masalahnya.

Mereka dapat memberikan perawatan medis umum, memeriksa kesehatan fisik, perawatan psikologis, meresepkan obat dan terapi stimulasi otak.

5. Perawatan sesuai Kondisi

Perbedaan psikolog dan psikiater selanjutnya adalah layanan perawatan.

Psikolog cenderung melihat orang dengan kondisi yang dapat dibantu secara efektif dengan perawatan psikologis.

Kondisi yang dapat ditangani oleh psikolog, di antaranya

– perilaku;

– kesulitan belajar;

depresi; hingga

– stres dan kecemasan berlebihan.

Berbeda dengan psikolog, psikiater cenderung menangani orang yang memerlukan pertimbangan medis, psikologis dan sosial.

Adapun kondisi pasien yang ditangani biasanya kompleks, misalnya

– depresi berat;

– skizofrenia; hingga

– bipolar.

Selain itu, seseorang yang telah mencoba bunuh diri atau memiliki pikiran untuk melakukan bunuh diri biasanya akan ditangani oleh seorang psikiater.

Lebih Baik Konsultasi ke Psikolog atau Psikiater?

psikolog

Mungkin kamu bingung ke mana harus berkonsultasi saat merasa memiliki permasalahan dengan kesehatan mental.

Sebenarnya, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah dengan konsultasi ke psikolog.

Namun, kamu juga diperbolehkan langsung mengunjungi psikiater.

Jika kalau kamu tidak tahu harus pergi ke mana dulu, kamu bisa menentukan yang mana saja.

Ada kemungkinan seorang pasien yang berkonsultasi ke psikolog akan direferensikan ke psikiater juga.

Biasanya hal itu disebabkan seseorang bisa saja membutuhkan terapi berupa obat.

***

Itulah sejumlah perbedaan psikolog dan psikiater yang perlu kamu ketahui.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat, ya!

Jangan lupa, kunjungi artikel rumah123.com dan temukan artikel menarik lainnya.

Kamu juga bisa mencari properti yang sesuai kebutuhanmu seperti Fashion Showroom PIK 2 hanya di www.rumah123.com.