OK
Dijual
Disewa
Properti Baru
Panduan

10 Puisi Kehidupan yang Penuh Makna. Bisa Jadi Sumber Renungan dan Pembelajaran!

18 Agustus 2023 · 7 min read Author: Emier Abdul Fiqih P

puisi kehidupan

ilustrasi contoh puisi kehidupan, puisi kehidupan sehari hari

Ingin ungkapkan rasa pahit yang kamu alami selama ini? Tengok saja sejumlah contoh puisi kehidupan pada artikel berikut ini!

Semua manusia di dunia ini tak pernah ada yang tahu tentang kehidupan yang akan mereka lalui.

Oleh karenanya, kemisteriusan sebuah kehidupan kerap jadi sumber inspirasi bagi sebagian kalangan, khususnya yang gemar membuat puisi.

Tak hanya sekadar misterius, puisi kehidupan umumnya punya makna yang begitu mendalam.

Wajar saja jika karya sastra ini bisa dijadikan sebagai sebuah pembelajaran.

Dihimpun dari bola.com dan indozone.id, simak beragam contoh puisi pendek di bawah ini!

Kumpulan Puisi Penuh Makna

1. “Derita”

puisi kehidupan pendek

ilustrasi contoh puisi kehidupan, puisi kehidupan sehari hari

Oleh: Sarah Andriani Saputri

Tak tahu sampai kapan

Jalan yang ku tempuh ini sampai di ujung

Lelah…

Aku merasa lelah

Dengan jalan yang ku tapaki

Mungkin memang harus ku kemudikan dengan baik

Agar sampai di tujuan sesuai keinginan

 

Tetapi, bisakah diriku?

Bisakah kemudi itu berkolaborasi dengan pikiranku ini?

Ataukah kemudi itu yang bisa membawaku ke jalan yang benar?

 

Tuhan, adakah seseorang yang Engkau siapkan untukku

Untuk bersama menopang beban yang ku pikul ini

Agar mau ku bagi kesedihanku

Mau ku bagi deritaku

 

Tak tahu apa lagi yang bisa ku lakukan

Aku

Wanita yang penuh dosa

Yang berharap Engkau mau menunjukkan

Kuasa-Mu itu untukku

2. “Lorong”

Oleh: Mansure

Perjalanan jauh nan panjang

Satu langkah terdiam, mengarungi jejak di sekitar

Untuk warna-warni kehidupan

 

Tumbuh dan berkembang

Di dalam kotak, di setiap jimpit lorong dengan setitik cahaya

Tanpa tahu ke mana arah tiap lorong kehidupan

 

Terseok hingga terluka akibat langkah terlalu cepat

Menjadikan banyak cerita di tiap sudutnya

Bercengkrama dengan canda dan tawa

 

Maka, berbahagialah dan sudahilah sedihmu

Lalu, mulailah kembali dengan menginjak kata di setiap jimpit lorongnya

 

Maka, bersyukurlah

Di setiap langkahnya

Terbuai atau tersakiti

 

Hidup itu hanya sekali

Lalu mati

Maka, berbahagialah

Bahagialah

3. “Sepercik Harapan”

renungan puisi kehidupan

ilustrasi puisi kehidupan singkat, renungan puisi kehidupan

Oleh: Yuningtias

Serpihan malam

Getaran-getaran halus

Menggengam halus

Dalam detik ini

Ingin ku selimuti

Bayang-bayang sepi

 

Aku kehilangan bayangmu

Ku sapu bekas bayangmu

Aku masih seperti kemarin

Menanti dalam hening

Namun, kamu tak bergeming

Menuju ke arahku

Entahlah, mungkin aku harus berlalu

Mengalah pada waktu

Karena aku di dirimu

Hanya sebagai sosok semu

Aku cukup berdiri di sini

Tanpa segala sesuatu tentangmu

4. “Berjalan Pulang”

Oleh: Oky Patria Sadewa

Hidup ini adalah sebuah perjalanan untuk pulang

Melangkah tanpa tahu kapan saat datang petang

Berjerih perih untuk harga yang nantinya pun lenyap

Hingga akhir nyenyak abadi ku dapat dalam senyap

 

Memang hidup adalah perjalanan untuk pulang

Sembari ku menata remah dunia kian mengekang

Buat apa kaya tetapi harus melukai kawan seperjalanan

Toh, tak ku peluk erat tidur dalam sunyi timbunan

 

Hanya pungut aku saat tenggelam dalam kelam

Hanya tapih ragaku kala malam kian terbenam

Andai sayat sembilu langkah ini banyak tercela

Sejuta maaf kataku jika napasku masih terhela

 

Sahabatku seperjalananku

Hidup ini adalah sebuah perjalanan untuk pulang

Dan setiap langkah adalah jejak menuju petang

5. “Jarum Jam”

puisi kehidupan singkat

ilustrasi puisi kehidupan singkat, renungan puisi kehidupan

Oleh: Ranita Ningrum

Jarum jam masih berdenting

Aku terdiam tak sanggup bergeming

Berdiri ataukah kembali terbaring

Bagaikan kayu yang sudah kering

 

Jarum jam masih berdenting

Aku masih terdiam berbaring

Mearatapi nasib yang sedemikian menggiring

Menggiringku ke pusatnya hingga kepala ini pusing

 

Jarum jam masih berdenting

Aku memberanikan diri untuk berontak

Aku tidak mau lagi terdiam berbaring

Karena aku makhluk yang berotak

6. “Kertas Putih”

Oleh: Diah Ariati Prasetia Putri

Hadirmu… bagai kertas putih tanpa tinta

Hadirmu… membawa senyum makna bahagia

Engkau datang dengan jeritan Ibumu

Dan kau datang dengan awal tangismu

 

Namun… waktu tak berpihak padamu

Jerit Ibumu menjadi duka

Tangismu telah tiada

Engkau pun pergi begitu saja

 

Kini… bahagia telah menjadi duka

Senyum merah muda telah tiada

Hadirmu hanya sementara

Engkau sosok kertas putih tanpa tinta

7. “Lampu Lalu Lintas”

puisi kehidupan sehari hari

ilustrasi puisi perjalanan hidup, puisi semangat hidup

Oleh: Linda Grantham

Lampu lalu lintas ini di dalam kepalaku

Selalu hijau dan tak pernah merah

Pikiranku, impianku, dan semua ketakutanku

Mereka semua melaju melewati telinggaku yang mendengarkan

Aku memejamkan mata untuk memblokirnya

Namun di dalam kepalaku, mereka terburu-buru

Aku menarik panas untuk memperlambatnya

Namun, di wajahku muncul kerutan

Jantungku berdetak kencang

Namun, di napasku melambat

Aku bernapas dalam hidup

8. “Tak Seperti yang Aku Pikirkan”

Oleh: Dame Uli Pasaribu

Teriknya mentari menyentuh kalbu

Tak terasa angin memberi ku rasa

Hanya terasa lelah di dalam jiwa

 

Ku coba melangkah ke sana

Tak juga ku temukan suatu hal

Ku langkahkan kembali kakiku

Namun, ku masih tak menemukan sesuatu itu

 

Saat aku berhenti untuk bersandar

Ku memohon dan berserah

Agar aku diberi sebuah peluang

Untuk bisa hidup nyaman

 

Oh Tuhan

Perjuangan ini sungguh melelahkan

Perjuangan ini sungguh membingungkan

Perjuangan ini belum menemukan jalan yang pasti

 

Kaki tak kuat untuk melangkah

Jiwa tak kuat untuk bangun

Hati tak sanggup untuk merasa

Otak tak bisa untuk berpikir

 

Hidupku

Kenapa kau seperti ini

Hanya berharap dari perjuangan yang pasti

Hidup ini terasa sangat membingungkan

Sungguh aku sangat lelah

 

Tuhan

Berilah aku keyakinan

Berilah aku kekuatan

Agar aku bisa jadi seseorang

Yang bisa berguna di dunia ini

9. “Sulitnya Pernikahan yang Gagal”

contoh puisi kehidupan

ilustrasi puisi perjalanan hidup, puisi semangat hidup

Oleh: Karen Warn

Aku menikah dengan seorang pria terlalu dini dalam hidup

Tak siap menjadi istri yang baik

Aku percaya dia mencintaku dan segalanya akan baik-baik saja

Cintaku padanya akan tumbuh seiring waktu

Tahun-tahun yang berlaku baik untuk sementara waktu

Lalu, tiba saatnya, aku tak bisa melihat senyumku

Dia menipuku dan aku pantas mendapatkan lebih

Dengan berat hati, aku keluar dari pintu

Kami berpisah sebagai “teman”, yang berakhir suatu hari

Dengan seorang bayi yang ada di kandunganku

Dia melanjutkan perjalanannya

Dia sekarang menyukai kebebasannya jauh dariku

Aku menggendong putra kami, dia tidak ingin melihat

10. “Hidup Ini Berat tapi Aku Menuliskan dalam Puisi”

Oleh: Victoria Gauci

Melalui pecahan kaca dan mimpi yang memudar

Aku menemukan tempat di mana aku bisa berteriak

Rasa sakit ini sangat besar dan menguasaiku

Aku tak bisa mencium aroma semanggi

Aku berlutut dan menghitung keberkahanku

Karena terkadang hidup itu menyedihkan

Aku membuat jalanku melalui setiap menit

Merasa diberkati bahwa aku masih di dalamnya

Hidup ini sulit, tetapi aku teruskan

Ini adalah perjalanan jiwaku untuk dilalui

 

Aku melihat keluar dari mata pikiranku

Jangan pernah mempertanyakan atau bertanya mengapa

Aku tahu bahwa apa pun yang terjadi padaku

Apakah untuk mengajar dan membebaskanku

Kehidupan yang diterima begitu saja bukanlah tujuan yang baik

 

Ambil napas untuk berpikir dan berhenti sejenak

Aku kuat, cerdas, dan tahu aku hidup dengan niat baik

Belenggu yang pernah aku kenakan, tak bisa menahanku lagi

Aku bebas dan menerbangkan sayapku

Menghargai setiap hal dan jujur tentang siapa aku,

Atas keberanianku, aku pun berdiri

***

Semoga pembahasan puisi kehidupan di atas bisa bermanfaat untuk Property People.

Intip terus artikel seputar kumpulan puisi hanya di artikel.rumah123.com.

Ikuti laman  Google News kami untuk simak berita edukatif lainnya!

Sedang mencari hunian impian seperti Paradise Serpong City di Setu, Tangerang Selatan?

Akses Rumah123.com untuk dapat kemudahan dalam beli rumah impian, karena kami pasti #AdaBuatKamu.


Tag: , , , ,


Emier Abdul Fiqih P

Content Writer

Menjadi penulis di 99 Group sejak 2022 yang berfokus pada artikel properti, gaya hidup, dan teknologi. Lulusan S2 Linguistik UPI ini sempat berprofesi sebagai copy editor dan penyunting buku. Senang menonton film dan membaca novel di waktu senggang.
Selengkapnya

IKLAN

Tutup iklan
×

SCROLL UNTUK TERUS MEMBACA