OK
Dijual
Disewa
Properti Baru
Panduan

10 Contoh Puisi Hujan yang Menarik dan Inspiratif

28 April 2023 · 5 min read Author: Nik Nik Fadlah

puisi hujan

Ingin membuat puisi hujan yang bermakna? Simak berbagai contohnya di bawah ini, ya!

Puisi adalah salah satu karya sastra yang hingga saat ini memiliki banyak penggemar, mulai dari orang dewasa hingga kalangan muda. 

Jenis sajak yang satu ini biasanya berisi pandangan atau perasaan penyair mengenai berbagai hal.

Oleh sebab itu, puisi seringkali memiliki makna mendalam. 

Puisi pun menjadi karya sastra yang tak terbatas pada tema tertentu. Bahkan, kamu pun bisa membuat puisi tentang hujan. 

Ya, hujan memang memiliki makna tersendiri bagi setiap orang. 

Sebagian orang menganggap bahwa hujan merupakan bentuk ungkapan kesedihan. Sementara yang lain, menganggapnya sebagai sebuah kenangan. 

Untuk alasan tersebut, fenomena alam yang satu ini kerap dijadikan sebagai inspirasi untuk membuat sebuah puisi. 

Nah, bagi kamu yang tertarik untuk membuat sajak hujan, berikut beberapa contohnya!

Contoh Puisi Hujan

Dilansir dari berbagai sumber, inilah contoh puisi tema hujan yang memiliki makna mendalam. 

1. Setetes Kenangan Hujan

Dulu,

Saat semburat merah jingga nan elok.

Saat gumpalan kapas gelap bersanding bersama cakrawala.

Tetes kehidupan jatuh serentak.

Membombardir ribuan kilometer lahan.

 

Impresi menguap di atas tanah.

Larut bersama wewangian hujan.

Di bawah rintik-rintik nikmat Tuhan.

Tersemat manis indahnya janji masa depan.

Penuai kebahagiaan semu berselimut basah.

 

Kini,

Harus beradu dengan nestapa.

Menatap seruan hina yang menyayat jiwa.

Menusuk hingga rindu menyeruak keluar.

Dengan satu tarikan napas gusar.

2. Hujan yang Turun Lagi

Hujan ini turun lagi.

Untuk kesekian kali.

Mengingatkanmu.

Mengingatkanku.

Tentang rintik.

Soal waktu yang sedetik.

 

Hujan ini turun lagi.

Menetesi kedua pipi.

Membasahimu.

Membasahiku.

Tentang kenangan.

Soal air mata yang berlinang.

 

Hujan ini turun lagi.

Dari kata yang kau namakan puisi.

Namamu.

Namaku.

Tentang kata kata cinta.

Soal rasa yang pernah singgah.

 

Hujan ini turun lagi.

Membekas di lubuk hati.

3. Puisi Hujan Bulan Juni

Tak ada yang lebih tabah,

Dari hujan bulan Juni.

Dirahasiakannya rintik rindunya.

Kepada pohon berbunga itu.

 

Tak ada yang lebih bijak,

Dari hujan bulan Juni.

Dihapusnya jejak-jejak kakinya.

Yang ragu-ragu di jalan itu.

 

Tak ada yang lebih arif,

Dari hujan bulan Juni.

Dibiarkannya yang tak terucapkan.

Diserap akar pohon bunga itu.

4. Hujan Malam Ini

Gulungan awan hitam.

Telah jadi tanda kehadirannya.

Mengalir deras.

Ia menghantam bumi.

 

Tak ada lagi tanah gersang.

Tak ada lagi bunga yang kehausan.

Tak ada jiwa yang rasakan dahaga.

Semua tergenangi oleh kesejukannya.

 

Semua kini turut terdiam.

Tak ada kata yang terdengar.

Semua hanya bisa berharap.

Dia ‘kan datang membawa berkah.

Bukan tragedi atau bencana.

5. Hujan dan Namamu

Senandung lagu mendekap lirih romansa jiwa.

Benak menyapa raut wajah yang nyaris tenggelam.

Dalam lautan mimpi sang penghirup malam.

Melawan hujan, mereguk jejak tanpa nama dunia.

 

Dia yang mencoba membaca arah.

Dalam gelap, memanggil cahaya yang tersembunyi di balik aksara.

Berdiri sendiri mencoba mengenal suara kerinduan.

Adakah dia di sana masih terpaku menatap kenangan.

 

Kemana kau akan berlari.

Melepas pagi dan mencoba memutar mentari.

Apalah kau masih terlelap dan terus bermimpi.

Memuja cinta tanpa rasa haus duniawi.

 

Kenangan hujan memanggilmu, dan tetap memanggil namamu.

Meski luka mencoba menjauhkan dirimu dari putaran waktu masa lalu.

Bulan di sana masih merindukanmu.

Untuk kembali padanya, tanpa menghapus tangisan hujan di wajahmu.

6. Saat Hujan Turun

Berteriaklah di depan air terjun tinggi debam suaranya memekakan telinga.

Agar tidak ada yang tahu kau sedang berteriak.

 

Berlarilah di tengah padang ilalang tinggi.

Pucuk-pucuknya lebih tinggi dari kepala agar tidak ada yang tahu kau sedang berlari.

 

Termenunglah di tengah senyapnya pagi

Yang kicau burung pun hilang entah kemana agar tidak tahu kau sedang termangu.

 

Dan menangislah di tengah hujan yang lebat.

Agar tidak ada orang tahu bahwa kau sedang menangis.

 

Perasaan adalah perasaan.

Tidak dibagikan, tidak diceritakan, tidak disampaikan dia tetap perasaan.

7. Apa Kabar Hujan?

Hujan, apa kabar?

Malam ini saat kau hadir seketika membawaku dalam dimensi lain.

Kau ajak setumpuk kenangan turun bersamamu untuk menghampiriku.

Saat itu aku sedang terluka dan kaulah yang setia menemaniku.

 

Hujan, kau ingat isak tangisku malam itu?

Ku ceritakan semuanya kepadamu dan kau simpan baik-baik ceritaku sampai hari ini.

Hujan, kaulah saksi betapa kuatnya aku saat itu.

Hingga hari ini aku bisa berdiri dengan tegak.

Akan ku berikan ucapan terima kasih karena kau selalu menyejukan hatiku.

8. Hujan

contoh puisi hujan

Kumpulan Puisi Tentang Hujan Singkat (Sumber: Scribd.com)

9. Aku, Kamu dan Hujan

puisi tentang hujan

Contoh Puisi Hujan yang Menarik (Sumber: Books.google.com)

10. Cerita Hujan

Mata yang selalu bersinar.

Indah senyum yang disunggingkan.

Kepiawaian dalam berbicara.

Anugerah Tuhan yang sungguh sempurna.

Elokkah aku inginkannya?

Langkah hati ingin berada di dekatnya.

 

Alangkah indah bila tak ada benteng.

Rasa hati ingin aku sampaikan.

Dari perasaan yang terdalam.

Yakin ini cinta dalam hati yang kunyatakan.

***

Itulah kumpulan puisi hujan singkat yang penuh makna.

Temukan juga ulasan lainnya seputar kumpulan puisi hanya di artikel.rumah123.com.

Agar tak ketinggalan berita terbaru, ikuti terus Google News kami, ya.

Yuk, segera wujudkan keinginan untuk memiliki rumah impian bersama Rumah123.com karena kami selalu #AdaBuatKamu.


Tag: ,


Nik Nik Fadlah

Content Writer

Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Pasundan yang kini menjadi penulis di Rumah123 dan Berita 99. Memiliki pengalaman menulis di bidang kesehatan, gaya hidup, fashion, teknologi, pendidikan, hingga properti. Hobi membuat digital collage art.
Selengkapnya

IKLAN

Tutup iklan
×

SCROLL UNTUK TERUS MEMBACA