OK
Dijual
Disewa
Properti Baru
Panduan

6 Pertanyaan di Alam Kubur dan Jawabannya yang Harus Diketahui Umat Islam, Apa Saja?

23 April 2024 · 7 min read Author: Alya Zulfikar · Editor: Bobby Agung Prasetyo

fitnah kubur dan cara menjawabnya

Di alam kubur nanti, akan datang dua malaikat yang menguji keimanan muslim yang telah meninggal dengan pertanyaan di alam kubur. Apa saja pertanyaannya, ya?

Mempercayai keberadaan akhirat termasuk dalam salah satu rukun iman.

Sebagaimana kita ketahui bersama dalam ajaran Islam, kelak di alam kubur nanti akan ada dua malaikat yang mengajukan pertanyaan kepada ahli kubur.

Dengan mengetahui apa saja pertanyaan yang akan diajukan, para muslim diharapkan bersiap dengan baik.

Ketahui apa saja pertanyaan di alam kubur dan jawabannya, yuk!

Apa Itu Alam Kubur?

pengertian alam kubur

pengertian alam kubur

Dalam agama Islam, alam kubur disebut sebagai alam barzakh yang artinya “pemisah”.

Para ulama mengartikan alam barzakh sebagai periode antara kehidupan dunia dan akhirat.

Merujuk buku Negeri Akhirat, alam barzakh adalah alam antara waktu seseorang meninggal dunia hingga hari kiamat.

Selama menunggu hari kiamat, setiap orang yang meninggal dunia akan berada di alam barzakh ini.

Keadaan selama berada di alam ini, baik mendapat kenikmatan maupun mendapat kesengsaraan, bergantung pada amal semasa hidupnya.

Alam barzakh berkaitan dengan bebeapa hal, yakni pertanyaan Munkar dan Nakir, azab kubur, dan nikmat kubur.

Quraish Shihab menggambarkan alam barzakh layaknya berada di dalam ruangan terpisah yang terbuat dari kaca.

Di samping itu, dalam sebuah hadis, Rasulullah menjelaskan seperti apa kondisi alam kubur, yakni:

إِنَّمَا الْقَبْرُ رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ أَوْ حُفْرَةٌ مِنْ حُفَرِ النَّار

Artinya: “Sesungguhnya kubur itu tak ubahnya, bagaikan taman dari taman-taman surga atau lubang dari lubang-lubang neraka.” (HR Tirmidzi)

Pertanyaan di Alam Kubur dan Jawabannya

pertanyaan di alam kubur dan kunci jawabannya

pertanyaan di alam kubur dan kunci jawabannya

Merujuk buku Alam Kubur Itu Benar Adanya oleh Yulian Purnama, disebutkan bahwa semua orang akan mengalami fitnah (ujian) kubur, kecuali para Nabi dan syuhada.

Fitnah kubur adalah pertanyaan yang ditanyakan oleh dua malaikat di alam kubur, yakni Munkar dan Nakir.

Barang siapa bisa menjawab pertanyaan tersebut, ia akan selamat. Namun, jika tidak bisa menjawabnya, ia akan binasa.

Dari Al Barra’ bin ‘Azib r.a., Rasulullah saw. bersabda”

“Ruh orang (mukmin) yang meninggal akan mendengar hentakan kaki orang-orang yang menguburkannya ketika mereka mulai berpulangan. Kemudian setelah itu datanglah dua malaikat yang garang dan membentaknya. Kedua malaikat tersebut mendudukkan sang mayit dan bertanya: siapa Rabb-mu? Ia akan menjawab: Rabb-ku adalah Allah. Kedua malaikat bertanya: Apa agamamu? Ia menjawab: Agamaku Islam. Kedua malaikat bertanya: Siapa orang yang diutus untuk kalian? Ia menjawab: Ia adalah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wassalam. Kedua malaikat bertanya: Kemudia apa ilmumu? Ia menjawab: Aku membaca Al-Qur’an, aku beriman kepadanya, dan membenarkannya. Maka seorang akan ditanya siapa Rabb-ny, apa agamanya, dan siapa nabinya. Dan itu adalah ujian terakhir yang diajukan kepada seorang mukmin.”

Dalam beberapa riwayat, diketahui bahwa ada enam pertanyaan di alam kubur yang dijaukan oleh malaikat yang utamanya tentang rukun Islam, yakni:

1. Man rabbuka? (Siapa Tuhanmu?)

Jawaban: Allahu Rabbi (Allah Tuhanku)

2. Man nabiyyuka? (Siapa nabimu?)

Jawaban: Muhammadun nabiyyi (Muhammad Nabiku)

3. Man dinuka? (Apa agamamu?)

Jawaban: Al-Islamu dini (Islam agamaku)

4. Man imamuka? (Siapa imammu?)

Jawaban: Al-Qur’an imamuka (Al-Qur’an imamku)

5. Aina Qiblatuka? (Di Mana kiblatmu?)

Jawaban: Al-Kabatu qiblati (Kabah kiblatku)

6. Man Ikhwanuka? (Siapa saudaramu)

Jawaban: Al-muslimun wal-muslimat ikhwani (Kaum muslim dan muslimah dan muslimah saudaraku)

Pertanyaan tersebut mungkin terdengar sepele dan mudah dijawab, tetapi jawaban atas pertanyaan tersebut tergantung amal ibadah kita selama hidup di dunia.

Bagi muslim yang taat, pertanyaan tersebut sudah pasti dapat dijawab dengan mudah.

Ketika seorang muslim berhasil menjawabnya, akan terdengar suara penyeru dari langit, “Benar hamba-Ku ini! Hamparkan tikar dari surga kepadanya, lalu angin surga datang kepadanya. Suruh dia istirahat seperti istirahatnya kedua pengantin”.

Namun, bagi orang kafir, mereka tidak akan bisa menjawab pertanyaan tersebut dan akan terdengar suara dari langit, “Hamba-Ku ini seorang pendusta, penolak ajaran, hamparkan tikar dari api neraka, maka siksa sampai kiamat datang”.

Hal ini dijelaskan dalam hadis lanjutan yang berbunyi:

“Ruh orang (kafir) yang meninggal akan mendengar hentakan kaki orang-orang yang menguburkannya ketika mereka mulai berpulangan. Kemudia setelah itu datanglah dua malaikat yang garang dan membentaknya. Kedua malaikat tersebut mendudukan sang mayit dan bertanya: Siapa Rabb-mu? Ia menjawab: Hah.. hah.. aku tidak tahu. Kedua malaikat bertanya: Apa agamamu. Ia menjawab: Hah.. hah.. aku tidak tahu. Kedua malaikat bertanya: siapa orang yang diutus untuk kalian? Apakah engkau tudak tahu namanya? Bukankah dia Muhammad. Ia menjawab: Hah.. hah.. aku tidak tahu. Aku pernah mendengar orang-orang menyebutnya. Maka dikatakan kepadanya: Engkau tidak belajar Al Qur’an, engkau tidak membaca AL-Qur’an. Kemudian diserukan dari langit: Engkau telah mendustakan Al-Qur’an. Lalu ia pun diperlihatkan bagian dari neraka.”

Pertanyaan di Alam Kubur bagi yang Ragu pada Kebenaran Islam

Pertanyaan di alam kubur bagi orang-orang yang ragu pada kebenaran Islam pada dasarnya sama, tetapi mereka memiliki kemampuan yang berbeda untuk menjawabnya.

Mereka yang ragu pada kebenaran Islam dan akidahnya menyimpang akan kesulitan menjawab pertanyaan alam kubur.

Saat menjawab man rabbuka (siapa tuhanmu), lidahnya akan sulit mengucap “Allah Tuhanku” dan akan mengeluarkan jawaban dengan kalimat-kalimat lain.

Malaikat Munkar dan Nakir pun akan memukul orang-orang yang ragu pada kebenaran Islam.

Setiap pukulan yang dilayangkan oleh kedua malaikat tersebut dapat mengeluarkan api yang bertahan hingga beberapa hari, lalu padam dan menyala lagi.

Hal tersebut akan berlangsung sepanjang umur dunia.

Apabila mereka kesulitan menjawab “Islam agamaku”, malaikat Munkar dan Nakir akan melayangkan satu pukulan yang membuat api kembali menyala di dalam kuburnya.

Kesulitan menjawab pertanyaan tersebut disebabkan karena semasa hidupnya selalu mempertanyakan kebenaran Islam hingga muncul keraguan di dalam dirinya.

Demikian pula bagi orang-orang yang tidak mampu menjawab “Al-Qur’an kitabku”, mereka akan mendapatkan ganjaran yang sama seperti pertanyaan sebelumnya.

Pertanyaan di Alam Kubur bagi yang Mendustakan Islam

Orang-orang yang mendustakan Islam akan mendapatkan kesulitan yang lebih dibanding mereka yang ragu akan kebenaran Islam.

Saat malaikat Munkar dan Nakir menanyakan setiap pertanyaan di alam kubur, mereka yang mendustakan Islam akan menjawab semua pertanyaan dengan jawaban yang sama, yakni “Tidak tahu”.

Mereka pun akan diberi hukuman berupa pukulan dengan gada hingga masuk ke dalam Bumi lapisan ketujuh.

Setelah itu mereka akan dimuntahkan kembali ke alam kubue dan akan dipukul kembali sebanyak tujuh kali.

Mereka akan mendapatkan ganjaran selama di alam kubur dan juga nanti ketika di akhirat.

Keadaan Manusia di Alam Kubur

Dalam buku Alam Kubur Itu Benar Adanya, disebutkan bahwa terdapat lima golongan manusia di alam kubur, yakni:

  • Para Nabi dan Rasul ‘alahihimussalam: mereka dalam keadaan yang paling baik di alam kubur.
  • Para syuhada (orang yang wafat ketika jihad fi sabilillah): mereka mendapat nikmat kubur selamat dari fitnah kubur (pertanyaan kubur) dan azab kubur.
  • Orang-orang yang mendapat nikmat kubur setelah melalui fitnah kubur: mereka mendapat berbagai kenikmatan surga (ditemani amal saleh, diluaskan kuburnya, diperlihatkan surga kepada mereka). Mereka berbahagia sampai-sampai mereka ingin kiamat disegerakan agar bisa berjumpa dengan keluarganya.
  • Orang-orang yang mendapat siksa kubur setelah melalui fitnah kubur, tetapi tidak selamanya: mereka adalah orang-orang yang melakukan dosa, tetapi masih memiliki iman dalam hati mereka.
  • Orang-orang yang mendapat siksa kubur terus-menerus hingga hari kiamat: merekalah orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Mereka disiksa dengan siksaan mengerikan dan terus-menerus hingga hari kiamat.

FAQ Pertanyaan di Alam Kubur

Apa saja pertanyaan di alam kubur dan jawabannya?

Pertanyaan di alam kubur dan jawabannya:

1. Man rabbuka? (Siapa Tuhanmu?)

Jawaban: Allahu Rabbi (Allah Tuhanku)

2. Man nabiyyuka? (Siapa nabimu?)

Jawaban: Muhammadun nabiyyi (Muhammad Nabiku)

3. Man dinuka? (Apa agamamu?)

Jawaban: Al-Islamu dini (Islam agamaku)

4. Man imamuka? (Siapa imammu?)

Jawaban: Al-Qur’an imamuka (Al-Qur’an imamku)

5. Aina Qiblatuka? (Di Mana kiblatmu?)

Jawaban: Al-Kabatu qiblati (Kabah kiblatku)

6. Man Ikhwanuka? (Siapa saudaramu)

Seperti apa kehidupan di alam kubur?

Para ulama mengartikan alam kubur atau barzakh sebagai periode antara kehidupan dunia dan akhirat.

Ketika berada di alam barzakh, manusia akan mampu melihat kehidupan dunia dan akhirat.

Quraish Shihab menggambarkan alam barzakh layaknya berada di dalam ruangan terpisah yang terbuat dari kaca.

Siapakah malaikat yang menanyai manusia di alam kubur?

Malaikat yang menanyai manusia di alam kubur adalah Munkar dan Nakir.

***

Semoga artikel ini bermanfaat untukmu, ya.

Baca berbagai topik menarik lainnya hanya di artikel.rumah123.com.

Ikuti Rumah123 di Google News untuk mendapatkan informasi ter-update.

Apabila sedang mencari hunian yang nyaman, tengok rekomendasinya di Rumah123. karena #SemuaAdaDisini!

Referensi

  • Purnama, Yulian. (2021). Alam Kubur Itu Benar Adanya. KangAswad
  • Taufik, Ahmad. (2003).  Negeri Akhirat: Konsep Eskatologi Nuruddin Ar-Raniri. Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri

*header: buku Alam Kubur Itu Benar Adanya


Tag: , ,


alya

Content Writer

Berkarier di dunia kepenulisan sejak 2018 sebagai penulis lepas. Kini menjadi penulis di 99 Group dengan fokus seputar gaya hidup, properti, hingga teknologi. Gemar menulis puisi, memanah, dan mendaki gunung.
Selengkapnya

IKLAN

Tutup iklan
×

SCROLL UNTUK TERUS MEMBACA