Museum of Islamic Art

Museum of Islamic Art memiliki keindahan desain arsitektur yang  luar biasa, tidak ketinggalan desain interior yang begitu keren. Yuk, disimak seperti apa.

Fotografer arsitektur Yueqi Jazzy Li memotret keindahan dari Museum of Islamic Art yang berada di Doha, Qatar.

Fotografer yang bermikim di New York, Amerika Serikat ini mengabadikan interior dan eksterior museum yang didesain oleh IM Pei.

Jazzy Li mengambil foto-foto museum ini selama musim panas. Sejumlah foto eksterior dan interior museum pada siang hari dan malam terekam oleh Jazzy Li.

Museum of Islamic Art dibangun di atas pulau buatan yang berada di lepas pantai Teluk Arab, tepatnya di Doha Corniche yang merupakan kawasan elit tepi pantai di Doha.

Museum ini memiliki tinggi lima lantai dan mempunyai luas secara keseluruhan mencapai 45.000 meter persegi.

Sejumlah fasilitas tersedia di museum ini seperti galeri tetap, galeri temporer, toko suvenir, perpustakaan, cafe, restoran, ruang belajar, dan teater dengan 200 tempat duduk.

Ternyata, Museum ini memiliki koleksi berupa manuskrip, kerajinan metal, keramik, perhiasaan, kerajinan kayu, tekstil, dan kerajinan kaca.

Semua koleksi ini didapatkan dari tiga benua yang memiliki negara-negara Islam terentang dari abad ke-7 hingga abad ke-19.

Museum of Islamic Art menjadi museum dengan koleksi artefak dunia Islam terlengkap dengan koleksi dari Spanyol, Mesir, Iran, Irak, Turki, India, dan sejumlah negara di Asia Tengah.

Desain Arsitektur Museum of Islamic Art Terinspirasi dari Sejarah Islam

IM Pei mendesain Museum of Islamic Art ini dengan melakukan riset. Dia bepergian ke sejumlah negara Islam untuk memahami arsitektur Islam dan sejarah Islam.

Padahal saat itu, Pei sudah berusia 91 tahun dan dia sudah lama pensiun dari dunia arsitektur. Pei mendapatkan ide dari sebuah air mancur di Mesjid Ahmad Ibnu Tulun di Kairo, Mesir.

Pembangunan Museum of Islamic Art ini dimulai pada 2006 dan pembangunannya selesai pada November 2008.

Museum ini dibuka secara resmi untuk umum oleh Emir Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Tani pada Desember 2008.

Pei yang mendesain museum ini merupakan arsitek senior. Dia lahir pada 26 April 1917 di Guangzhou, Tiongkok dan kemudian pindah ke Amerika Serikat untuk belajar arsitektur.

Lantas Pei mendirikan biro arsitek IM Pei & Associates pada 1955. Pada 1990, dia memutuskan untuk pensiun.

Arsitek yang mendesain sejumlah bangunan keren ini sudah berusia nyaris 100 tahun.

Beberapa di antara hasil karyanya adalah mendesain National Gallery of Art East Building di Washington DC, Amerika Serikat dan Bank of China Tower di Hong Kong.

Pei juga pernah mendapatkan sejumlah penghargaan bergengsi di dunia arsitektur seperti Pritzker Prizer 1983 dan Royal Gold Medal 2010.

Keindahan Interior Museum of Islamic Art

“Tampil dalam bentuk simetris, orang bisa melihat betapa sempurnanya perpaduan antar tangga, pintu, lampu, atap, dan juga penggunaan kaca pada bangunan ini,” ujar Jazzy Li mengenai desain arsitektur Museum of Islamic Art.

Wah, desain arsitektur dan juga desain interior Museum of Islamic Art ini memang keren ya. Kapan ada museum seperti ini di Indonesia?

Jangan lupa membaca artikel Rumah123.com untuk mendapatkan berita, tips, atau panduan yang menarik mengenai properti, desain, hukum, hingga gaya hidup.

Saatnya kamu memilih dan mencari properti terbaik untuk tempat tinggal atau investasi properti seperti Townhouse Mutiara Lenteng Agung.

Bagikan:
1740 kali