memalsukan gaji untuk kpr

Beberapa orang kerap memanipulasi slip gaji agar bisa mengajukan KPR yang diinginkan. 

Namun, tak banyak yang tahu bahwa terdapat risiko hukum yang mengintai jika ketahuan memanipulasinya. 

Manipulasi slip gaji untuk KPR umumnya dilakukan supaya pengajuan kredit tersebut diterima pihak bank.

Ada yang mengakali dengan mengurangi atau bahkan menambahkan besaran penghasilan pada slip tersebut. 

Ada pula yang mengaku bahwa gaji yang dibayarkan perusahaan dalam bentuk tunai, bukan transfer. 

Lalu apa sebenarnya fungsi slip gaji untuk pengajuan KPR dan bagaimana risiko hukumnya jika ketahuan memanipulasinya?

Fungsi Slip Gaji untuk KPR

Slip gaji kerap menjadi salah satu syarat dokumen yang dibutuhkan untuk mengetahui kesanggupan seseorang dalam membayar cicilan. 

Pihak bank dapat mengecek pendapatan setiap bulan dan juga mengetahui apakah kamu memiliki pinjaman di kantor melalui informasi yang terdapat di slip tersebut.

Bank juga dapat menyesuaikan jumlah cicilan KPR dengan melihat jumlah pendapatan yang tercantum di dalamnya.

Besaran angsuran KPR per bulan biasanya maksimal 30 persen dari penghasilan bersih.

Hal itulah yang kerap membuat orang tergoda memanipulasi slip, baik dengan mengurangi maupun menambahkan nominal pendapatan. 

Risiko Manipulasi Slip Gaji untuk KPR

Lalu, apa saja sih risiko yang didapatkan seseorang jika ketahuan memanipulasi slip gaji mereka untuk KPR? Yuk, simak penjelasannya di sini:

1. Kredit Macet

Beberapa orang kerap melakukan manipulasi dengan menaikkan jumlah penghasilan pada slip. 

Padahal, risiko yang mengintai dengan melakukan hal itu bisa membuatmu mengalami non performing alias kredit macet. 

Sebab, bunga KPR akan terus bergerak fluktuatif, bahkan cenderung terus naik. 

Dengan begitu, jumlah angsuran akan mengikuti suku bunga KPR sehingga membuat kamu kesulitan mengontrol dananya. 

Hal ini akan mengakibatkan terjadinya kredit macet atau NPL jika slip tidak diserahkan sesuai dengan aslinya. 

2. KPR Dicabut

Beberapa orang juga kerap melakukan manipulasi slip dengan mengurangi besaran pendapatan. 

Biasanya, mereka melakukan hal itu untuk mendapatkan KPR rumah komersil maupun rumah subsidi

Padahal, batas maksimal gaji penerima KPR rumah subsidi adalah Rp8 juta.

Hal tersebut sesuai Kepmen PUPR No. 242/KPTS/M/2020 tentang Batasan Penghasilan Kelompok Sasaran, Besaran Suku Bunga, Lama Masa Subsidi, dan Jangka Waktu Kredit Pemilikan KPR Bersubsidi.

Tapi, ada saja orang yang kerap merekayasa penghasilannya agar pengajuan KPR subsidi diterima. 

Jika kamu ketahuan memanipulasi slip ini, maka risiko yang didapatkan adalah pencabutan KPR. 

3. Dijerat Tindak Pidana

Risiko lain yang juga didapatkan oleh mereka yang merekayasa slip gaji adalah dengan jeratan tindak pidana. 

Jika ketahuan, pihak bank bisa saja melaporkanmu atas tuduhan penipuan karena memalsukan data KPR.

Hal ini karena tidak sesuai dengan syarat, dokumen, dan perjanjian ketika akad kredit.

Salah satu pasal yang bisa dijerat adalah pasal 263 KUHP tentang tindak pidana pemalsuan surat.

Ancaman pidananya adalah penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp50 juta.

Terlebih lagi jika kamu bekerja sama dengan perusahaan dan developer untuk merekayasa slip gaji maka risikonya akan semakin besar. 

4. DP Hangus dan Kehilangan Rumah

Konsekuensi lainnya yang terakhir jika memanipulasi slip gaji adalah cicilan atau uang muka yang telah dibayarkan akan hangus begitu saja. 

Hal ini tentu sangat merugikan jika kamu melakukan pemalsuan data pada slip gaji supaya bisa mengajukan KPR.

Terlebih lagi, jika kamu sudah membayarkan DP dan cicilan dalam jumlah yang besar, maka hal itu tentu akan merugikanmu. 

Hal terburuk jika kamu memanipulasi slip adalah adanya potensi kehilangan rumah yang telah dicicil sebelumnya. 

Untuk itu, sebaiknya kamu mempersiapkan diri dan mengajukan KPR sesuai kemampuanmu, ya!

Jangan lupa kunjungi artikel.rumah123.com untuk dapatkan artikel menarik lainnya seputar properti. 

Kamu juga bisa mencari properti yang sesuai kebutuhanmu seperti Thomson Residence hanya di www.rumah123.com.

Bagikan:
769 kali