OK
logo rumah123
logo rumah123
Iklankan Properti
Dijual
Disewa
Properti Baru
Panduan

5 Makanan Burung Merpati Terbaik yang Bernutrisi. Bikin Sehat!

02 Maret 2023 · 3 min read Author: Gadis Saktika

makanan burung merpati

Jenis makanan burung merpati banyak macamnya. Kegunaannya pun bermacam-macam, ada yang bisa memberi nutrisi, melebatkan bulu, dan masih banyak lagi. Kalau kamu kepo dengan rekomendasinya, yuk lihat informasi tersebut pada artikel ini!

Selain kucing, anjing, dan ikan, burung menjadi hewan favorit yang sering dipelihara.

Jenisnya pun bermacam-macam dengan keunggulannya masing-masing, misalnya dari keindahan warna bulu hingga kicauan yang dihasilkan.

Namun, jika kamu ingin mendapatkan dua keunggulan dari seekor burung peliharaan, merpati bisa menjadi pilihan yang cocok untuk kamu rawat di rumah.

Jika kamu tertarik untuk memelihara burung yang satu ini, Propety People tentu harus tahu makanan terbaiknya.

Makanan burung merpati bisa bermacam-macam, dan banyak ditemukan di sekitar kita.

Adapun jenis-jenis makanan burung merpati bisa kamu lihat pada uraian di bawah ini.

Jenis Makanan Burung Merpati

1. Beras Merah

beras merah

Jenis makanan burung merpati pertama adalah beras merah yang punya banyak nutrisi penting.

Adapun nutrisi tersebut adalah vitamin B1 yang dapat meningkatkan stamina, menguatkan organ, dan membuat merpati tidak cepat kelelahan.

Bila jenis burung lain sering diberi beras putih, tapi hal itu tak berlaku bagi merpati karena ia akan cepat gemuk.

Hal ini dikarenakan beras putih cenderung memiliki kandungan gula tinggi dan memiliki kandungan nutrisi lebih sedikit dibanding jenis biji-bijian lainnya.

2. Kacang-kacangan

Selain beras merah, ada pula beberapa jenis kacang-kacangan yang dapat diberikan sebagai makanan burung merpati.

Namun perlu diperhatikan, kacang-kacangan merupakan makanan yang kandungan lemaknya tinggi sehingga porsi dan asupannya mungkin perlu dibatasi.

Adapun jenis kacang-kacangan yang dapat diberikan sebagai makanan burung merpati, antara lain.

  • Kacang kedelai, memiliki kandungan vitamin A, vitamin B kompleks, dan vitamin E;
  • Kacang hijau, memiliki kandungan protein, mineral, dan sumber serat alami; dan
  • Kacang tanah, memiliki kandungan protein, lemak, zat besi, vitamin A, vitamin B kompleks, dan vitamin K.

3. Voer

Voer atau pelet adalah makanan burung yang berasal dari olahan biji-bijian yang dihancurkan menjadi serbuk lalu dipatahkan kembali.

Pakan pabrikan ini banyak dijual di pasaran dan biasanya dibedakan berdasarkan jenis burung.

Jika kamu memelihara burung merpati, voer bisa jadi pilihan makanan yang tepat karena mampu mencukupi kebutuhan gizinya.

Namun perlu dicatat, biji-bijian adalah pakan utama burung merpati. Jadi, voer sebaiknya diberikan sekitar 15-25 persen dari asupan harian.

4. Batu Kecil (Kerikil)

batu kecil kerikil

sumber: merpati.id

Mungkin banyak dari kamu yang bingung kenapa kerikil bisa masuk ke dalam pakan burung merpati, padahal benta ini tidak lumrah untuk dimakan.

Faktanya merpati itu perlu untuk memakan sesuatu yang bertekstur sedikit keras seperti batu kecil karena bisa memperlancar pencernaan mereka, lo.

Jadi prosesnya, kerikil yang dimakan merpati akan disimpan di dalam tembolok.

Kemudian akan digunakan untuk menghancurkan makanan seperti biji-bijian yang keras agar dapat dicerna oleh tubuhnya.

5. Buah-buahan

Buah-buahan juga cocok untuk dijadikan makanan selingan merpati.

Kamu bisa memberikan buah-buahan sekali seminggu.

Beberapa jenis buah-buahan yang bisa diberikan adalah apel, melon, pepaya, dan pisang.

***

Nah, itulah beragam makanan merpati yang bisa dicoba.

Semoga bermanfaat untukmu ya, Property People.

Simak artikel lainnya seputar gaya hidup, rumah, dan properti hanya di artikel.rumah123.com.

Kunjungi pula Rumah123.com yang selalu #AdaBuatKamu untuk menemukan hunian impianmu.

Ada banyak pilihan properti menarik seperti perumahan Cluster Mississippi Kota Wisata.


Tag: , ,


Gadis Saktika

Content Writer

Gadis Saktika adalah Content Writer di 99 Group yang sudah berkarier sebagai penulis dan wartawan sejak tahun 2019. Lulusan Bahasa dan Sastra Indonesia UPI ini senang menulis tentang etnolinguistik, politik, HAM, gaya hidup, properti, dan arsitektur.
Selengkapnya