OK
logo rumah123
logo rumah123
Iklankan Properti
Dijual
Disewa
Properti Baru
Panduan

CEO Pashouses: Insentif Bebas PPn Rumah Dorong Indonesia Jadi Negara Berpendapatan Tinggi di 2045

14 Nopember 2023 · 3 min read Author: Gadis Saktika

rumah

sumber: shutterstock.com

Indonesia memiliki ambisi besar untuk menjadi high-income country pada tahun 2045. Guna mencapai tujuan tersebut, pemerintah mendorong peningkatan kepemilikan rumah di negara dengan berbagai kebijakan. Adapun salah satunya adalah insentif bebas PPn rumah di bawah Rp2 miliar hingga Juni 2024.

CEO Pashouses, Junghans Tasani, menjelaskan bahwa memiliki aset seperti properti memang menjadi cara terbaik untuk mencapai Indonesia maju di 2045. 

“Program bebas PPn ini memiliki efek psikologis yang cukup besar karena pemerintahlah yang mendorong untuk membeli rumah,” ucap Junghans kepada Rumah123, belum lama ini.

Dampak Positif pada Penjualan Properti

petinggi pashouses

CEO & Co-Founder Pashouses Junghans Tasani dan COO Pashouses Bin Anindita | sumber: ISTIMEWA

Meskipun program bebas PPn ini lebih berfokus pada market primary, Junghans menuturkan, masyarakat perlu menyadari bahwa kebijakan insentif PPn dapat berpengaruh dan memberi efek domino pada semua sektor market properti.

Pashouses, sebagai platform properti Indonesia yang berfokus pada market secondary, melihat potensi positif dalam upaya ini. 

“Dengan adanya kebijakan ini, masyarakat akan merasa memiliki rumah bukan jadi hal yang mustahil lagi,” tambah dia.

Lalu, dengan adanya insentif bebas PPn, hal itu membuat tren penjualan rumah, khususnya di Pashouses akan mengalami pertumbuhan signifikan.

“Apakah peningkatannya menjadi 50 atau 70 persen ini mungkin akan sulit dipastikan sekarang, namun, keyakinan masyarakat Indonesia untuk bisa membeli rumah jadi meningkat,” kata pria lulusan Harvard Business School tersebut.

Pasalnya, insentif tersebut dapat meningkatkan kepercayaan diri masyarakat dalam mengambil keputusan terbesar dalam kehidupan mereka.

Meningkatkan Kemudahan dalam Membeli Properti

Selain kebijakan PPN, Junghans menuturkan, Indonesia telah melakukan sejumlah upaya untuk meningkatkan kemudahan dalam membeli properti. 

Contohnya adalah program Kredit Pemilikan Rumah (KPR), di mana beberapa bank telah membuat suku bunga KPR di bawah 4 persen. 

“Dengan adanya KPR dengan bunga yang rendah, tentu akan menjadi kombinasi yang cukup baik untuk encourage masyarakat menjadi homeowner,” ucap pria yang juga merupakan Co-Founder Pashouses tersebut.

Mengambil Keputusan yang Bijak untuk Masa Depan

perumahan

sumber: shutterstock.com

Tentunya, bantuan bebas PPn ini memiliki efek langsung pada harga yang harus dibayarkan oleh pembeli. 

Junghans mengatakan, Pashouses yang memiliki tagline ‘Solusi All in’, berusaha memahami kebutuhan calon pembeli untuk transparansi dan kenyamanan dalam proses pembelian rumah. 

“Banyak calon pembeli yang tidak sadar bahwa membeli rumah itu banyak biaya yang harus dikeluarkan, seperti PPn, BPHTB, KPR, asuransi, hingga notaris. Dari Pashouses sendiri, kami menjual rumah dengan harga all in,” ucapnya.

Kemudian, ia tentu melihat kebijakan bebas PPn bisa menjadi harapan untuk mendorong Indonesia menjadi negara maju yang memiliki pendapatan tinggi di 2045. 

Pasalnya, dampak positif yang dihadirkan bisa berupa kemudahan dalam membeli properti, peningkatan penjualan rumah, dan peningkatan keyakinan masyarakat dalam membuat keputusan pembelian. 

Dengan kerjasama antara pemerintah, swasta, dan platform seperti Pashouses, diharapkan masyarakat bisa dengan yakin melangkah menuju masa depan yang lebih makmur.

***

Semoga bermanfaat, Property People.

Temukan berbagai informasi menarik seputar properti hanya di artikel.rumah123.com.

Selain itu, biar jadi yang paling up to date, segera follow Google News kami.

Kunjungi www.rumah123.com jika sedang mencari rumah baru dan bekas berkualitas.

Tersedia beragam hunian pilihan yang pastinya #AdaBuatKamu!


Tag: , ,


Gadis Saktika

Content Writer

Gadis Saktika adalah Content Writer di 99 Group yang sudah berkarier sebagai penulis dan wartawan sejak tahun 2019. Lulusan Bahasa dan Sastra Indonesia UPI ini senang menulis tentang etnolinguistik, politik, HAM, gaya hidup, properti, dan arsitektur.
Selengkapnya