hunian murah Co-Living di Hong Kong (Rumah123/South China Morning Post)

Co-living bisa menjadi solusi hunian murah bagi generasi milenial di perkotaan. Konsep ini sama dengan rumah kos namun punya fasilitas lengkap.

Konsep co-living sedang menjadi tren. Tingginya harga hunian dan juga harga sewa membuat banyak anak muda tidak sanggup untuk memenuhinya.

Co-living ini memang mirip tinggal di asrama ketika kuliah di perguruan tinggi. Namun, co-living yang ditawarkan tentunya lebih kekinian.

Banyak kota-kota di Asia menganggap co-living sebagai tempat tinggal para pekerja muda biasanya dari sektor teknologi informasi. Para pengelola bisa menetapkan tarif lebih tinggi dari hunian biasa.

Di Hong Kong, konsep ini dipandang sebagai solusi jangka pendek terhadap masalah perumahan. Co-living menawarkan hunian yang terjangkau untuk mereka yang membutuhkan.

Konsultan properti JLL menyatakan co-living menyediakan hunian murah bagi mereka yang sebelumnya tinggal di rumah keluarga, berbagi kamar dengan teman, atau tinggal di apartemen yang disubsidi.

“Bagi mereka yang tidak bisa masuk ke pasar hunian, kemunculan model co-living ini menawarkan solusi hunian yang terjangkau,” ujar Head of Research JLL, Denis Ma seperti dikutip oleh South China Morning Post.

Beberapa proyek hunian di Hong Kong seperti ibliotheque, SynBOX, dan Mini Ocean Park Station telah menawarkan konsep co-living.

Seperti halnya asrama mahasiswa-mahasiswi, satu kamar bisa ditempati dua hingga empat orang.

Tarif sewanya sekitar 2.800 dollar Hong Kong (Rp4,9 juta) perbulan. Mahasiswa atau mahasiswi masih sanggup untuk menyewanya.

Selain itu, ada kamar yang bisa disewa oleh profesional muda. Mereka bisa menyewa untuk satu kamar saja, namun harga sewanya lebih tinggi.

Harga sewa sebesar 2.800  dollar Hong Kong (Rp4,9 juta) ini tersedia di SynBOX.

Harga ini jauh lebih murah jika dibandingkan dengan sewa apartemen seluas 18 meter persegi di Met FOCUS yang mencapai 13.500 dollar Hong Kong (Rp23,8 juta).

Solusi Hunian Murah untuk Generasi Milenial 

Konsep ini memang menjadi solusi hunian murah bagi milenal di Hong Kong. Jangankan harga beli apartemen, harga sewanya saja sangat mahal.

By the way, kalau di Indonesia, bisa jadi solusi hunian murah nggak ya? Mungkin belum kali ya, karena konsep co-living masih baru.

Meski begitu, konsep ini serupa dengan rumah kos-kosan, lantaran memiliki fasilitas berbagi dan bisa tinggal dalam kamar yang sama.

Hanya perbedaannya adalah co-living memiliki manajemen pengelola yang lebih profesional, hal ini menjadi perbedaan utama.

Jangan lupa membaca artikel Rumah123.com untuk mendapatkan berita, tips, atau panduan yang menarik mengenai properti, desain, hukum, hingga gaya hidup.

Saatnya kamu memilih dan mencari properti terbaik untuk tempat tinggal atau investasi properti seperti Citra Garden City Malang.

Bagikan:
1942 kali