OK
Dijual
Disewa
Properti Baru
Panduan

Arti Burung Kedasih menurut Islam, Benarkah Pembawa Kabar Buruk?

20 Mei 2024 · 4 min read Author: Ilham Budhiman · Editor: M. Iqbal

burung kedasih menurut islam

Mitos burung kedasih dikenal sebagai burung pembawa kabar buruk. Lalu, bagaimana penjelasan burung kedasih menurut Islam? Apakah dijelaskan dalam Al-Qur’an?

Dalam buku Kesadaran Ekologis dalam Sastra Indonesia oleh Venus Khasanah, Novi Anoegrajekti, dan Samsi Setiadi, burung kedasih adalah burung yang sering ditemukan di kawasan hutan atau perkebunan.

Masyarakat Indonesia mengenal burung satu ini dengan sebutan burung uncuing, burung wiwik, atau burung parasit karena kelicikannya.

Burung kedasih dikenal licik karena tidak mau membuat sarangnya sendiri saat akan bertelur karena mereka memilih untuk menyimpan telurnya di sarang burung lain.

Jika di dalam sarang itu terdapat telur burung lain, burung kedasih tak segan untuk membuangnya dan menukarkannya dengan telurnya sendiri sehingga induk burung lain tak sadar bahwa burung yang dieraminya adalah telur burung lain.

Nah, karena kelicikannya tersebut, burung kedasih dianggap sebagai burung pembawa kabar buruk dan malapetaka.

Menurut masyarakat Jawa, arti suara burung kedasih adalah pertanda kematian.

Mitos burung kedasih sering dikaitkan dengan musibah terutama jika mendengar suara yang panjang dan menakutkan.

Lalu, bagaimana dalam Islam? Apa arti suara burung kedasih menurut Islam?

Burung Kedasih menurut Islam

burung kedasih menurut islam

Sumber: ksdae.menlhk.go.id

Dalam Al-Qur’an, memang disebutkan beberapa jenis burung yang memiliki arti dan makna.

Hanya saja, tak ada satu pun penjelasan mengenai burung kedasih dalam Al-Qur’an atau hadis sahih yang secara khusus membahas tentang burung tersebut.

Oleh karena, suara burung kedasih menurut Islam tidak ada kaitannya dengan pertanda atau makna tertentu, seperti mitos dalam primbon Jawa sebagai pertanda sial, kematian, atau kejadian buruk lainnya.

Islam memandang semua ciptaan Allah Swt., termasuk burung kedasih, sebagai makhluk yang patut disyukuri dan dihormati.

Pandangan ini sesuai dengan hadis Nabi Muhammad saw. yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.

“Tidak ada penyakit yang menular (Adwa), tidak ada burung yang menentukan nasib baik dan buruk (Thiyarah), tidak ada burung hantu pembawa sial (Hamah), dan tidak ada bulan Safar yang membawa sial atau keberuntungan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Perlu kamu ingat, kepercayaan tentang burung kedasih yang membawa sial lebih banyak berasal dari mitos dan budaya setempat, bukan dari ajaran Islam.

Jadi, sebagai umat Islam, dianjurkan untuk tidak terpengaruh oleh takhayul dan mitos yang tidak berdasar pada dalil agama.

Doa Mengusir Burung Kedasih

burung kedasih menurut islam

Sumber: observation.org

Dalam Islam, tidak ada doa khusus yang ditujukan untuk mengusir burung kedasih.

Namun, ada beberapa doa umum yang bisa dibacakan untuk memohon perlindungan dari gangguan makhluk gaib atau sesuatu yang mengundang ketakutan.

1. Ayat Kursi

Membaca Ayat Kursi diyakini dapat memberikan perlindungan dari gangguan jin dan makhluk gaib lainnya.

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ ٢٥٥

“Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa’u ‘indahū illā bi`iżnih, ya’lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min ‘ilmihī illā bimā syā`, wasi’a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm.”

Artinya: “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

2. Surat Al-Falaq, An-Nas, dan Al-Ikhlas

Kedua surat pendek ini juga diyakini dapat melindungi diri dari gangguan jin dan sihir.

3. Al-Baqarah

Saat kita mendengar suara burung di malam hari, surat Al-Baqarah adalah doa yang dapat diamalkan untuk mendapatkan perlindungan, bimbingan, dan berkat dari Allah Swt.

***

 

Itulah penjelasan mengenai burung kedasih menurut Islam.

Semoga artikel di atas bermanfaat, Property People.

Temukan informasi menarik lain seputar mitos hanya di artikel.rumah123.com.

Ikuti dan baca berita properti melalui Google News.

Ingin punya hunian idaman untuk dihuni keluarga?

Yuk, segera dapatkan penawaran menariknya di Rumah123 karena segala jenis properti #SemuaAdaDisini.

**gambar cover: hikingthegreenisle.com


Tag: , , ,


Ilham Budhiman

Lulusan Sastra Daerah Unpad yang pernah berkarier sebagai wartawan sejak 2017 dengan fokus liputan properti, infrastruktur, hukum, logistik, dan transportasi. Saat ini, fokus sebagai penulis artikel di 99 Group.
Selengkapnya

IKLAN

Tutup iklan
×

SCROLL UNTUK TERUS MEMBACA