OK
Panduan

7 Amalan di Bulan Dzulhijjah yang Membawa Banyak Berkah, Jangan Dilewatkan!

20 Juni 2024 · 4 min read Author: Alya Zulfikar · Editor: Bobby Agung Prasetyo

amalan di bulan dzulhijjah

Ilustrasi artikel amalan di bulan Dzulhijjah | canva

Bulan Dzulhijjah jadi salah satu bulan yang penuh berkah bagi umat Islam. Perbanyak amal ibadah dengan mengamalkan amalan di bulan Dzulhijjah berikut ini!

Bukan hanya bulan Ramadan saja yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam, tetapi bulan Dzulhijjah pun demikian.

Pasalnya, bulan Dzulhijjah merupakan salah satu dari empat bulan haram atau bulan suci dalam kalender Islam.

Nabi Muhammad saw. Menganjurkan beberapa amalan dan ibadah-ibadah tertentu dalam bulan-bulan tersebut.

Bagi kamu yang ingin memperbanyak ibadah, berikut ini amalan di bulan Dzulhijjah yang bisa kamu lakukan!

Amalan di Bulan Dzulhijjah

amalan di bulan dzulhijjah

amalan di bulan dzulhijjah

1. Menunaikan Ibadah Haji atau Umrah

Amalan di bulan Dzulhijjah yang paling utama adalah menunaikan ibadah haji atau umrah.

Meski demikian, perlu diingat bahwa amalan ini hanya wajib dilakukan bagi muslim yang mampu. 

Barang siapa yang mendapat haji mabrur, maka ia akan mendapatkan ganjaran surga.

Hal ini disampaikan oleh Nabi Muhammad saw. sebagaimana dalam riwayat Abu Hurairah r.a. Yang berbunyi, “Dari umrah ke umrah lainnya adalah penghapus dosa antara keduanya dan haji mabrur tidak ada balasan untuknya kecuali surga.” (HR Bukhari)

2. Berkurban

Selain ibadah haji atau umrah, amalan di bulan Dzulhijjah yang juga membawa banyak berkah adalah berkurban.

Kurban adalah persembahan kepada Allah Swt. dengan menyembelih hewan kurban pada Lebaran Haji atau Iduladha sebagai wujud ketaatan muslim kepada-Nya.

Sama halnya seperti ibadah haji, ibadah kurban hukumnya wajib bagi yang mampu sebagaimana dikatakan oleh Imam Hanafi.

Allah menganjurkan muslim untuk berkurban melalui surah Al-Kautsar ayat 2, “Maka, laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah!”

Rasulullah saw. pun bersabda perihal kurban, “Barang siapa menyembelih hewan kurban setelah salat, maka sungguh telah sempurna penyembelihannya. Ia telah cocok dengan sunah kaum muslimin.” (HR Bukhari dan Muslim)

3. Bersedekah

Bersedekah adalah amalan yang dianjurkan untuk dilakukan pada 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah.

Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt. dalam surah Al-Baqarah ayat 254 yang berbunyi:

َٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَنفِقُواْ مِمَّا رَزَقۡنَٰكُم مِّن قَبۡلِ أَن يَأۡتِيَ يَوۡمٞ لَّا بَيۡعٞ فِيهِ وَلَا خُلَّةٞ وَلَا شَفَٰعَةٞۗ وَٱلۡكَٰفِرُونَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ ٢٥٤

 

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari rezeki yang telah Kami anugerahkan kepadamu sebelum datang hari (Kiamat) yang tidak ada (lagi) jual beli padanya (hari itu), tidak ada juga persahabatan yang akrab, dan tidak ada pula syafaat. Orang-orang kafir itulah orang-orang zalim.”

4. Berzikir

Saat tiba bulan Dzulhijjah, muslim dianjurkan untuk memperbanyak zikir, khususnya pada 10 hari pertama.

Imam Bukhari menyebutkan hal ini dalam kitabnya:

وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسِ وَاذْكُرُوا اللهَ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ أَيَّامُ الْعَشْرِ، وَالْأَيَّامُ الْمَعْدُودَاتُ أَيَّامُ التَّشْرِيْقِ. وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ وَأَبُو هُرَيْرَةَ يَخْرُجَانِ إِلَى السُّوقِ فِي أَيَّامِ الْعَشْرِ يُكَتِرَانِ، وَيُكَبِّرُ النَّاسُ بِتَكْبِيْرِهِمَا. وَكَبَّرَ مُحَمَّدُ بْنُ عَلى خَلْفَ النَّافِلَةِ.

Artinya: “Ibnu Abbas berkata, ‘Berdzikirlah kalian kepada Allah di hari-hari yang ditentukan, yaitu sepuluh hari pertama Dzulhijjah dan juga pada hari-hari Tasyriq.’ Ibnu Umar dan Abu Hurairah pernah keluar ke pasar pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah, lalu mereka bertakbir, lantas manusia pun ikut bertakbir. Muhammad bin Ali pun bertakbir setelah shalat sunah.”

5. Berpuasa

Salah satu amalan di bulan Dzulhijjah yang sering dilakukan oleh muslim adalah berpuasa, yakni puasa Dzulhijjah yang dilakukan pada 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah dari tanggal 1–9.

Amalan ini tercantum dalam hadis riwayat Imam Bukhari yang berbunyi:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ النَّبِىِّ أَنَّهُ قَالَ: مَا الْعَمَلُ فِى أَيَّامِ الْعَشْرِ أَفْضَلَ مِنَ الْعَمَلِ فِى هَذِهِ قَالُوا وَلاَ الْجِهَادُ قَالَ وَلاَ الْجِهَادُ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ يُخَاطِرُ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ بِشَىْءٍ

Artinya: “Dari Ibnu Abbas, Rasulullah saw bersabda: “Tidak ada amal ibadah yang lebih utama selain yang dikerjakan pada sepuluh hari ini (maksudnya sepuluh hari pertama dari bulan Dzulhijjah)”. Para sahabat bertanya: “Apakah sekalipun jihad di jalan Allah?”. Rasulullah saw. menjawab: “Sekalipun dari jihad. Kecuali seseorang yang keluar untuk berjihad dengan diri dan hartanya, lalu tidak ada sedikitpun yang pulang dari padanya” (HR Bukhari).

6. Berbuat Kebaikan

Muslim dianjurkan untuk selalu berbuat kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Di bulan Dzulhijjah, muslim dapat memperbanyak berbuat baik pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah karena hal tersebut adalah salah satu amalan yang paling disukai Allah Swt..

Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Nabi Muhammad saw. bersabda, “Beramal saleh di saat 10 hari pertama merupakan amal yang sangat disukai oleh Allah.”

7. Membaca Doa Akhir Tahun

Bulan Dzulhijjah adalah bulan terakhir dalam kalender Islam atau Hijriah.

Dengan demikian, untuk memperbanyak amal di bulan Dzulhijjah, muslim dapat membaca doa akhir tahun.

Berikut ini bacaan doa akhir tahun:

َللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ

Allaahumma maa ‘amiltu min ‘amalin fii haadzihis sanati ma nahaitanii ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fiihaa ‘alayya bi fadhlika ba’da qudratika ‘alaa ‘uquubatii wa da’autanii ilat taubati min ba’di jaraa-atii ‘alaa ma’shiyatika. Fa innii astaghfiruka, faghfirlii wa maa ‘amiltu fiihaa mimmaa tardha, wa wa’attanii ‘alaihits tsawaaba, fa-as-aluka an tataqabbala minnii wa laa taqtha’ rajaa-ii minka yaa kariim.

Artinya, “Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah kau membuatku putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.”

***

Itulah amalan di bulan Dzulhijjah yang membawa banyak berkah.

Simak artikel informatif lainnya di artikel.rumah123.com dan Google News.

Kalau sedang mencari hunian, dapatkan rekomendasi terbaiknya di Rumah123 karena #SemuaAdaDisini!


Tag: ,


alya

Content Writer

Berkarier di dunia kepenulisan sejak 2018 sebagai penulis lepas. Kini menjadi penulis di 99 Group dengan fokus seputar gaya hidup, properti, hingga teknologi. Gemar menulis puisi, memanah, dan mendaki gunung.
Selengkapnya

IKLAN

Tutup iklan
×

SCROLL UNTUK TERUS MEMBACA