Genteng tanah liat Genteng tanah liat/Istock

Genteng tanah liat sudah jadi atap yang banyak digunakan di Indonesia. Selain harganya yang murah, jenis atap ini tahan di segala cuaca.

Kehadiran genteng tanah liat di Indonesia disebut ada sebelum abad ke-20. Konon idenya muncul dari penjajah Belanda.

Apalagi pada saat itu masyarakat sudah mulai memproduksi barang dengan menggunakan tanah liat.

Masyarakat Indonesia sudah mulai membuat barang kebutuhan rumah tangga dari tanah liat, seperti gentong, cobek, jambangan, tungku, dan lainnya.

Pada awal pembuatannya, Belanda hanya menggunakan untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur dan pabrik gula.

Akan tetapi, banyak pribumi terserang wabah pes. Dari penelitian Belanda, wabah ini berasal dari tikus.

Tikus-tikus disebut bersembunyi di atap rumah orang pribumi yang berbahan rumbia.

Lantas genteng tanah liat mulai digunakan masyarakat pribumi dan terus berlangsung hingga sekarang.

Lantas, apa sih sebenarnya genteng tanah liat dan bagaimana pembuatannya? Simak penjelasan Rumah123.com.

Genteng Tanah Liat Itu Apa?

Genteng tanah liat Modernize

Genteng tanah liat adalah bentuk atap genteng yang terbuat dari bahan tanah liat. Proses pembuatannya dilakukan secara tradisional.

Dalam prosesnya, genteng yang telah dicetak akan dibakar pada tungku tradisional agar kering dan kuat.

Jenis genteng ini mudah ditemukan karena banyak digunakan masyarakat Indonesia terutama di Jawa.

Harga yang ditawarkan juga cukup terjangkau dengan kualitas yang kokoh dan tahan lama.

Untuk jenis finishing-nya, kamu bisa memilih genteng ini dalam dua pilihan, yakni jenis natural dan glazur transparan.

Proses Pembuatan Genteng Tanah Liat

Genteng tanah liat Sun Education

Seperti yang sudah disebutkan, proses pembuatan ini dilakukan secara tradisional dengan beberapa tahapan.

Berikut langkah yang dilakukan untuk membuat genteng  tanah liat.

1. Memilih Bahan Baku dengan Senyawa Khusus

Meski terbuat dari tanah liat, pembuatan genteng ini harus melakukan pemilihan bahan juga.

Syarat utama tanah liat yang digunakan harus mengandung senyawa kaolin (AI203 2SiO4 2H2O).

Tanah dengan kualitas senyawa ini biasanya ada di area perkebunan, pegunungan, ladang, atau bahkan di lapangan.

2. Pengolahan Tanah Liat

Proses selanjutnya, tanah liat akan diolah, dibersihkan, dan digiling agar semakin halus dan rata.

Biasanya pengrajin tanah liat menambahkan abu merang, pasir, dan pelumas ke dalam mesin penggiling agar semakin mudah diolah.

3. Proses Pencetakan 

Setelah tanah dihaluskan saatnya pencetakan genteng. Tapi sebelumnya, kamu harus memukul tanah liat dan membentuknya pipih.

Tanah yang sudah dirapikan dan berbentuk pipih kemudian dicetak. Biasanya proses ini menggunakan mesin cetak khusus atau mesin press.

4. Proses Pengeringan Genteng

Genteng yang sudah dicetak harus dikeringkan. Proses mengeringkan ini memakan waktu berhari-hari.

Adapun bebeapa metode pengeringan yang bisa dilakukan sebagai berikut.

A. 2-4 hari pengeringan di bawah terik matahari

B. 10-15 hari pengeringan dengan diangin-anginkan di gudang

C.2 hari pengeringan dengan menggunakan oven

5. Pembakaran Genteng dengan Suhu 600 derajat Celsius

Setelah kering, genteng kemudian akan dibakar dengan suhu sekitar 600 derajat celsius agar bagian genteng kering merata.

Akan tetapi, sebelum dibakar genteng harus sudah dihaluskan menggunakan medium pasir.

Lalu, genteng dibakar dengan tungku tradisional. Jika semua sudah kering dan dianggap matang, maka waktunya dipasarkan.

Kelebihan Genteng Tanah Liat 

Genteng tanah liat Vertex

Lantaran sudah turun temurun digunakan masyarakat Indonesia, rupanya genteng ini memang memiliki beragam kelebihan.

1. Harga Terjangkau

Harga yang relatif terjangkau membuat lebih mudah untuk menekan bujet pembangunan rumah.

Dari informasi yang dirangkum Rumah123.com, harga genteng satuan di pasaran berkisar Rp 900 sampai Rp 2000.

Sedangkan harga genteng tanah liat per m2 (meter persegi) berkisar sekitar Rp 62 ribu.

2. Lebih Tangguh dan Tahan Segala Cuaca

Seperti yang kamu tahu, genteng jenis ini terkenal dengan kekuatannya menahan segala cuaca sehingga cocok digunakan untuk melengkapi atap rumah.

3. Bikin Rumah Sejuk

Siapa yang tidak tahu jika rumah dengan atap ini lebih terasa sejuk, apalagi jika cuaca di luar sedang bersahabat.

4. Tahan Lama

Genteng jenis ini diklaim lebih tahan lama. Penggunaan jangka panjang bisa dilakukan karena genteng tidak rusak oleh serangga dan tahan api.

Semoga artikel ini membantu kamu yang sedang mencari jenis atap rumah, ya. Ada banyak pilihan atap rumah.

Dapatkan artikel menarik lainnya terkait properti, rumah, dan gaya hidup hanya di artikel.rumah123.com.

Jika membutuhkan hunian strategis dan nyaman untuk keluarga, kunjungi Rumah123.com sekarang juga!

Bagikan:
701 kali