OK

Tidak Hanya Waisak, Ini Daftar Hari Besar Agama Buddha Lainnya. Dilengkapi Sejarah!

18/02/2022 by Nico Nadine

hari besar agama buddha

Kamu sudah tahu apa saja hari besar agama Buddha selain Waisak? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Kebanyakan masyarakat awam hanya familiar dengan hari raya Waisak.

Pasalnya, hanya hari Waisak saja yang termasuk sebagai hari libur nasional di Indonesia.

Padahal, selain Waisak, ada hari besar agama Buddha lainnya yang tidak kalah bermakna, lo!

Simak penjelasannya di sini!

Daftar 4 Hari Besar Agama Buddha dan Sejarahnya

1. Hari Raya Waisak

waisak hari besar agama buddha

Pertama, ada hari suci Waisak ketika umat Buddha memperingati tiga peristiwa penting.

Peristiwa ini meliputi hari kelahiran Pangeran Siddharta, hari pencapaian Penerangan Sempurna Pertapa Gautama, dan hari wafatnya sang Buddha.

Sebagai catatan Pangeran Siddharta adalah nama sang Buddha ketika ia pertama kali turun ke dunia.

Lalu, hari wafat dalam hal ini bukan merujuk pada kematian, melainkan waktu ketika Buddha mencapai Nirwana atau Nibbana.

Ketiga peristiwa penting di atas dikenal juga dengan sebutan Trisuci Waisak.

Perayaannya bertujuan untuk merenungkan sifat luhur Buddha, Dharma, dan Sangha.

Harapannya, setelah itu keyakinan umat Buddha akan agama mereka akan semakin kuat.

Sebagai catatan, penetapan hari Waisak bergantung pada kalender lunar kuno Vesakha.

Tepatnya, hari suci ini jatuh di malam ketika bulan purnama penuh muncul pada bulan Waisak.

2. Hari Raya Kathina

Selanjutnya ada hari raya Kathina, yakni hari bakti umat Buddha kepada Sangha.

Sangha merupakan istilah yang digunkaan untuk menyebut persaudaraan para bhikkhu/bhikkhuni.

Mereka adalah pewaris dan pengamal Buddha Dhamma yang patut mendapat penghormatan.

Pada hari raya ini, ada upacara persembahan jubah kepada Sangha usai menjalani Vassa.

Tidak hanya pemberian jubah, umat Buddha juga memenuhi kebutuhan pokok para Bhikkhu dan perlengkapan rumah ibadah wihara.

Tujuannya untuk mendukung perkembangan serta kemajuan agama Buddha di masa depan.

3. Hari Suci Asadha

hari besar buddha

Ada juga hari suci Asadha yang berlangsung dua bulan setelah Waisak.

Di hari ini umat Buddha memperingati peristiwa khotbah Dhamma Cakka Pavattana Sutta oleh Buddha.

Khotbah pertama ini terjadi pada tahun 588 SM di Taman Rusa Isipatana dan diikuti oleh Panca Vagiya Bhikkhu.

Dalam khotbah pertama Buddha ini, muncul pemahaman mengenai Cattari Ariya Saccani atau Empat Kesunyataan Mulia.

Cattari Ariya Saccani menjelaskan tentang empat hal berikut ini:

-Adanya penderitaan dalam kehidupan.

-Penderitaan memiliki penyebab atau alasan.

-Adanya akhir dari penderitaan dalam kehidupan.

-Jalan mengakhiri penderitaan dalam hidup.

Keempat hal di atas menjadi landasan utama ajaran Buddha Dhamma.

Sebagai catatan, Panca Vagiya Bhikkhu merujuk pada biksu pertama dalam agama Buddha.

Ada lima orang yang mendapat julukan ini, yakni Kondanna, Bhaddiya, Vappa, Mahanama, dan Assaji.

4. Hari Suci Magha Puja

Terakhir, ada hari suci Magha Puja yang berlangsung di bulan Februari hingga Maret.

Hari suci ini bertujuan untuk memperingati tiga peristiwa penting berikut:

-1250 Bhikkhu berkumpul di satu tempat yang sama tanpa adanya pemberitahuan.

-Para Bhikkhu mendapat Ovada Patimokha berisi etika (vinaya) hidup mereka dari sang Buddha.

-Sang Buddha berpamitan kepada pengikutnya tepat tiga bulan sebelum ia wafat dan mencapai Parinibbana.

Seluruh peristiwa tersebut terjadi pada malam bulan purnama di bulan Magha (Februari) tahun 587 SM.

Uniknya, seluruh bhikkhu yang berkumpul kala itu konon sudah mencapai tingkat kesadaran jiwa tertinggi.

Mereka memiliki kemampuan untuk mengingat masa lalu, melihat alam gaib, membaca pikiran, serta kekuatan mistis lainnya.

Itu dia ulasan lengkap mengenai hari besar agama Buddha.

Jangan lupa kunjungi artikel.rumah123.com untuk menemukan artikel menarik lainnya, ya.

Kunjungi juga Rumah123.com untuk menemukan beragam pilihan properti idaman.

Ada banyak penawaran menarik seperti proyek properti di kawasan Summarecon Mutiara Makassar.