OK
Dijual
Disewa
Properti Baru
Panduan

10 Puisi untuk Orang Tua Tercinta Singkat dan Menyentuh Hati

01 Oktober 2023 · 7 min read Author: Emier Abdul Fiqih P

kumpulan puisi untuk orang tua

Butuh referensi puisi untuk orang tua yang menyentuh hati? Berikut ini beberapa contoh puisi yang bisa kamu jadikan inspirasi!

Orang tua adalah sosok yang sangat berjasa bagi kita.

Banyak hal yang mereka telah korbankan, Property People.

Terkadang, tanpa disadari, kita sering menyakiti hati mereka.

Oleh karena itu, tak ada salahnya kita berterima kasih kepada mereka meski hanya lewat puisi ayah dan ibu.

Ingin bikin puisi buat orang tua yang kita sayang? Apa saja inspirasi puisi untuk orang tua 4 bait dan lainnya?

Jika kebingungan dalam membuat puisi pendek orang tua, simak saja contoh puisi untuk ayah dan ibu berikut ini.

Contoh puisi tersebut dirangkum dari katadata.co.id dan kumparan.com.

Kumpulan Puisi untuk Orang Tua

1. Puisi untuk Orang Tua Tercinta

puisi untuk orang tua betapa mulianya ibu

ilustrasi puisi tentang orang tua, puisi untuk orang tua, puisi bertema orang tua

“Betapa Mulianya Ibu”

Oleh: Suci Khoerunnisa

Ibu jasamu sungguh agung

Jasamu tidak bisa terbalaskan oleh apa pun

Walau ku berikan emas sebesar gunung, tetap jasamu tidak akan pernah terbalaskan

Demi cintaku pada ibu

Aku rela memberikan apa pun untukmu

Aku rela memberikan mentari untukmu karena aku mencintaimu

Oh, ibu

Aku pun rela terbang untuk membawa bulan untukmu

karena engkau sudah membesarkanku sejak kecil sampai sebesar ini

Sungguh mulia jasamu Ibu, engkau mengandungku 9 bulan

Dari bibirku terucap kata terima kasih, Ibuku tercinta

2. Contoh Puisi untuk Orang Tua

“Ibu”

Oleh: Chairil Anwar

Pernah aku ditegur

Katanya untuk kebaikan

Pernah aku dimarah

Katanya membaiki kelemahan

Pernah aku diminta membantu

Katanya supaya aku pandai

Ibu…

Pernah aku merajuk

Katanya aku manja

Pernah aku melawan

Katanya aku degil

Pernah aku menangis

Katanya aku lemah

Ibu…

Setiap kali aku tersilap

Dia hukum aku dengan nasihat

Setiap kali aku kecewa

Dia bangun di malam sepi lalu bermunajat

Setiap kali aku dalam kesakitan

Dia obati dengan penawar dan semangat

Dia kata bersyukurlah pada Tuhan

Namun…

Tidak pernah aku lihat air mata dukamu

Mengalir di pipimu

Begitu kuatnya dirimu

Ibu…

Aku sayang padamu

Tuhanku

Aku bermohon pada-Mu

Sejahterakanlah dia

Selamanya

3. Puisi untuk Orang Tua Singkat 

puisi untuk orang tua tercinta

ilustrasi puisi orang tua menyentuh hati, puisi tentang perjuangan orang tua, puisi tentang kasih sayang orang tua

“Pahlawan Kesuksesanku”

Oleh: Ardiyani Muninggar

Fajar telah menyapa pagiku

Kau jadikan harimu, hari untuk pengorbanan

Pengorbanan mencari rezeki, pengorbanan untuk mencari awal yang baru

Kau ajarkan aku arti perjuangan, kau ajarkan aku arti kesuksesan

Ayah mungkin tanpamu aku tak bisa seperti ini

Mungkin tanpamu aku tidak bisa berdiri di tengah-tengah impianku

Impian untuk meraih keberhasilan

Impian untuk mencapai kemenangan

4. Puisi untuk Orang Tua yang Menyentuh Hati

“Ayah”

Oleh: Ratih Anjelia Ningrum

Di setiap tetes keringatmu

Di dera lelah napasmu

Dipenuhi kasih sayang yang luar biasa

Demi aku, engkau rela disengat matahari

Hujan pun tak dapat membatasimu

untuk aku, anakmu

Di setiap doamu, engkau haturkan segenap harapan

Ayah…

Kan kujaga setiap nasihatmu

Di setiap napasku

Di relung hati akan kuhangatkan namamu

Akan kukobarkan semua impianmu

Hanya untuk menikmati senyummu

Di ufuk senjamu

Ayah.

5. Puisi untuk Ayah

puisi untuk orang perjuangan

ilustrasi puisi orang tua menyentuh hati, puisi tentang perjuangan orang tua, puisi tentang kasih sayang orang tua

“Perjuangan Orang Tua”

Oleh: Moch Taufiq Zulmanarif

Debu, panas, dan bising kendaraan yang bersahut-sahutan

Kadang buatku tak nyaman

Usaha tak kenal lelah, tuk samarkan gangguan

Demi sang anak tercinta yang sedang tumbuh dan berkembang

 

Terima kasih pada kalian yang selalu ada

Dariku yang hanya sekepal tangan hingga dewasa kini

Tak tahu berapa banyak pengorbanan yang bisa ku balas untuk kalian

Bahkan, jika diberi dunia seisinya pun masih kurang tuk bisa seperti yang kalian beri

6. Puisi Orang Tua

“Sehelai Daun Cinta”

Oleh: Panji Bhuana

Sehelai daun cinta

Kau suguhkan di atas takhta keluarga

Tanpa keluh jua nestapa

Tetap tegar menantang badai prahara

 

Kasih sayangmu tiada batasnya

Walaupun ujian mencambuk jiwa

Kau tetap lelaki gagah perkasa

Di atas derita, kau simpan sendiri selaksa luka

 

Dari pematang sawah hingga pematang hati

Sehelai daun cinta tulus ikhlas kau beri

Di saat langit basah sawah dialiri

Tumbuh tunas cinta merunduk pasti

 

Dari tanah hampa kering kerontang

Kau tetap perkasa gigih berjuang

Memeras keringat dalam mentari garang

Kau lumat waktu untuk seisi rumah tenang

 

Selaksa mimpi yang terhempas di pematang sawah

Tak pernah membuat jejak hatimu goyah

Mengayuh biduk di tengah selaksa resah

Yakinmu tengadah atas hidayah

 

Wajah lemah dan letih kalian sangat terasa

Namun, kalian begitu terampil menyembunyikannya

Bocah mungil yang kalian lindungi dan kau sayangi

Sejatinya tahu perjuangan kalian

7. Puisi Ayah

puisi untuk orang tua ayah

ilustrasi kasih sayang orang tua, puisi untuk kedua orang tua, puisi orang tua sedih

“Ayah”

Oleh: Adryan Ardan

Ayah

Kutahu kau teramat penat

Setelah seharian peras keringat

Bau debu jalanan juga asap kendaraan

Menempel di badan lekat-lekat

 

Ayah..

Pekerjaanmu sungguh mulia

Membersihkan jalan yang kotor

Akibat daun rontok dan sampah

Walaupun upah sering terlambat

Engkau tetap sabar dan tawakal

 

Ayah

Berkat jasamu ku bisa sekolah

Bagiku, Ayah seorang pahlawan

Iringan doa kepada Tuhan

Semoga Ayah sehat walafiat

Selama hayat di kandung badan

8. Puisi Orang Tua Menyentuh Hati

“Kedua Orang Tuaku”

Oleh: Suprijatin

Detak waktu yang berlalu

Membawa diri meraih sejuta mimpi dan angan Sampai mati ku tidak akan melupakanmu

 

Kau pastikan langkah

Diiringi terik sang surya

Membasuh kulit dan dadamu

Dalam hitam putih hidupmu

 

Semua yang kulihat ada pada dirimu

Jadikanku yang terbaik untukmu

Dukamu kau selimuti dengan senyumanmu

Terik matahari jadi saksi langkahmu

 

Lelah hatimu yang tidak dapat ku lihat

Andai saja dapat ku rasa letih jiwamu karena sifatku

Kehidupanmu jadi keteladanan bagiku

Kasih sucimu hanya untukmu

 

Untuk anak dan cucumu

Yang tidak akan hilang dan tak akan bisa sirna

Apa yang dapat kupersembahkan untukmu

Doalah yang dapat kupanjatkan

 

Kuserahkan apa pun yang kumampu

Ayah… Ibu…

Engkau surga hatiku

Satu hati untuk selamanya

9. Puisi Ibu

puisi untuk orang tua di bawah telapak kaki ibu

ilustrasi kasih sayang orang tua, puisi untuk kedua orang tua, puisi orang tua sedih

“Di Bawah Telapak Kaki Ibu”

Oleh: Suliatin

Di bawah telapak kakimu, Ibu

Terhampar taman Firdaus

Yang tak tepermanai indahnya

Bagi kami anak-anakmu

 

Sejak dari rahimmu

Kami terpelihara dalam ketulusan

Tiada rasa letih bagimu

Kau berjuang menghadap maut

 

Sejak kami kanak-kanak

Tiada daya bagi kami

Sampai kaki-kaki kami kukuh

Kami akan berbakti padamu, Ibu

 

Menyusuri jalan raya dunia

Tiada henti kau dekap kami

Dengan sayap kelembutan

Kau selalu jadi surga

Bagi kami anak-anakmu

 

Ibu begitu banyak pengorbananmu

Bagi kami anak-anakmu

Akan selalu mendoakan, Ibu

Sampai akhir waktu

Hingga hayatmu

10. Puisi Perjuangan Seorang Ayah dan Ibu

“Sosok Perjuangan Orang Tua”

Oleh: Deni Aprilia

Langit mendung

Redup dan gelap

Tubuh rentanya masih terlihat kokoh

Langkahnya tidak pernah goyah, tidak pernah lelah

Peluh yang mengalir disibak perlahan

 

Ayah…

Aku tahu kau lelah

Tubuhmu sudah makin renta

Namun, kamu belum mau menyerah

Perjuanganmu membuat semua orang menitikkan air mata keringatmu

Hembusan napasmu, goresan luka di tubuhmu semua sempurna kau rasakan

 

Namun, senyummu tampak begitu teguh seolah berkata “Ayah baik-baik saja”

Aku ingin berhenti saja

Aku tak tega melihatnya terus tersiksa menahan pedihnya luka dunia

Namun, kau tak izinkan aku, tak kau biarkan niatku goyah untuk menimba ilmu

 

Ibu…

Sosokmu tampak lemah dan mudah menyerah

Tangan halusmu seolah tak menjanjikan apa-apa

 

Aku tahu perjuanganmu sebenarnya juga tak mudah

Banyak ladang yang ikut kau cangkul bersama Ayah

Tanganmu mungkin tak sekokoh tangan Ayah

Namun, dibalik dua tanganmu, ada doa yang kau panjatkan untukku

Dibalik amarahmu, ada banyak pinta yang kau raungkan pada Tuhan

 

Aku tahu kau juga lelah

Aku tahu semua sungguh tak mudah

Perjuanganmu, Ayah Ibu, akan selalu ku ingat sampai hari hayat

***

Semoga artikel puisi untuk orang tua di atas memberi manfaat lebih bagi Property People, ya!

Simak terus ulasan puisi lainnya hanya di artikel.rumah123.com dan Google News kami!

Beli properti terbaik hanya di www.rumah123.com, karena kami pasti #AdaBuatKamu.


Tag: , , ,


Emier Abdul Fiqih P

Content Writer

Menjadi penulis di 99 Group sejak 2022 yang berfokus pada artikel properti, gaya hidup, dan teknologi. Lulusan S2 Linguistik UPI ini sempat berprofesi sebagai copy editor dan penyunting buku. Senang menonton film dan membaca novel di waktu senggang.
Selengkapnya