OK
Dijual
Disewa
Properti Baru
Panduan

7 Contoh Pidato Hari Ibu untuk Perayaan PHI. Menyentuh Hati!

21 Desember 2023 · 12 min read Author: Gadis Saktika · Editor: M. Iqbal

pidato hari ibu

sumber: unsplash.com

Sebentar lagi, Hari Ibu akan segera tiba. Buat kamu yang ditugaskan menyampaikan pidato Hari Ibu tapi masih kebingungan dengan materi yang akan disampaikan, yuk lihat saja contohnya pada artikel ini!

Ibu adalah sosok mulia yang telah melahirkan kita di dunia ini.

Perjuangan dan kasih sayang seorang ibu untuk anak-anaknya pun tidak ada batasnya.

Lalu, seorang anak memiliki kewajiban untuk selalu berbakti kepada kedua orang tuanya, terutama kepada ibu karena surga terletak di bawah telapak kakinya.

Inilah alasan mengapa di Indonesia kita merayakan Peringatan Hari Ibu (PHI) pada tanggal 22 Desember sebagai tanda terima kasih dan penghargaan kepada ibu.

Selain mengenang jasa, perjuangan, pengorbanan, dan kontribusi seorang ibu, peringatan ini juga mencerminkan penghormatan terhadap peran wanita Indonesia dalam kehidupan masyarakat.

Pada momen tersebut, terdapat perayaan yang menghadirkan seorang tokoh untuk menyampaikan pidato Hari Ibu.

Lalu, ada pula kegiatan yang menghadirkan berbagai lomba menarik, salah satunya kompetisi pidato.

Kalau kamu ditugaskan atau akan mengikuti lomba pidato Hari Ibu tapi kesulitan dalam menyusun materinya, yuk lihat saja contohnya pada uraian di bawah ini.

7 Contoh Pidato Hari Ibu untuk Perayaan PHI

1. Pidato Hari Ibu

Assalamualaikum Wr. Wb.

Yang saya hormati Ibu dan Bapak Guru,

Yang saya cintai para siswa sekalian,

Pada kesempatan yang berbahagia ini, izinkan saya menyampaikan pidato singkat tentang Hari Ibu.

Hari Ibu merupakan hari yang diperingati setiap tanggal 22 Desember di Indonesia. Hari ini merupakan momentum untuk kita semua untuk mengingat dan menghargai jasa ibu-ibu kita.

Ibu adalah sosok yang paling berjasa dalam hidup kita. Ibulah yang mengandung dan melahirkan kita, membesarkan dan mendidik kita, serta merawat dan menyayangi kita dengan sepenuh hati.

Ibu adalah sosok yang selalu ada untuk kita, baik di saat suka maupun duka. Ibu selalu memberikan semangat dan dukungan kepada kita, tanpa pernah mengeluh.

Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita sebagai anak untuk berbakti kepada ibu kita. Kita bisa berbakti kepada ibu dengan cara:

  • Mendengarkan dan menaati nasihat ibu.
  • Membantu pekerjaan ibu di rumah.
  • Memberikan kasih sayang dan perhatian kepada ibu.
  • Menjaga nama baik ibu.

Marilah kita bersama-sama untuk berbakti kepada ibu kita, sebagai wujud rasa syukur kita atas segala jasanya.

Semoga kita semua bisa menjadi anak yang berbakti kepada ibu kita.

Akhir kata, saya ucapkan terima kasih atas perhatiannya.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

2. Pidato untuk Ibu

pidato hari ibu

gambar bayi baru lahir | sumber: unsplash.com

Selamat pagi para hadirin.

Hari ini, kita berkumpul untuk merayakan sosok yang begitu istimewa dalam kehidupan kita, yakni ibu. Hari Ibu adalah momen yang sangat penting untuk menghargai peran dan kasih sayang yang tak ternilai dari ibu kita.

Ibu adalah sosok yang selalu ada di samping kita, mendukung, dan memberikan cinta tanpa syarat. Dia adalah sumber inspirasi, kekuatan, dan cahaya dalam kegelapan. Dari saat kita dilahirkan, ibu telah mengorbankan begitu banyak untuk kita. Ibu adalah guru pertama kita yang mengajarkan kita nilai-nilai, moral, dan etika. Ia adalah kokohnya pondasi yang mendukung kita dalam segala fase kehidupan.

Hari Ibu adalah kesempatan kita untuk mengucapkan terima kasih kepada ibu kita. Terima kasih atas cinta, perhatian, dan pengorbanan yang tak pernah putus. Terima kasih karena telah menjadikan kita siapa kita hari ini.

Namun, Hari Ibu bukan hanya tentang mengungkapkan rasa terima kasih. Ini juga tentang menginspirasi kita untuk menjadi anak yang lebih baik. Ini tentang memberikan kembali kasih sayang, perhatian, dan dukungan kepada ibu kita. Ini tentang menjaga hubungan yang erat dan berharga dengan ibu kita.

Mari kita gunakan kesempatan ini untuk merenungkan betapa beruntungnya kita memiliki seorang ibu yang luar biasa. Mari kita berkomitmen untuk menjadikan setiap hari sebagai Hari Ibu, dengan memberikan penghargaan dan cinta kepada ibu kita setiap saat.

Terakhir, saya ingin mengucapkan selamat Hari Ibu kepada semua ibu di dunia ini. Anda adalah pahlawan sejati, dan tanpa Anda, dunia ini akan kehilangan kehangatan dan cinta. Terima kasih atas segala pengorbanan Anda.

Selamat Hari Ibu!

Terima kasih.

3. Pidato tentang Hari Ibu

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua.

Pada hari ini kita memperingati Hari Ibu, sebuah hari yang istimewa untuk mengenang dan menghargai jasa-jasa seorang ibu. Ibu adalah sosok yang paling mulia di dunia ini. Beliau adalah orang yang telah mengandung, melahirkan, membesarkan, dan mendidik kita. Tanpa ibu, kita tidak akan ada di dunia ini.

Jasa-jasa seorang ibu tidak dapat dibalas dengan apapun. Beliau telah mengorbankan segalanya untuk kita. Beliau rela begadang malam demi menjaga kita saat sakit. Beliau rela bekerja keras demi memenuhi kebutuhan kita. Beliau rela berkorban apapun demi kebahagiaan kita.

Oleh karena itu, pada hari yang istimewa ini, marilah kita bersama-sama mengungkapkan rasa terima kasih kita kepada ibu kita. Katakan padanya betapa kita menyayangi dan menghargainya. Berikan padanya hadiah yang terbaik, yaitu cinta dan kasih sayang kita.

Selain itu, marilah kita juga menjadi anak yang berbakti kepada ibu kita. Bantulah beliau dalam mengerjakan pekerjaan rumah. Patuhilah nasihat-nasihatnya. Jadilah anak yang membanggakannya.

Semoga pada Hari Ibu ini, kita semua dapat memaknai betapa pentingnya peran seorang ibu dalam kehidupan kita. Semoga kita semua dapat menjadi anak yang berbakti kepada ibu kita.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

4. Contoh Pidato tentang Ibu

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Yang terhormat Bapak/Ibu Kepala SMP Negeri…

Yang saya hormati Bapak/Ibu Guru beserta staf tata usaha,

Dan yang saya sayangi teman-teman dan adik-adik semua.

Marilah kita bersyukur kepada Allah Swt. yang telah memberikan rahmat dan kasih sayang-Nya hingga detik ini kita berada di sini. Tak lupa pula kita haturkan shalawat serta salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw. yang telah membawa kita menuju zaman yang lebih baik ini dan selalu kita harapkan syafaatnya di hari akhir.

Ibu, mama, bunda, amak, umi, berbagai jenis panggilan yang diberikan namun tetap ditujukan hanya untuk seseorang yang mulia dan istimewa.

Ibu adalah seorang pengasuhan pilihan Tuhan yang mengabdi sampai jiwa dan raganya terpisah tanpa digaji.

Tiada kata yang sanggup untuk menjelaskan tentang hebatnya pengorbanan sosok hamba Tuhan yang mulia ini. Tak mungkin pula kita sebagai anaknya berpikir mampu untuk membalas setiap tetesan keringat dan air mata yang telah dikeluarkannya.

Mungkin yang pantas kita lakukan adalah memuliakannya sampai akhir hayat kita.

Pada waktu yang baik ini, saya ingin menyampaikan beberapa kata untuk ibunda tercinta melalui pidato ini.

Hadirin semua,

“Malaikat tanpa sayap”. Kalimat itu menurut saya pantas disematkan kepada setiap bunda-bunda di seluruh dunia. Hanya malaikatlah yang selalu melakukan kebaikan tanpa pamrih, seperti halnya ibunda yang selalu berkorban, tetapi tak pernah meminta imbalan.

Apakah kalian mengetahui, bahwa setiap manusia hanya memiliki maksimal kemampuan dalam menahan rasa sakit sebanyak 47 del, tetapi lain halnya dengan ibunda saat berjuang melahirkan kita ke dunia yang sampai melewati batas maksimal ketahanan rasa sakit sebanyak 57 del. Sudah jelas terlihat, bahwa ibunda kita memanglah seorang “malaikat tanpa sayap”.

Mari sejenak kita renungkan, setelah semua yang telah diperbuat oleh “malaikat tanpa sayap” kita ini, apakah yang telah kita lakukan untuk membuatnya bahagia? Sudahkah kita mengabdi untuknya dengan tulus dan tanpa pamrih?

Maka itu, Hari Ibu ini merupakan saat yang tepat untuk kita mengingat akan segala hal yang telah beliau berikan dan ajarkan kepada kita. Saat yang tepat pula untuk selalu menyadari bahwa ibu adalah seseorang yang sangat penting perannya untuk setiap kita sebagai anak. Sudah tugas kita untuk membuat ibu kita selalu tersenyum dan merasa bangga karena telah melahirkan kita ke dunia.

Terima kasih Ibu, terima kasih yang teramat dalam atas segala yang telah engkau lakukan, tak dapat daku balas seutuhnya. Hanya, setidaknya terimalah pengabdian kami untuk merawatmu dan membuatmu bahagia saat melewati masa tua nanti.

Teruslah mengingat akan jasa-jasanya karena itu akan membuat kita selalu tersadar akan apa yang harus kita lakukan untuk ibunda kita tercinta. Dan semoga setelah Hari Ibu ini, kita sebagai anak menjadi lebih baik dalam memperlakukan dan memberikan kasih sayang kepada ibunda kita.

Sekian pidato saya, lebih dan kurangnya mohon dimaklumi. Terima kasih.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

5. Pidato Hari Ibu

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Yang saya hormati Bapak/Ibu Guru SDN 1 Banjar, serta anak-anakku siswa kelas 1 sampai kelas 6 yang Bapak banggakan.

Marilah kita bersyukur kepada Allah Swt. atas segala kebaikan yang telah kita terima selama ini. Tak lupa pula kita haturkan shalawat serta salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw. yang telah menjadi teladan bagi kita dari zaman dahulu hingga akhir zaman.

Bapak/Ibu guru dan anak-anakku,

Hari ini kita memperingati Hari Ibu. Ibu adalah sosok yang sangat penting dalam kehidupan kita. Ibu adalah orang yang melahirkan, merawat, dan membesarkan kita dengan penuh kasih sayang.

Setiap anak pasti memiliki ibu, baik ibu kandung, ibu tiri, maupun ibu angkat. Namun, tidak semua anak memiliki kesempatan untuk bertemu dan hidup bersama ibunya.

Meskipun begitu, setiap anak tetap memiliki kewajiban untuk menghormati dan berbakti kepada ibunya.

Ibu telah melakukan pengorbanan yang sangat besar untuk kita. Ibu mengandung kita selama sembilan bulan, melahirkan kita dengan penuh kesakitan, dan merawat kita dengan penuh kasih sayang.

Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita membalas pengorbanan ibu dengan cara berbakti kepadanya.

Bentuk berbakti kepada ibu dapat kita lakukan dengan berbagai cara, antara lain

  • melaksanakan perintah ibu dengan baik,
  • berbicara dengan sopan kepada ibu,
  • membantu pekerjaan rumah,
  • tidak membuat ibu sedih, dan
  • selalu mendoakan ibu.

Marilah kita menjadi anak yang berbakti kepada ibu kita. Dengan begitu, kita dapat membahagiakan ibu kita dan membuat ibu kita bangga.

Semoga Allah Swt. selalu memberikan kemudahan dan kekuatan kepada kita untuk berbakti kepada ibu kita.

Aamiin.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

6. Pidato tentang Ibu Singkat

pidato hari ibu

sumber: freepik.com

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Yang terhormat Bapak/Ibu Kepala Sekolah, Bapak/Ibu guru, serta para hadirin sekalian.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, izinkan saya untuk menyampaikan sebuah pidato tentang Hari Ibu.

Hari ini, tanggal 22 Desember 2023, kita memperingati Hari Ibu. Hari yang spesial untuk kita semua untuk mengungkapkan rasa cinta dan terima kasih kita kepada ibu kita.

Ibu adalah sosok yang paling berjasa dalam hidup kita. Ibulah yang melahirkan kita, membesarkan kita, dan mendidik kita. Ibulah yang selalu ada untuk kita, dalam suka dan duka.

Cinta ibu kepada kita adalah cinta yang tanpa syarat. Ibu selalu menyayangi kita, bahkan ketika kita tidak pantas untuk dicintai. Ibu selalu menerima kita apa adanya, tanpa pernah menuntut balasan.

Ibu adalah sosok yang tangguh dan kuat. Ibu selalu sabar menghadapi semua cobaan dan tantangan dalam hidup. Ibu selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk kita, bahkan ketika ia sendiri harus mengorbankan kebahagiaannya.

Saya teringat ketika saya masih kecil. Ibu selalu bangun pagi-pagi untuk menyiapkan sarapan untuk saya. Ibu selalu mengantar saya ke sekolah, dan menjemput saya pulang sekolah. Ibu selalu memeluk saya dan mencium saya sebelum saya pergi tidur.

Saya juga teringat ketika saya sakit. Ibu selalu menemani saya di rumah sakit. Ibu selalu memarahi saya ketika saya nakal, tetapi ibu juga selalu memaafkan saya.

Ibu adalah sosok yang sangat berarti dalam hidup saya. Saya tidak akan pernah bisa membalas jasa ibu saya.

Saya ingin mengajak para hadirin sekalian untuk selalu berbakti kepada ibu kita. Mari kita selalu mendoakan ibu kita, dan selalu berusaha untuk membahagiakannya.

Mari kita mulai dengan hal-hal kecil, seperti membantu ibu mengerjakan pekerjaan rumah, atau sekadar menemani ibu mengobrol.

Jangan lupa untuk selalu mengucapkan “I love you” kepada ibu kita.

Semoga ibu kita selalu sehat, bahagia, dan panjang umur.

Sekian pidato dari saya.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

7. Pidato tentang Hari Ibu

Hadiri dan hadirat yang kami muliakan,

Ibu-ibu yang kami cintai,

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Salam sejahtera bagi rekan dan hadirat yang beragama selain Islam.

Pertama-tama marilah kita panjatkan syukur kepada Allah SWT, atas nikmat yang telah diberikan kepada kita sekalian, yang dengan rahmat-Nya pula kita bersama-sama bisa berkumpul disini untuk yang kesekian kalinya, khususnya pada pagi ini dalam rangka memperingati dan menyemarakkan “Hari Ibu”.

Selanjutnya, marilah kita panjatkan rasa syukur kita kepada Tuhan atas kekuatan yang telah diberikan kepada kita, khusunya kepada para Ibu, yang sampai hari ini masih belum kehilangan semangat juangnya dalam menangkap sekaligus mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam hikmah “Hari Ibu” yang kita peringati bersama-sama dengan para Ibu di seluruh wilayah Indonesia tercinta ini.

Peran Ibu pada masa sekarang tampaknya makin meningkat.

Bersamaan dengan itu, makin berat pula tantangan yang kita hadapi.

Namun sebagai bangsa yang besar, maka kita tentunya sepakat untuk pantang menyerah, pantang mundur dan pantang mengeluh. Semua tantangan hidup sehari-hari seakan makanan lezat yang harus dihadapi dengan penuh kesabaran dan penuh kesadaran.

Di tengah-tengah semakin berkembangnya teknologi yang semakin canggih, ibu-ibu juga bisa merasakan, betapa hebat dampak dari perkembangan teknologi tersebut di keluarga kita ini. Tanggung jawab seorang ibu dihadapkan kepada kompleks masalah, berbagai ragam tantangan, berbagai bentuk persoalan, bahkan masalah kaum Bapak pun sudah menjadi bagian dari permasalahan para Ibu.

Untuk itu kami menghimbau, janganlah kaum Bapak menganggap kecil peranan kaum Ibu. Sebab tanpa Ibu, kita ibarat burung dengan sebelah sayap. Ibarat burung tak kan pernah terbang dengan perkasa.
Kaum Ibu hendaknya juga menyadari bahwa dengan tugas berat sekarang ini harus tetap waspada terhadap tanggung jawab hidup.

Tanggung jawab ibu sekarang tidak hanya terbatas pada tanggung jawab dapur dan kasur saja. Lebih dari itu sudah tiba saatnya kaum ibu membantu para bapak, jika perlu membantu tugas bapak di luar rumah, di kantor bahkan kalau perlu juga di medan tempur.

Rekan yang mulia tentunya kita juga tetap tahu batas. Janganlah mencampuri yang bukan urusan kita. Namun tetaplah waspada. Kapan kita boleh membantu, kapan kita wajib membantu dan kapan pula kita menentukan sikap terhadap kaum Bapak. Semuanya itu kita lakukan untuk menjaga citra sebagai Ibu. Suatu citra yang bersummber kepada kepribadian bangsa, yakni kepribadian sebagai bangsa yang luhur, yakni kepribadian Pancasila, UUD 1945, dan kebinekaan.

Dalam menjalankan tugas sehari-hari semoga Allah SWT senantiasa bersama kita. Masih banyak yang harus kita lakukan. Masih banyak yang belum selesai. Selamat berjuang, selamat menjalankan tugas, hingga tercapai keluarga yang bahagia, keluarga sejahtera di atas ridla Allah SWT. Amin.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

***

Semoga artikel ini bermanfaat, ya.

Dapatkan informasi beragam topik, seperti kata-kata untuk Hari Ibu hanya di laman artikel.rumah123.com.

Yuk, follow Google News Rumah123 sekarang juga untuk mendapatkan berita terbaru!

Jika sedang mencari rumah untuk keluarga tercinta, www.rumah123.com adalah pilihan yang tepat, lo.

Ya, kini mencari properti makin mudah karena kami selalu #AdaBuatKamu.


Tag: , ,


Gadis Saktika

Content Writer

Gadis Saktika adalah Content Writer di 99 Group yang sudah berkarier sebagai penulis dan wartawan sejak tahun 2019. Lulusan Bahasa dan Sastra Indonesia UPI ini senang menulis tentang etnolinguistik, politik, HAM, gaya hidup, properti, dan arsitektur.
Selengkapnya

IKLAN

Tutup iklan
×

SCROLL UNTUK TERUS MEMBACA