OK
Dijual
Disewa
Properti Baru
Panduan

LRT Jabodebek Sepi Penumpang. Harga Tiket Mahal?

18 Oktober 2023 · 3 min read Author: Maskah Alghofar

lrt jabodebek sepi penumpang

Sumber: Tiket.com

Usai pemberhentian tarif promo di akhir bulan September 2023, LRT Jabodebek sepi penumpang. Kira-kira kenapa, ya? Yuk, simak faktanya berikut ini.

Lintas Rel Terpadu (LRT) Jabodebek dikabarkan sepi penumpang usai tarif promo Rp5000 berakhir di 30 September 2023.

Melansir dari economy.okezone.com, Kepala Humas LRT Kuswardojo mengakui penurunan tersebut.

“Memang terjadi penurunan jumlah pengguna LRT Jabodebek setelah diberlakukannya tarif promo ke 2 oleh Kemenhub,” kata Kuswardojo.

Padahal, LRT merupakan salah satu proyek transportasi yang telah lama dinantikan kehadirannya oleh masyarakat.

Kereta tanpa awak ini diharapkan dapat dipilih masyarakat untuk moda transportasi massal yang aman dan nyaman.

Jika begitu, keberadaan kereta ini dapat menekan dan mengurai kemacetan lalu lintas.

Lantas, kenapa saat ini LRT Jabodebek sepi penumpang? Simak faktanya berikut ini.

Fakta LRT Jabodebek Sepi Penumpang

LRT Jabodebek Sepi Penumpang. Harga Tiket Mahal

Sumber: Kompas.com

1. Tarif Promo September Berakhir

Menurut Kuswardojo, alasan LRT Jabodebek sepi penumpang karena sudah berakhirnya tarif promo tetap atau flat sebesar Rp5000.

Hal itu juga diakui oleh seorang penumpang bernama Akbar yang merasa keberatan dengan tarif normal LRT.

Menurutnya, harga tarif normal yang sudah disubsidi pun masih cukup mahal jika dibandingkan dengan KRL (Kereta Rel Listrik) Commuter Line Jabodetabek.

“Kalau disubsidi jadi Rp10 ribu saya masih berani deh. Tapi kalau sudah Rp20 ribu, masa delapan kali lebih mahal (dibanding KRL) kita tetap lebih milih ini (LRT),” kata Akbar melansir cnnindonesia.com.

2. Penurunan Jumlah Penumpang

Sepinya LRT dikarenakan turunnya jumlah penumpang yang menggunakan moda transportasi ini.

Penurunan jumlah penumpang dari sebelumnya 47.000 penumpang, kini turun menjadi 37.000- 38.000 penumpang di hari kerja Senin sampai Kamis.

“Memang terjadi penurunan jumlah pengguna LRT Jabodebek setelah diberlakukannya tarif promo ke 2 oleh Kemenhub. Jika sebelumnya rata rata di angka 47.000 maka saat ini di angka 37-38 ribuan di hari kerja Senin hingga Kamis,” kata Kuswardojo.

3. Strategi LRT Jabodebek

Menanggapi kondisi tersebut, rupanya pihak LRT tidak tinggal diam.

Kepala Humas LRT Kuswardojo menjelaskan mereka akan terus melakukan sosialisasi dan lebih mengenalkan LRT Jabodebek kepada masyarakat luas.

Tujuannya untuk mengenalkan transportasi ini sebagai kebutuhan masyarakat.

Dengan sosialisasi yang baik, tujuan agar semakin banyak masyarakat yang tahu keberadaan LRT Jabodebek akan terwujud.

Sekadar informasi, Light Rail Transit (LRT) Jabodebek mulai beroperasi hari Senin (28/8/2023) setelah diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Jalur yang diresmikan terdiri dari dua rute, yakni Cibubur melewati Stasiun Dukuh Atas-Cawang-Harjamukti PP dan line Bekasi melewati Stasiun Dukuh Atas-Cawang-Halim-Jatimulya PP.

Total ada sekitar 18 stasiun menghubungkan Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.

***

Itulah informasi mengenai proyek LRT Jabodebek sepi penumpang usai menerapkan tarif normal.

Bagaimana tanggapan Property People terkait hal ini?

Baca juga informasi menarik seputar kabar properti hanya di artikel.rumah123.com.

Ikuti terus akun Google News kami untuk mendapatkan berita terbaru, ya.

Dapatkan berbagai kemudahan untuk memiliki properti pilihan di Rumah123.com dan cari tahu berbagai penawaran menarik yang disediakan karena kami selalu #AdaBuatKamu.


Tag: ,


Maskah Alghofar

Content Writer

Maskah adalah seorang content writer di 99 Group sejak tahun 2022. Lulusan Penerbitan PoliMedia Jakarta ini mengawali karir sebagai jurnalis online. Kini, Maskah rutin menulis tentang properti, gaya hidup, pendidikan, dan kesehatan.
Selengkapnya

IKLAN

Tutup iklan
×

SCROLL UNTUK TERUS MEMBACA