OK
Dijual
Disewa
Properti Baru
Panduan

Lirik Lagu Mengheningkan Cipta, Sejarah, dan Maknanya

31 Juli 2023 · 3 min read Author: Gadis Saktika

lirik lagu mengheningkan cipta

“Mengheningkan Cipta” adalah lagu kebangsaan Indonesia yang selalu mengundang rasa haru dan kebanggaan bagi setiap warga negara. Tak hanya itu, lirik lagu “Mengheningkan Cipta” juga memiliki makna yang dalam dan sarat akan nilai-nilai kebangsaan.

Sebagai lagu kebangsaan yang sangat populer di Indonesia, “Mengheningkan Cipta” sering dinyanyikan pada saat upacara bendera atau acara kenegaraan lainnya.

Kebiasaan ini dilakukan pertama kali oleh Presiden RI pertama Ir Soekarno saat upacara peringatan Hari Pahlawan pada 1958 di Ambon.

Sejak saat itu, “Mengheningkan Cipta” selalu dinyanyikan dalam upacara, termasuk upacara Hari Kemerdekaan Indonesia.

Lagu ini diciptakan oleh seorang pengarang lagu asal Surakarta, Truno Prawit.

Liriknya sangat sederhana tapi sarat akan makna.

Lagu ini mengajarkan kita untuk menghormati dan menghargai para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Buat kamu yang belum hapal, adapun lirik lagu Mengheningkan Cipta bisa kamu lihat pada uraian berikut.

Lirik Lagu Mengheningkan Cipta

Berikut lirik “Mengheningkan Cipta”

Dengan seluruh angkasa raya memuji

Pahlawan negara

Nan gugur remaja di ribaan bendera

Bela nusa bangsa

Kau kukenang wahai bunga putra bangsa

Harga jasa

Kau cahya pelita

Bagi Indonesia merdeka

Sejarah Lagu Mengheningkan Cipta

Setelah mengetahui lirik lagu Mengheningkan Cipta, saatnya kamu juga perlu tahu sejarah dari lagu tersebut.

Perlu diketahui, pada tahun 1958, lagu Mengheningkan Cipta dinyanyikan untuk pertama kalinya dalam upacara peringatan Hari Pahlawan di Ambon.

Presiden Soekarno juga ikut hadir dalam acara tersebut.

Upacara itu diselenggarakan dengan tujuan menggalang dukungan untuk upaya pembebasan Irian Barat.

Sejak saat itu, kebiasaan menyanyikan lagu “Mengheningkan Cipta” dalam pelaksanaan upacara terus berlanjut hingga kini.

Makna Lagu Mengheningkan Cipta

Adapun makna lagu “Mengheningkan Cipta” juga dijelaskan pada buku Kumpulan Terlengkap Lagu Wajib Nasional yang ditulis Puspa Swara dan Harris S Yulianto.

Disebutkan bahwa makna lagu “Mengheningkan Cipta” adalah sebagai ungkapan rasa syukur.

Maksudnya, lagu “Mengheningkan Cipta” dapat mengantarkan kita agar bersyukur kepada Tuhan YME atas kemerdekaan Indonesia yang dianugerahkan-Nya melalui perjuangan dan pengorbanan para pahlawan.

Kemudian, lirik lagu Mengheningkan Cipta juga menyiratkan agar kita berterima kasih kepada pahlawan yang rela berkorban demi bangsa dan negara Indonesia.

Pemutaran Lagu Mengheningkan Cipta

Lagu ini selalu diputar ketika sedang melakukan mengheningkan cipta ketika upacara.

Mengheningkan cipta sendiri merupakan kegiatan berdiam diri untuk merenung, berdoa memikirkan atau mengenang orang-orang yang telah gugur atau terlibat dalam sebuah peristiwa pilu di dalam sejarah.

Adapun mengheningkan cipta dianggap sebagai salah satu bentuk penghormatan.

Penghormatan ini ditujukan kepada semua pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan negara, khususnya pahlawan yang telah meninggal dunia.

Perpaduan sebuah renungan dan diputarkan lagu “Mengheningkan Cipta” akan menciptakan perasaan syahdu dan sendu.

Hal ini akan menjadi salah satu cara bagi kita untuk menunjukkan rasa bangga dan syukur kita atas kemerdekaan yang telah dicapai oleh bangsa Indonesia.

***

Nah, itulah lirik lagu Mengheningkan Cipta dan informasi penting lain yang bisa kamu ketahui.

Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kamu ya, Property People.

Yuk, simak bacaan yang tak kalah menarik lainnya hanya di artikel.rumah123.com.

Ikuti juga Google News Rumah123.com untuk mendapatkan berbagai informasi terbaru dari kami.

Apakah kamu sedang menari rumah di Bekasi?

Ya, dapatkan informasi seputar properti dan kemudahan mencari hunian tersebut hanya di Rumah123.com karena kami selalu #AdaBuatKamu.


Tag: , ,


Gadis Saktika

Content Writer

Gadis Saktika adalah Content Writer di 99 Group yang sudah berkarier sebagai penulis dan wartawan sejak tahun 2019. Lulusan Bahasa dan Sastra Indonesia UPI ini senang menulis tentang etnolinguistik, politik, HAM, gaya hidup, properti, dan arsitektur.
Selengkapnya