Kuburan Massal Simpatisan PKI

Peristiwa pembantaian terhadap orang-orang yang dianggap komunis antara tahun 1965-1966, merupakan salah satu peristiwa kelam dalam sejarah Republik Indonesia. Dalam peristiwa itu, orang-orang yang dituduh sebagai bagian dari Partai Komunis Indonesia (PKI) dieksekusi dengan kejam di kuburan massal yang berada pada berbagai tempat Tanah Air.

Pada tahun 1965, PKI dihancurkan dan dinyatakan sebagai partai terlarang oleh pemerintah.

Pasalnya, sejumlah tentara Indonesia menjadi korban dalam kejadian ini. 

Setelah gagal mengambil alih negara, tentara negara dan berbagai kelompok masyarakat menghancurkan markas PKI.

Lebih dari 500 ribu simpatisan PKI menjadi korban "pembantaian" di berbagai lokasi.

Hal yang tersisa kini adalah temuan tempat pembunuhan PKI yang hingga terkenal angker dan menakutkan.

Berikut ini kami hadirkan 4 tempat simpatisan pembunuhan PKI yang tersebar di berbagai penjuru wilayah Indonesia.

Kuburan Massal Simpatisan PKI yang Jadi Saksi Bisu Proses Pembantaian

1. Hutan Jeglong

hutan jeglong bbc.com

Di Kabupaten Pati, terdapat sebuah hutan jati yang menjadi lokasi kuburan massal korban 1965

Lokasi tersebut dinamakan Hutan Jeglong yang berada di sisi timur pinggiran Kota Pati.

Di sana, terdapat 25 orang yang dikubur dalam tiga lubang yang terpisah. 

Melansir dari merdeka.com, menurut Radimin, salah satu warga di sana, sebetulnya ada 10 lubang yang digali. 

Tapi tiga lainnya dibiarkan menganga hingga sekarang sedangkan empat lubang lagi ditanami pohon pisang oleh warga.

2. Gua Grubug

Gua Grubug yang memiliki ukuran 100 meter ini disebut sebagai lokasi kuburan massal simpatisan PKI.

Mereka yang terkait dengan gerakan-gerakan tersebut dibunuh dan dilemparkan ke dalam lubang raksasa di sana.

Puncaknya pada tahun 1982 silam, tulang belulang manusia yang dibuang ke dalam gua telah dibersihkan dan dari cerita yang beredar ada 3 truk tulang belulang yang berhasil diambil.

Setelah huru-hara PKI berakhir, perlahan kengerian Gua Grubug mulai pudar meski cerita seram tentang gua itu masih dibicarakan dari mulut ke mulut.

3. Hutan Plumbon

hutan plumbon historia.id

Di Hutan Plumbon, Semarang, sebuah makam batu diidentifikasi sebagai makam korban pembunuhan 1965 oleh sekelompok aktivis bernama Perkumpulan Masyarakat Semarang Untuk Hak Asasi Manusia (PMS-HAM).

Di sana mereka berhasil mengidentifikasi delapan nama dari 24 orang korban yang dikubur di makam tersebut. 

Mengingat makam itu tak mendapat izin untuk dibongkar, maka dipasanglah nisan di sana.

Koordinator PMS-HAM, Yunanto, mengatakan pada 1 Mei 2019 dia mendapat surel dari The International Center for the Promotion of Human Rights (CIPDH) untuk meminta materi tentang Makam Plumbon tersebut. 

Badan itu sendiri berada di bawah UNESCO yang merupakan salah satu lembaga PBB.

4. Hutan Jati Petak 45F Desa Darupono

Daerah bekas penumpasan simpatisan PKI lainnya berada di kawasan Hutan Jati Petak 45F yang saat ini menjadi Cagar Alam Pagerwunung Darupono.

Di sana, para pengikut PKI dibantai oleh tentara dengan cara yang sangat keji.

Alhasil, setelah peristiwa itu, masyarakat sering melihat penampakan orang orang berbaris dengan tanpa kepala.

***

Jangan lupa membaca artikel Rumah123.com untuk mendapatkan berita, tips, atau panduan yang menarik mengenai properti, desain, hukum, hingga gaya hidup.

Dapatkan hunian terbaik, salah satunya di Srimaya Residence!

Selain itu, kamu juga bisa dapatkan pilihan menarik lainnya hanya di Rumah123.com dan www.99.co/id.

Bagikan:
623 kali