OK
logo rumah123
logo rumah123
Iklankan Properti
Dijual
Disewa
Properti Baru
Panduan

Cerita Rama dan Dwica: Bangun Rumah untuk Bantu Tumbuh Kembang Anak

18 April 2023 · 4 min read Author: Gadis Saktika

 

rama dan dwica

Tak dipungkiri, setelah memiliki anak, kebutuhan rumah tinggal menjadi begitu esensial. Bila sebelumnya banyak pasangan suami istri merasa punya hunian belum begitu perlu, setelah miliki buah hati, kebutuhan rumah untuk membantu tumbuh kembang anak berubah menjadi prioritas utama. Hal itu pun dirasakan sendiri oleh pasangan Rama dan Dwica.

Ya, rumah merupakan salah satu aset yang selalu diinginkan setiap orang.

Adapun alasan seseorang membeli rumah adalah untuk mencukupi salah satu kebutuhan pokoknya.

Terlebih bagi orang-orang yang sudah menikah dan punya anak, miliki rumah tentu akan mendatangkan banyak sisi positif.

Seperti yang dirasakan Rama dan Dwica, setelah menikah, sebenarnya mereka cenderung tak punya rencana untuk memiliki rumah.

Namun situasi berubah setelah kelahiran anak pertama. 

Manfaatkan Rumah untuk Bantu Tumbuh Kembang Anak

rumah rama dan dwica

sumber: rumah123.com

Seiring tumbuh kembang anak yang kian hari kian besar, Rama dan Dwica mulai berpikir untuk punya rumah sendiri.

Mereka merasa, kebutuhan akan rumah ketika sang anak berada dalam masa berkembang menjadi begitu penting.

Pasalnya, ketika anak semakin besar, Dwica dan Rama merasa lebih nyaman mendidik sang buah hati bila punya rumah sendiri.

“Kayaknya lebih enak kalau punya tempat sendiri ‘kan untuk dia bereksplorasi dan sebagainya,” ungkap Dwica ketika diwawancara oleh 99 Group.

Tepat ketika sang anak berumur satu tahun, Dwica dan keluarga kecilnya bulatkan hati untuk rencanakan bangun rumah.

Diberikan Tanah oleh Orang Tua

rumah japandi

sumber: rumah123.com

Tak ada impian yang tak bisa diwujudkan jika seseorang memperjuangkannya dengan sungguh-sungguh.

Ya, setelah memberi tahu orang tua soal rencana membangun rumah, Dwica dan suami malah ditawari sebidang lahan untuk dibangun menjadi hunian.

“Kita minta izin sama orang tua gimana kalau misalnya kita bangun (rumah) di tanah yang ini dan saat itu ternyata dibolehin,” ucap Dwica.

Menariknya, lokasi tanah yang diberikan pun masih berdekatan dengan orang tua sehingga tidak akan sulit untuk bersilaturahmi.

Mengusung Desain Japandi

interior japandi

sumber: rumah123.com

Akhirnya, dengan bujet yang tersedia beserta kemauan yang besar, Dwica dan Rama akhirnya bisa membangun rumah yang mengusung desain Japandi.

Rumah itu pun berhasil dibangun sesuai dengan preferensi mereka hingga bisa menghadirkan area yang sangat fungsional.

Adapun area lantai satu yang mengaplikasikan konsep open space menjadi ruangan favorit bagi Dwica dan keluarga.

“Kita paling sering menghabiskan waktu di situ, kayak kita nonton atau main dan ngobrol,” ungkap Dwica.

Bila dilihat dengan seksama, ruangan itu memang tampak begitu homey.

Interiornya sendiri terlihat menggunakan corak unfinished berupa tembok semen ekspos.

Dinding tersebut memiliki warna abu-abu yang berasal dari corak alami semen sehingga memunculkan pola halus dan warna yang tidak homogen.

Dengan elemen-elemen tersebut, wajar saja bila Dwica dan Rama merasa nyaman bila bersantai lama di sana.

Lalu, mereka juga kerap memanfaatkan taman belakang untuk menjamu para tamu.

Mengingat interior hunian terasa begitu minimal, Dwica dan Rama dengan cerdas membuat taman belakang yang ditanami banyak tumbuhan agar bisa terasa rindang dan segar.

kamar minimalis

sumber: rumah123.com

Kemudian, mengingat tujuan utama Rama dan Dwica membangun rumah adalah untuk kepentingan anak, mereka tentu menyediakan kamar tersendiri yang dibuat sesuai dengan kegemaran sang buah hati.

“Menyediakan kamar anak sendiri itu sangat penting, ya. Pertama, dapat melatih kemandirian anak. Terus kedua juga mengajarkan anak tentang privacy dan kita sebagai orang tua juga tentu punya privacy kan,” ungkap Dwica.

Arti Rumah bagi Rama dan Dwica

Dengan kelimpahan tersebut, mereka merasa cukup dengan hunian yang dibangun.

Rumah ini buat kami lebih dari cukup karena setiap ruangannya benar-benar bekerja sesuai dengan fungsinya,” kata Rama.

Bahkan menurut Rama, rumah dimaknai sebagai tempat untuk pulang ketika sudah lelah bekerja.

“Pulang ketika sudah cukup liburan dan pulang ketika memang waktunya untuk istirahat. Ya, pulangnya ke rumah,” tutup Rama.

***

Semoga pembahasan di atas dapat menginspirasimu ya, Property People!

Temukan beragam informasi menginspirasi hanya di portal Berita.99.co.

Dapatkan artikel Cerita Kita dengan mengakses laman Google News kami!

Yuk, wujudkan impian punya rumah pribadi di www.99.co/id, karena prosesnya pasti #segampangitu.


Tag: , ,


Gadis Saktika

Content Writer

Gadis Saktika adalah Content Writer di 99 Group yang sudah berkarier sebagai penulis dan wartawan sejak tahun 2019. Lulusan Bahasa dan Sastra Indonesia UPI ini senang menulis tentang etnolinguistik, politik, HAM, gaya hidup, properti, dan arsitektur.
Selengkapnya