OK
logo rumah123
logo rumah123
Iklankan Properti
Dijual
Disewa
Properti Baru
Panduan

Cara Menyimpan Kulit Lumpia Biar Awet dan Tidak Kering. Sudah Tahu?

07 Februari 2023 · 3 min read Author: Gadis Saktika

cara menyimpan kulit lumpia biar awet

Bagaimana sih cara menyimpan kulit lumpia biar awet? Cari tahu jawabannya pada artikel ini, yuk!

Banyak dijual di supermarket atau pasar tradisional, kulit lumpia siap pakai kerap hanya dibungkus dalam plastik.

Penggunaan bungkus tersebut tentu tidak cukup untuk menyimpan kulit lumpia di rumah dengan jangka yang lama.

Maka, kulit lumpia harus disimpan dengan benar agar tidak cepat kering saat ingin dimasak.

Dalam proses menyimpannya sebenarnya mudah. Namun, memerlukan ketelitian agar pembungkus adonan lumpia ini bisa tetap lentur.

Nah, kali ini Rumah123.com telah menghimpun informasi mengenai cara menyimpan kulit lumpia biar awet.

Melansir dari banyak sumber, yuk simak penjelasannya pada uraian di bawah ini.

Cara Menyimpan Kulit Lumpia Biar Awet

Cara menyimpan kulit lumpia biar awet adalah dengan menyimpannya dalam freezer.

Jadi, setelah membelinya dari pasar, kamu tidak perlu membuka bungkus lumpia basah dan bisa langsung kamu masukkan ke dalam freezer.

Namun, bila kamu terlanjur membuka bungkusnya setelah menggunakan bahan makanan tersebut, Property People bisa menyimpan kulit lumpia dalam plastik dan menutupnya dengan rapat.

Setelah kulit lumpia terbungkus dengan rapat, kamu bisa memasukkannya kembali ke dalam freezer.

Perlu dipahami pula, kalau kamu menyimpan kulit lumpia dengan sembarangan, dikhawatirkan teksturnya bisa mudah kering dan pecah.

Nah, kulit lumpia yang mudah pecah akan membuat kesulitan saat membentuk makanan.

Meski begitu, kamu tidak perlu khawatir jika kulit lumpia terlanjur mengering.

Dengan mengoleskan sedikit air pada permukaan yang kering, nantinya kulit lumpia akan kembali lembap.

Jenis Kulit Lumpia

kulit lumpia

Setelah mengetahui cara menyimpan kulit lumpia biar awet, pastinya kamu juga perlu tahu jenis-jenisnya yang bisa dipakai sesuai kebutuhan.

Rumah123.com juga telah menghimpun informasi mengenai jenis kulit lumpia yang bisa kamu lihat dalam uraian berikut.

1. Kulit Lumpia Semarang

Jenis yang pertama adalah kulit lumpia Semarang.

Bahan makanan khas Semarang ini memiliki ketebalan yang sangat tipis dan mudah retak bila kering.

Namun, hasilnya akan kembali renyah ketika digoreng.

Bungkus selalu kulit lumpia ini di dalam plastik ketika disimpan, agar tidak mudah retak.

Lebih bagus lagi apabila dibungkus dengan kulit pisang karena kelembapannya akan terjaga.

2. Kulit Lumpia Impor

Jenis kedua ada kulit lumpia impor.

Bahan makanan ini lebih gampang digunakan dan tidak mudah sobek, seperti kulit lumpia lokal.

Harganya pun cenderung lebih mahal daripada kulit lumpia Indonesia, lo.

Jika dibuat lumpia goreng, tekstur kulit lumpia lokal dijamin lebih terasa renyah dan rapuh ketika digigit.

3. Rice Paper

Kulit lumpia yang terbuat dari tepung beras ini berwarna bening sehingga terlihat lebih cantik.

Kebanyakan ada tekstur yang menyerupai anyaman pada rice paper.

Sebelum digunakan, rice paper dicelupkan dulu di air agar lentur, baru diisi topping sesuai selera.

4. Kulit Lumpia dari Adonan Cair

Kulit lumpia ini bisa dibuat sendiri di rumah, lo.

Teksturnya tidak terlalu renyah, tetapi juga cenderung tidak basah.

***

Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kamu ya, Property People.

Kunjungi laman Rumah123.com dan www.99.co/id. jika ingin mencari rumah, apartemen, tanah atau properti lainnya.

Kamu bisa mendapatkan penawaran terbaik seperti hunian di Bintaro Icon Tangerang Selatan.

Buka lembaran baru dan wujudkan impianmu karena kami selalu #AdaBuatKamu.

Jangan sampai ketinggalan untuk mendapatkan berita dan tips terbaru mengenai dunia properti dalam negeri serta mancanegara di artikel.Rumah123.com.


Tag: , ,


Gadis Saktika

Content Writer

Gadis Saktika adalah Content Writer di 99 Group yang sudah berkarier sebagai penulis dan wartawan sejak tahun 2019. Lulusan Bahasa dan Sastra Indonesia UPI ini senang menulis tentang etnolinguistik, politik, HAM, gaya hidup, properti, dan arsitektur.
Selengkapnya