OK
Dijual
Disewa
Properti Baru
Panduan

Biografi B.J. Habibie: Profil, Karier, Pendidikan, dan Kisah Inspiratifnya

08 Agustus 2023 · 8 min read Author: Ilham Budhiman

biografi bj habibie

Dikenal sebagai cendekiawan dan tokoh terkemuka tanah air, belum banyak yang tahu biografi BJ Habibie secara lengkap. Simak biodata dan teks biografinya berikut ini!

Nama Habibie sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia, Property People.

Selain pernah menjabat sebagai presiden Indonesia, dia juga dikenal sebagai tokoh yang genius.

Mengutip buku B.J. Habibie Si Jenius oleh Jonar T. H Situmorang, Habibie adalah ahli penerbangan dan salah satu tokoh terpandang.

Kejeniusannya diakui dunia dan sering disandingkan dengan Albert Einstein.

Nah, bagi kamu yang belum terlalu mengenal B.J. Habibie maka wajib membaca biografi BJ Habibie.

Mengetahui BJ Habibie biografi dapat menambah wawasan dan mengambil pelajaran dari tokoh yang disebut sebagai Bapak Teknologi Indonesia ini.

Tak hanya dari buku biografi BJ Habibie, kamu juga bisa lo mengetahuinya dari teks biografi BJ Habibie berikut.

Melansir buku Detik-Detik yang Menentukan oleh B.J. Habibie, berikut contoh biografi BJ Habibie singkat, padat, dan jelas.

Biografi BJ Habibie

1. Biografi BJ Habibie Lengkap

biografi bj habibie

Sumber: hapelinium/shutterstock.com

Prof.Dr.Ing-Dr.Sc.H.C.Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie, lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, pada tanggal 25 Juni 1936. Anak ke-4 dari sembilan putra-putri keluarga Alwi Abdul Djalil Habibie dan R.A.Tuti Marini Puspowardoyo.

Ia hanya kuliah selama satu tahun di Institut Teknologi Bandung (ITB), karena pada tahun l955, ia dikirim oleh ibunya untuk belajar di Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule, Aachen, Jerman.

B.J. Habibie menikah dengan dr. Hasri Ainun Habibie, anak ke-4 dari delapan bersaudara, keluarga Haji Mohammad Besari, pada 12 Mei l962 dan dikarunia dua putra yaitu Ilham Akbar Habibie dan Thareq Kemal Habibie.

Setelah belajar di Jerman selama lima tahun, B.J. Habibie memperoleh Diplom-Ingenieur dengan prestasi cum laude dari Fakultas Teknik Mesin jurusan Desain dan Konstruksi pesawat terbang. B.J. Habibie muda, seorang muslim taat yang sering berpuasa sunnah Senin dan Kamis, memperoleh gelar Doctor Ingenieur di Fakultas Teknik Mesin, jurusan Desain dan Konstruksi Pesawat Terbang dengan predikat summa cum laude.

B.J. Habibie mengawali karir di Jerman dengan menjadi Kepala Penelitian dan Pengembangan pada Analisis Struktur di Hamburger Flugzeugbau Gmbh, Hamburg (1965-1969) kemudian menjabat Kepala Divisi Metode dan Teknologi pada industri pesawat terbang komersial dan militer di MBB Gmbh, Hamburg dan Munchen (1969-1973). Menjadi Wakil Presiden sekaligus Direktur Teknologi MBB Gmbh, Hamburg dan Munchen (1973-1978), Penasihat Senior bidang teknologi untuk Dewan Direktur MBB (1978).

Sebelumnya, tahun 1977, B.J. Habibie menerima gelar Profesor dari Institut Teknlogi Bandung (ITB) dengan orasi ilmiah mengenai Konstruksi Pesawat Terbang. Dalam rangka memenuhi panggilan tanah airnya, pada 1974 B.J. Habibie kembali ke Indonesia. Dia memulai kariernya sebagai penasihat pemerintah bidang teknologi pesawat terbang dan teknologi tinggi yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden Republik Indonesia. Tugas ini diembannya sampai tahun 1978.

Setelah itu, ia diangkat menjadi Menteri Negara Riset dan Teknologi sekaligus Ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Ia mengemban tugas ini selama lima periode Kabinet Pembangunan yang berakhir pada tahun 1998. Ia juga menjabat sebagai Ketua Dewan Riset Nasional.

Sebelum Pemilu 1997, B.J. Habibie menyampaikan kepada keluarga dan sahabat-sahabat terdekatnya, bahwa ia berencana mengundurkan diri setelah masa bhakti di Kabinet Pembangunan VI berakhir. Namun, manusia merencanakan, Tuhan yang menentukan. Pada tanggal 11 Maret 1998, melalui Sidang Umum MPR, ia diangkat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia yang ke-7.

Pada waktu yang bersamaan, krisis ekonomi melanda kawasan Asia termasuk Indonesia. Krisis ini pula mengakibatkan munculnya krisis politik dan kepercayaan di Indonesia. Krisis berlanjut yang lebih parah itu mendorong rakyat Indonesia menuntut reformasi total. Akhirnya, pada 21 Mei 1998, Presiden Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya. Berdasarkan pasal 8 UUD 1945, pada hari yang sama B.J. Habibie diambil sumpahnya sebagai Presiden Republik Indonesia ke-3, di depan Ketua Mahkamah Agung dan seluruh jajarannya.

Presiden B.J. Habibie memangku jabatan presiden selama 512 hari. Di bawah kepemimpinannya, bangsa Indonesia bukan hanya sukses melaksanakan Pemilu multi partai yang bebas dan adil pada 7 Juni 1999, tetapi juga sukses membawa perubahan signifikan pada stabilitas, demokratisasi, dan reformasi di Indonesia.

B.J. Habibie menerima 17 medali penghargaan dari dalam negeri dan 16 dari dunia internasional. Termasuk yang diterimanya adalah Grand Officer De la Legion D’honneur, penghargaan tertinggi pemerintah Prancis atas jasa-jasa dan kontribusinya pada pengembangan teknologi di Indonesia, 1997; Das Grosskreuz, penghargaan tertinggi pemerintah Jerman atas jasa-jasanya dalam membina hubungan antara Indonesia dan Jerman; Penghargaan Edward Warner Award yang dipersembahkan oleh Dewan Eksekutif organisasi internasional penerbangan sipil (ICAO) pada tahun 1994; Bintang Kehormataan, La Gran Crus de la Orden del Merito Civil, dari pemerintah kerajaan Spanyol pada tahun 1987. Ia juga menerima sejumlah doktor penghargaan (Doctor of Honoris Causa) dari beberapa universitas ternama dunia, antara lain: Cranfield Institute of Technology, Inggris; Chungbuk University, Korea dan beberapa universitas lainnya.

Selama kariernya, ia memegang 47 jabatan penting seperti: Direktur Utama PT Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN), Direktur Utama Industri Perkapalan PT PAL, Direktur Utama Industri Senjata Ringan (PINDAD), Kepala Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam, Kepala Badan Pengelola Industri Strategis (BPIS), Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI). Sejak l997, ia memangku jabatan sebagai Presiden Forum Internasional Islam untuk Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Sumber Daya Manusia (IIFTIHAR).

B.J Habibie Pendiri dan Ketua Dewan Pembina The Habibie Center, sejak 1999. Sejak 2000, B.J. Habibie juga menjadi anggota sejumlah organisasi internasional non pemerintah, antara lain: The Inter-Action Council, sebuah organisasi yang beranggotakan kurang lebih 40 mantan Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan dari berbagai negara.

Ia juga anggota Liga Muslim Dunia (Rabhitah ‘Alam Islami) sejak 2001, organisasi ini berkantor pusat di Mekkah, Arab Saudi. Anggota The National Academic of Engineering, Amerika Serikat. Ia menjadi salah satu pendiri Asosiasi Internasional Bidang Kolegium pakar Etika dan Politik yang didirikan di Bled, Slovenia. Organisasi ini beranggotakan sejumlah pakar dari berbagai negara.

B.J.Habibie terlibat dalam berbagai proyek desain dan konstruksi pesawat terbang antara lain: Fokker F 28, Transall C-130 (transport militer), Hansa Jet 320 (jet eksekutif), Air Bus A-300, pesawat transport DO-31 (pesawat dengan teknologi mendarat dan lepas landas vertikal), CN-235, N250 (pesawat dengan teknologi Fly-By-Wire). Ia secara tidak langsung terlibat dalam proyek perhitungan dan desain Helikopter jenis BO-105, Pesawat Tempur dengan multi peran, beberapa peluru kendali dan satelit.

B.J. Habibie telah mempublikasikan sejumlah karya ilmiah dalam bidang thermodinamika, konstruksi, instatasi aerodinamika, dan mekanika fraktur pesawat terbang.

Sumber: buku Detik-Detik yang Menentukan oleh B.J Habibie

2. Biografi BJ Habibie Singkat

biografi bj habibie singkat

Sumber: instagram/b.jhabibie

B.J. Habibie, bernama lengkap Bacharuddin Jusuf Habibie, lahir pada tanggal 25 Juni 1936 di Parepare, Sulawesi Selatan, Indonesia, dan meninggal pada 11 September 2019 di Jakarta, Indonesia. Ia merupakan seorang ilmuwan, insinyur, dan politikus Indonesia yang menjadi Presiden Indonesia ketiga.

Habibie menempuh pendidikan tinggi di luar negeri, yaitu di Jerman, di mana ia mendapatkan gelar doktor dalam bidang teknik pesawat terbang dari Universitas Teknik Rhein-Westfalen Aachen (RWTH Aachen). Setelah menyelesaikan pendidikan doktornya, ia bekerja di berbagai perusahaan teknologi di Jerman.

Pada tahun 1974, Habibie diundang oleh Presiden Soeharto untuk kembali ke Indonesia dan membantu pembangunan industri pesawat terbang. Ia mendirikan Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN), yang kemudian menjadi PT Dirgantara Indonesia, dan berhasil mengembangkan pesawat terbang pertama buatan Indonesia, yaitu pesawat CN-235.

Selama masa pemerintahan Presiden Soeharto, Habibie menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi, serta Menteri Negara Riset dan Teknologi. Pada tahun 1998, Habibie diangkat menjadi Presiden Indonesia setelah Soeharto mengundurkan diri.

Sebagai Presiden, Habibie berusaha untuk melakukan reformasi politik dan ekonomi, serta mempersiapkan pemilu demokratis. Ia juga mengumumkan kebijakan otonomi khusus untuk provinsi Papua dan Aceh.

Pada tahun 1999, Habibie mengakhiri masa pemerintahannya setelah pemilihan umum yang diadakan. Setelah itu, ia pensiun dari dunia politik dan kembali fokus pada dunia teknologi dan penelitian.

B.J. Habibie dikenang sebagai tokoh yang berjasa dalam mengembangkan teknologi di Indonesia, khususnya dalam bidang penerbangan dan industri. Ia juga dihormati sebagai pemimpin yang membuka jalan bagi era demokrasi di Indonesia setelah masa Orde Baru.

3. Biodata BJ Habibie

  • Nama Lengkap: Bacharuddin Jusuf Habibie
  • Alias: Habibie, BJ Habibie
  • Agama: Islam
  • Tempat, tanggal lahir: Pare-Pare, Kamis, 25 Juni 1936
  • Zodiak: Cancer
  • Warga negara: Indonesia
  • Istri: Hasri Ainun Besari
  • Pendidikan:
    – S3 Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule – Jerman
    – S2 Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule – Jerman
    – S1 Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB)
  • Karier:
    – Presiden RI ke-3
    – Wapres RI ke-7
    – Menteri Riset dan Teknologi ke-1
    – Vice President sekaligus Direktur Teknologi di MBB
    – Kepala Penelitian dan Pengembangan pada Analisis Struktrur Pesawat Terbang MBB
    – Kepala Divisi Metode dan Teknologi pada industri pesawat terbang komersial dan militer di MBB

***

Itulah teks biografi BJ Habibie.

Semoga bermanfaat.

Simak ulasan menarik hanya di artikel.rumah123.com.

Follow juga Rumah123 di Google News untuk membaca informasi terbaru lainnya.

Kunjungi www.rumah123.com kalau kamu sedang mencari rumah, tanah, atau apartemen impian.

Dapatkan kemudahan untuk memenuhi kebutuhan properti yang selalu #AdaBuatKamu.


Tag: , ,


Ilham Budhiman

Lulusan Sastra Daerah Unpad yang pernah berkarier sebagai wartawan sejak 2017 dengan fokus liputan properti, infrastruktur, hukum, logistik, dan transportasi. Saat ini, fokus sebagai penulis artikel di 99 Group.
Selengkapnya

IKLAN

Tutup iklan
×

SCROLL UNTUK TERUS MEMBACA