radioaktif tangerang- rumah123.com Ilustrasi. Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) Menemukan Zat Radioaktif di Lahan Kosong di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Pihak Terkait Sudah Melakukan Pembersihan (Foto: Rumah123/Wikipedia)

Zat radioaktif ditemukan di lahan kosong sebuah perumahan di Serpong, Tangerang Selatan. Penemuan bahan berbahaya ini membuat warga kaget.

Masyarakat dikagetkan dengan penemuan zat radioaktif yang berbahaya bagi manusia. Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) menyatakan paparan radioaktif di lokasi tersebut cukup tinggi.

Laman berita online Kumparan.com melansir zat radioaktif ini ditemukan di lahan kosong di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Paparan radioaktif ini sudah terdeteksi sejak akhir Januari 2020 lalu.

Baca juga: Pasti Ga Percaya Kalau Peralatan Makan Porselen Keren ini Terbuat dari Limbah!

BAPETEN melakukan penggalian tanah di lokasi penemuan paparan radioaktif ini pada Jumat dan Sabtu, 7-8 Februari 2020. Lembaga ini menemukan serpihan limbah mengandung radioaktif di dalam tanah pada kedalaman kurang lebih satu meter.

Sekretaris Utama BAPETEN Hendriyanto menyatakan serpihan limbah ini seperti kerikil sehingga menyulitkan untuk mengangkutnya.

BAPETEN masih menemukan paparan tinggi radioaktif di lokasi tersebut pada Selasa (11/2/2020). Lokasi ini kemudian dipasangi garis pembatas.

Radioaktif Yang Ditemukan Adalah Cesium 137

BAPETEN sudah memeriksa jenis radioaktif dari sampel tanah yang diambil. Setelah itu, ada uji laboratorium untuk memeriksa jenis limbah tersebut. Hasilnya salah satu jenis radioaktif yang sudah diketahui adalah Cs-137 atau Cesium 137.

Kepala Biro Hukum dan Kerjasama Komunikasi BAPETEN Indra Gunawan menyatakan zat radioaktif Cesium 137 yang ditemukan merupakan limbah yang dibuang di lahan kosong perumahan di Serpong.

Dia mengimbau agar warga tidak panik lantaran limbah ini ada bukan karena kebocoran infrastruktur reaktor penelitian yang ada di Serpong. BAPETEN juga sudah membantah hal tersebut.

Baca juga: Cara Lebih Peduli Terhadap Bumi Melalui Sehelai Pakaian

Sebelumnya, ada dugaan kebocoran reaktor nuklir di Pusat Sains dan Teknologi Bahan Maju (PSTBM) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) yang berlokasi di kawasan Puspiptek (Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) Serpong.

BAPETEN menyatakan sumber radioaktif berbentuk kapsul sebesar jari kelingking. Limbah tersebut telah diangkut ke laboratorium untuk diteliti asal muasal dan usianya.

Kepala Biro Hukum, Hubungan Masyarakat, dan Kerja Sama BATAN Heru Umbara menjelaskan pembersihan lokasi penemuan dari paparan zat radioaktif membutuhkan waktu setidaknya 20 hari. Namun, BATAN berharap lokasi tersebut bisa bersih kurang dari waktu yang diperkirakan.

BAPETEN Meminta Masyarakat Tidak Khawatir Paparan Radioaktif

Indra melanjutkan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap paparan radioaktif terhadap lingkungan sekitar. BAPETEN telah melakukan upaya pembersihan.

BAPETEN pun telah memastikan radioaktif Cesium 137 tidak mencemari air di permukiman warga. Lembaga ini telah mengambil sampel air. Hasilnya negatif atau tidak mengandung radioaktif.

Indra menyatakan BAPETEN sudah membawa lima sumber radioaktif dari lahan koson tersebut. Dia menyakinkan kalau sudah sumber kontaminasi sudah tidak ada.

Baca juga: Leonardo DiCaprio Ngomong Apa Sih Soal Sampah di Bantar Gebang

Sementara Hendriyanto menyatakan ketika zat radioaktif ditemukan, BAPETEN telah melakukan remedial. Hal ini dilaksanakan guna menyelamatkan lingkungan sekitar yang terkontaminasi atau tercemar.

Lima sumber radioaktif cukup lama berada di lahan tersebut. Ada kemungkinan zat radioaktif telah mencemari tanah dan sejumlah tanaman.

BAPETEN yang dibantu oleh sejumlah pihak telah melakukan pengerukan tanah selama beberapa hari. Tanah tersebut disimpan di fasilitas limbah milik BATAN.

Baca juga: Speaker Keren Ini Terbuat dari 100 Persen Sampah Plastik Lho

Bagikan:
1889 kali