ganjil genap- rumah123.com Para Penumpang Dalam Gerbong MRT. Sistem Pembatasan Kendaraan Ganjil Genap Diperluas. Ada 14 Rute Transportasi Massal yang Beroperasi Di Jalur yang Menerapkan Ganjil Genap (Foto: Rumah123/Getty Images)

Perluasan sistem pembatasan kendaraan ganjil genap sudah memasuki tahap sosialisasi. Yuk, tinggalkan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi massal.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan memulai sosialisasi perluasan sistem pembatasan kendaraan yaitu sistem ganjil genap pada Senin, 12 Agustus 2019. Sosialisasi akan dilangsungkan hingga Ahad, 8 September 2019.

Penindakan terhadap mereka yang melanggar baru akan dikenakan pada Senin, 9 September 2019. Saat ini, Dinas Perhubungan belum melakukan hal apa pun kecuali melakukan sosialisasi berupa pemberitahuan dan memberikan flyer.

Baca juga: Ingat Ya, Ganjil Genap Juga Berlaku di 28 Exit Jalan Tol, Ini Dia Daftarnya

Sistem ganjil genap memang diperluas. Sebelumnya, hanya ada sembilan jalan yang memberlakukan sistem ini.

Namun, sekarang jumlahnya bertambah 16 jalan menjadi 25 jalan. Secara keseluruhan, ada 54 kilometer lebih yang menerapkan sistem ganjil genap ini.

Tidak hanya jumlah jalan yang bertambah, namun juga jam pemberlakuan. Untuk pagi hari, sistem ganjil genap masih tetap sama dari pukul 06.00 hingga 10.00 WIB (Waktu Indonesia Barat).

Baca juga: Ganjil Genap Diperluas, Jalan Mana Saja yang Masuk Daftar?

Sementara untuk sore hari hingga malam hari, waktunya bertambah. Sebelumnya, ganjil genap berlaku mulai pukul 16.00 hingga 20.00 WIB.

Peraturan baru menetapkan waktunya bertambah satu jam menjadi 16.00 hingga 21.00 WIB. Bagi kamu yang biasa menggunakan kendaraan pribadi dan kawasan perkantoran melewati kawasan ganjil genap, saatnya untuk beralih moda transportasi.

Saatnya untuk Menggunakan Transportasi Massal

Bagi kamu yang biasa menggunakan kendaraan pribadi untuk menuju ke kantor, saatnya untuk beralih ke transportasi massal ketimbang mencari jalan alternatif. Jika memilih mencari jalan alternatif, jalan tetap menjadi macet dan polusi tetap tinggi.

Kawasan yang terkena ganjil genap sudah memiliki alternatif transportasi massal yaitu MRT (Mass Rapid Transit/Moda Raya Terpadu) dan bus Transjakarta. Selain itu, juga ada angkutan perkotaan atau angkot.

Situs berita online Kompas.com mengutip pernyataan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo yang menyatakan bahwa menurut hasil evaluasi Dishub DKI, jarak antar kedatangan atau headway transportasi massal di 25 ruas jalan ini telah diatur.

“Untuk koridor Transjakarta pada koridor ganjil genap ini kami tetapkan sudah dedicated lane, artinya untuk headway dan frekuensinya bisa kita jamin sehingga perjalanan lebih lancar,” ujar Syafrin.

Rute Angkutan Umum yang Beroperasi di 25 Jalan yang Masuk Sistem Ganjil Genap

  1. Moda raya terpadu (MRT) rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia
  2. Koridor 1 Transjakarta: rute Blok M-Kota
  3. Koridor 2 Transjakarta: rute Pulogadung-Harmoni
  4. Koridor 3 Transjakarta: rute Kalideres-Harmoni
  5. Koridor 4 Transjakarta: rute Pulogadung-Dukuh Atas
  6. Koridor 5 Transjakarta: rute Kampung Melayu-Ancol
  7. Koridor 6 Transjakarta: rute Ragunan-Dukuh Atas
  8. Koridor 7 Transjakarta: rute Kampung Rambutan-Kampung Melayu
  9. Koridor 8 Transjakarta: rute Lebak Bulus-Harmoni
  10. Koridor 9 Transjakarta: rute Pinang Ranti-Pluit
  11. Koridor 10 Transjakarta: rute PGC (Pusat Grosir Cililitan)-Tanjung Priok
  12. Koridor 11 Transjakarta: rute Kampung Melayu-Pulogebang
  13. Koridor 12 Transjakarta: Tanjung Priok-Pluit
  14. Koridor 13 Transjakarta: Ciledug-Blok M

Baca juga: Sosialisasi Perluasan Aturan Ganjil Genap Dimulai Pada 5 Agustus 2019

Bagikan: 929 kali