Foto: Rumah123/iStock
   

Ada perbedaan yang tegas antara KPR syariah dengan KPR konvensional. Pada KPR syariah, yang ditransaksikan adalah barang (dalam hal ini rumah) dengan prinsip jual-beli (murabahah). Sementara pada KPR konvensional, yang ditransaksikan adalah uang.

Dalam transaksi tersebut, bank syariah ’’seolah-olah” membeli rumah yang diinginkan konsumen dan menjualnya dengan cara cicilan. Kendati tidak memberlakukan bunga, namun bank syariah juga mengambil margin keuntungan dari harga jual rumah.

Misalnya, kamu membeli rumah seharga Rp400 juta dan pihak bank syariah mengambil marjin keuntungan Rp100 juta. Maka uang yang harus kamu cicil selama masa tenor adalah Rp500 juta, dikurangi jumlah uang muka.

Baca juga: Catat! Hal Penting untuk Syarat KPR Terbaru

Di negara seperti Amerika Serikat, penggunaan KPR syariah mulai diperhitungkan. Apalagi sejak terjadinya krisis finansial global yang menghantam mantan Negara Adidaya tersebut pada 2009, yang menyebabkan harga properti merosot tajam.

KPR syariah diminati di AS karena memiliki aturan yang lebih ketat. Pihak bank tidak akan memberi KPR jika investasi properti  tersebut mereka anggap tidak baik. Dalam hal ini, bank syariah menawarkan sistem berbagi risiko.

Keunggulan lain dari KPR Syariah adalah tidak menerapkan bunga, yang naik-turun mengikuti fluktuasi suku bunga di pasar seperti halnya bank konvensional. Bank syariah menerapkan cicilan tetap (fix) hingga akhir masa tenor.

Baca juga: Ayo, Ajukan KPR Online!

Selain itu, KPR syariah tidak mengenal istilah value of money. Dengan demikian, jika konsumen (debitur) terlambat atau menunggak pembayaran, tidak akan dikenakan denda. Demikian pula jika konsumen ingin melunasi cicilan sebelum waktunya.

KPR Syariah juga telah memenuhi unsur transaksi syariah. Ini sesuai fatwa Dewan Syariah Nasional, sehingga transaksi dijamin kehalalannya.

Hal paling penting, KPR Syariah tidak menerapkan compound interest atau bunga berganda dalam penghitungan margin atau angsurannya. Sistem bunga angsuran dihitung berdasarkan pengaruh inflasi dan juga sudah dibicarakan sebelumnya antara pihak bank dengan calon pembeli rumah (nasabah).

Bagikan: 2057 kali