mengenal topping off dalam proyek apartemen (Foto: istock)

Istilah topping off alias tutup atap, sering digunakan dalam proyek pembangunan properti, khususnya apartemen. Yuk, mari berkenalan dengan istilah properti tersebut.

Dalam sebuah proyek konstruksi bangunan, selalu diwarnai dengan tahapan seremonial tutup atap.

Untuk kamu yang bekerja di sektor infrastruktur dan properti, pastinya tidak asing dengan istilah topping off.

Namun, bagi kamu yang merasa awam dan ingin mencari tahu salah satu bagian dari kamus istilah properti itu, bisa menyimak penjelasannya dalam artikel ini.

Mengutip laman designingbuildings.co.uk, topping off artinya tahapan pemasangan akhir struktur pada bagian atap sebuah bangunan.

Hal ini menandakan bila kegiatan pembangunan, telah sampai pada tahap finishing konstruksi.

Bila sudah pada tahapan ini, maka hampir dipastikan hunian vertikal yang kamu beli bakal rampung dan siap dihuni.

Tujuan  Upacara Topping Off

ceremony topping off synthesis residence kemang (Gambar: synthesisresidencekemang.com)

Tahapan akhir dari sebuah proyek konstruksi itu, masih berhubungan dengan groundbreaking alias peletakan batu pertama.

Untuk diketahui, groundbreaking ceremony adalah sebagai simbol dimulainya suatu proyek pembangunan gedung atau pun apartemen.

Nah, kembali ke istilah topping off, ternyata ada sejumlah tujuan dari penyelenggaraan acara tutup atap, Rumah123.com melansirnya dari berbagai sumber.

 1. Bentuk Rasa Syukur 

Bagi pihak developer properti, menggelar upacara tutup atap merupakan bentuk rasa syukur atas selesainya pembangunan.

Adapun dalam kegiatan ini, pihak pengembang akan menyampaikan rasa terima kasih pada seluruh pihak yang terlibat dalam pengerjaan.

2. Simbol Komitmen 

Penyelenggaraan seremonial topping off, juga menjadi simbol atas komitmen sang developer dalam menyelesaikan  proyeknya.

Dengan rampungnya tahapan pembangunan diharapkan bisa menghasilkan keuntungan bagi semua pihak, termasuk para konsumennya.

3. Sebagai Momentum untuk Promosi 

Tujuan lainnya dari diselenggarakannya seremoni topping off, yakni digunakan sebagai momentum untuk berpromosi.

Pihak marketing akan memanfaatkan tahapan ini untuk menjaring kepercayaan calon konsumen, karena proses konstruksi sudah pada tahap finishing.

Selain itu, unit apartemen atau gedung perkantoran yang sudah mencapai tutup atap, akan mengalami kenaikkan harga dari awal.

Tradisi Kegiatan Topping Off di Berbagai Negara

apa itu topping off-Tokyo-Riverside (Sumber: pulauintan.com)

Tahukah kamu, bila tradisi tutup atap umum dilakukan masyarakat dunia. Di luar negeri, istilah properti ini dikenal dengan sebutan sebagai topping out.

Sebagai informasi, seremonial topping off sendiri berasal tradisi masyarakat Skandinavia kuno, ketika sebuah hunian selesai dibangun.

Mereka akan menempatkan sebuah pohon atau cabang berdaun, di atas balok kayu atau besi paling atas. Terkadang, dengan bendera dan pita yang diikatkan padanya. 

Sedangkan di Inggris, kegiatan seremoni tutup atap dapat ditandai dengan pemasangan plakat ataupu benda lainnya.

Tradisi berbeda bila kamu pergi ke Selandia Baru. Seremoni penyelesaian atap akan dirayakan melalui “teriakan atap”, serta hadirnya jamuan kue dan bir untuk para pekerja.

Lantas, bagaimana dengan tradisi topping off yang biasa dilakukan oleh para pengembang properti di Indonesia?

Di tanah air, tradisi ini diwarnai dengan pemaparan laporan proyek, upacara potong pita, pemasangan plakat,hingga doa bersama. 

Umumnya, para pengembang di Indonesia juga akan menggunakan kegiatan itu sebagai acara humas untuk media.

Nah itulah penjelasan mengenai istilah topping off, yang popular dan sering digunakan dalam bidang konstruksi, khususnya properti.

Baca juga berbagai informasi terkait istilah properti lainnya, seperti apa itu aparthouse, hanya di artikel.rumah123.com.

Kalau kamu ingin cari rumah minimalis idaman, yuk telusuri rekomendasinya di situs Rumah123.com, karena kami selalu #AdaBuatKamu.

Bagikan:
375 kali