pola makan sehat setelah lebaran

Saat Hari Raya Idul Fitri, pola makan bisa tidak terkendali. Saatnya kamu untuk kembali menerapkan pola makan sehat setelah lebaran. 

Puasa Ramadan membuat pola makan menjadi teratur dan juga membuat tubuh menjadi lebih sehat. 

Kamu tidak makan selama belasan jam. Setelah berbuka, pola makan biasanya relatif masih terjaga. 

Saat berbuka puasa dan makan sahur, pola makan disesuaikan lantaran kamu akan menjalani puasa. 

Ketika makan sahur, biasanya orang akan minum air putih dalam jumlah banyak agar tidak dehidrasi. 

Makan juga secukupnya agar tidak lapar dan kuat saat menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadan. 

Lain cerita ketika Hari Raya Idul Fitri tiba, apalagi jika ada halal bihalal atau open house (gelar griya). 

Walaupun pada Lebaran tahun ini, pastinya tidak ada halal bihalal karena kamu hanya merayakan bersama keluarga inti. 

pola makan sehat setelah lebaran

Sudah Tahu Berapa Kalori Santapan Khas Lebaran 

Banyak dari makanan khas Idul Fitri merupakan santapan olahan menggunakan santan alias berbasis santan. 

Rendang, opor ayam, sayur pepaya, sayur labu, kari, tongseng, dan lainnya menggunakan santan.  

Laman berita online Kompas.com pernah melansir bahwa kandungan kalori dalam santan sangat tinggi, sekitar 93 persen kalorinya adalah lemak. 

Dalam setiap porsi penyajian, rendang memiliki kandungan 468 kalori. Opor ayam mengandung 320 kalori, 

Lontong sayur mengandung 389 kalori. Setiap santapan ini mengandung karbohidrat, protein, dan lemak. 

Bagaimana dengan kue-kue khas Lebaran seperti Nastar yang mengandung kalori yang banyak. Sebanyak 10 kue nastar mengandung 512 kalori.  

Ini belum menghitung kue kaastengels, putri salju, dan berbagai jenis kue lainnya yang tersaji di meja. 

Tidak ketinggalan kalau ada es buah, minuman soda, sirup, dan lainnya. Jumlah kalori yang masuk saat Lebaran pastinya banyak. 

pola makan sehat setelah lebaran

Saatnya Melakukan Pola Makan Sehat Setelah Lebaran

Saat Hari Raya Idul Fitri, tentunya sulit untuk tidak menyantap santapan khas Lebaran lantaran semua hidangan yang tersaji memang seperti ini. 

Apalagi kalau kamu harus menghadiri acara gelar griya di rumah orang tua, mertua, dan lainnya. 

Kamu tidak mungkin tidak makan, bukan? Mau tidak mau, selama dua hari, kamu akan menyantap banyak kalori. 

Setelah Lebaran, saatnya kamu menerapkan lagi pola makan sehat setelah lebaran. Apa saja yang harus dilakukan? 

1. Minum Air Putih dalam Jumlah Banyak 

Setelah minum soda atau sirup selama Idul Fitri, saatnya untuk minum air putih dalam jumlah banyak. 

Biasakan untuk minum air putih minimal delapan gelas sehari agar asupan air ke dalam tubuh tercukupi. 

Minum kopi atau teh secukupnya. Jangan lupa untuk minum susu secara rutin agar asupan gizi terpenuhi. 

2. Rutin Mengonsumsi Sayur dan Buah-Buahan 

Biasakan untuk makan buah-buahan setiap hari. Indonesia memiliki berbagai jenis buah yang baik untuk dikonsumsi. 

Jangan lupa juga untuk mengonsumsi sayuran setiap harinya. Buah dan sayur memiliki banyak serat. 

Agar tidak bosan, buat saja jus buah dan sayuran. Atau buat saja varian salad agar ada variasi menu. 

3. Memasak Santapan Sendiri 

Ada baiknya kamu memasak makanan sendiri dibandingkan membelinya di luar, apalagi saat ini masih pandemi covid-19. 

Jika memasak sendiri, kamu mengetahui bahan yang digunakan. Selain itu, makanan lebih bersih dan sehat. 

Saat kamu membeli, belum tentu kamu mengetahui bahan yang dipakai. Apalagi jika kamu alergi terhadap sesuatu. 

4. Membatasi Makanan Cepat Saji 

Fast food atau makanan cepat saji memang enak dan gurih, apalagi kalau disantap dengan minum soda. 

Pernah membayangkan kalau betapa tidak sehatnya makanan cepat saji ini? Apalagi fast food malah tidak memiliki nutrisi. 

Coba untuk membatasi makanan cepat saji, kalau kamu memang tidak bisa untuk tidak menyantapnya sama sekali.

Baca juga: Pilihan Menu Sahur untuk Penderita Maag

Bagikan:
998 kali