asuransi properti

Meskipun memiliki banyak manfaat, namun ternyata asuransi properti masih sepi peminat, padahal hal ini menjadi proteksi bagi aset properti. 

Asuransi properti pada dasarnya memiliki banyak sekali manfaat, tentunya sebagai bentuk proteksi aset.

Sama halnya dengan asuransi lainnya, asuransi properti ini memberikan perlindungan atas kerusakan yang terjadi pada properti yang diasuransikan.

Misalnya saja kebakaran, sambaran petir, ledakan, tertimpa pesawat, bencana seperti banjir, longsor, badai, atau gempa bumi.

Tidak hanya itu, hal lain seperti kerusuhan, perbuatan jahat orang lain terhadap properti kamu dan risiko lainnya pun di-cover asuransi.

Lalu, mengapa asuransi properti ini masih sepi peminatnya? Apalagi jika dibandingkan asuransi kendaraan bermotor atau asuransi jiwa.

Penyebab Asuransi Properti Kurang Laku

Seperti dilansir dalam laman Kompas.com, Direktur Utama BRI Insurance, Fankar Umran mengungkapkan hal ini.

Ia menjelaskan bahwa masih banyak masyarakat yang tidak mau membeli produk asuransi properti, khususnya perumahan.

Minded masih kurang, literasi kurang. Seolah-olah hanya sebuah mandatori pembiayaan," ujarnya.

Maksudnya, asuransi perumahan yang dimiliki karena kredit pemilikan rumah atau KPR yang dimiliki, biasanya pengembang telah menyertakan asuransi.

Jadi pemilik tidak ingin membeli asuransi rumah sendiri, misalnya saat membeli rumah second.

Padahal manfaat yang mereka dapatkan dari asuransi properti sendiri sangat baik untuk melindungi aset mereka, terutama saat terjadi sesuatu.

Tidak hanya itu, Fankar juga mencatat bahwa asuransi properti untuk perumahan jumlahnya lebih kecil dibandingkan dengan properti jenis lain seperti industri dan perkantoran.

Biasanya, pemilik pabrik atau kantor memang akan mengasuransikan aset properti, tentunya sebagai proteksi.

Karena itulah, Fankar selalu mengkampanyekan bahwa produk asuransi itu tidak mahal, ia memberikan ilustrasi.

Sebagai contohnya, sebuah asuransi rumah Rp1 miliar dengan premi Rp1-2 juta, pemilik rumah hanya sekali bayar, dibagi sebulan Rp100-200 ribu per bulan.

“Belum lagi dibanding harga tanggungan. Nilai ditanggung saat risiko, itu tidak murah, tak perlu keluar Rp1 miliar hanya dengan Rp1 juta, terjamin,” ujarnya.

Bagaimana dengan kamu, apakah tertarik untuk mengasuransikan aset properti milikmu?

Namun, ada baiknya sebelum kamu membeli asuransi properti untuk mencari tahu lebih jelas dan detail apa saja manfaat serta hal yang di-cover oleh asuransi tersebut.

Situs properti Rumah123.com selalu menyajikan artikel dan tips menarik mengenai investasi properti.

Bagi kamu yang berencana membeli rumah peristirahatan di Bali, pilihan terbaik adalah Citadines Berawa Beach Bali.

Bagikan:
480 kali