Maket Wismaya Residence. (Foto: IST) Maket Wismaya Residence. (Foto: Rumah123/IST)

Jika selama ini apartemen yang ada lebih menitikberatkan pada fasilitas orang dewasa, tidak demikian halnya dengan Wisama Residence. Apartemen besutan Langgeng Land ini menawarkan fasilitas Edutainment Park sebagai sarana bermain sekaligus belajar untuk anak-anak.

Menurut General Manager & Sales Marketing Langgeng Land, Andreas Irwan, Edutainment Park lebih dari sekadar taman bermain. Di sini, orang tua dan anak-anak mereka dapat saling berinteraksi.

’’Jadi, komunikasinya tidak searah seperti playground lainnya,’’ kata Andreas dalam keterangan tertulis yang diterima Rumah123.

Baca juga: Apartemen ala Keraton di Yogyakarta

’’Sebagai generasi penerus masa depan bangsa, anak-anak harus mendapatkan pendidikan yang layak sejak dini. Inilah cara kami berpartisipasi dengan menyediakan sarana terbaik di masa keemasan mereka,’’ ujarnya menambahkan.

Andreas menyadari, arena bermain dengan misi edukasi sangat penting bagi keluarga muda yang tinggal di apartemen. Karena itulah, pengembang yang sebelumnya sukses memasarkan apartemen Student Castle di Yogyakarta ini membangun Edutainment Park di Wismaya Residence.

Arsitek Edutainment Park, Thoat Fauzi, menambahkan, terdapat empat zona dalam taman bermain itu. Pertama adalah Zona Iptek, di mana anak-anak dapat bermain dan belajar seputar teknologi dan ilmu pengetahuan dengan cara yang menyenangkan.

Baca juga: Bidik Pekerja Asing, Apartemen Ini Banderol Harga Rp200 Juta

’’Fasilitas pendukungnya antara lain sepeda listrik, pohon optik, permainan silinder, globe raksasa, dan kota multifungsi berisi jam pasir, lego, dan sebagainya,’’ kata Thoat.

Lalu, yang kedua adalah Zona Budaya. Ini merupakan wahana bermain, belajar, dan berinteraksi seputar budaya dan kesenian Indonesia. Zona ini didukung permainan jembatan angklung, gamelan bambu, gendang pipa, totem canting batik, hingga papan catur raksasa.

’’Yang ketiga adalah Zona Agrikultur yang memiliki taman bunga dan kupu-kupu. Area pedestrian didesain sebagai taman refleksi dan hidroponik. Anak-anak bisa menanam pohon dari mulai bibit hingga tumbuh, sehingga hal ini menjadi proses pembelajaran buat mereka,’’ ujar Thoat.

Zona yang terakhir, lanjutnya, adalah Open-theatre. Zona ini menjadi tempat bagi para penghuni untuk mengekspresikan diri melalui seni pertunjukan, presentasi informasi yang mendidik, maupun pelatihan-pelatihan.

’’Saat tidak digunakan, zona ini bisa menjadi area bersantai yang nyaman sehingga orang tua bisa mengawasi aktivitas buah hati mereka,’’ ucapnya.

Bagikan: 799 kali