Tak semua orang memiliki keistimewaan work from home yang diperpanjang dari kantor. Jika kamu salah satunya yang mengalami ini, gunakan cara ini untuk menghindari virus corona!

work from home - Rumah123.com Work from home tak diperpanjang dan harus ke kantor, gunakan tips ini untuk cegah corona - Rumah123.com

Semenjak wabah virus corona atau COVID-19 masuk ke Indonesia, pemerintah mengimbau masyarakat untuk beraktivitas dari rumah.

Sejak dua minggu yang lalu, pemerintah telah mengeluarkan imbauan agar perusahaan mempekerjakan karyawannya dari rumah (work from home) di tengah wabah corona.

Bahkan imbauan yang awalnya hanya berlaku sampai 3 April, kini diperpanjang hingga tanggal 19 April mendatang.

Kebijakan work from home tidak berlaku untuk sejumlah orang

Namun Pemerintah tidak serta merta melarang semua pekerja untuk kembali 'ngantor'. 

Khusus Provinsi DKI Jakarta sendiri, terdapat tiga kriteria perusahaan yang tidak dilarang kembali ke kantor.

Dilansir dari Detik.com, salah satu kriterianya adalah perusahaan yang pekerjanya harus bekerja penuh di tempat kerja, seperti perusahaan sandang pangan sembako, BBM, kesehatan, sampai transportasi.

Lalu, bagaimana jika kamu merupakan salah satu karyawan kantor dengan kebijakan work from home yang tidak diperpanjang?

Tentu hal ini menjadi dilema untuk kamu yang mengalaminya. Di satu sisi, kamu takut terpapar virus. Namun di sisi lain, mau tak mau kamu harus pergi ke kantor untuk melaksanakan kewajiban dan menyambung hidup. 

Tak ada lagi work from home? Ini 7 tips pencegahan corona di kantor

Apabila kamu tak punya opsi lain selain ke kantor, maka tingkatkan kewaspadaanmu untuk mencegah segala hal yang tidak diinginkan.

Sebisa mungkin, lakukan sejumlah hal ini ketika kamu harus pergi ke kantor ketika wabah corona masih melanda:

Cuci tangan sesering mungkin, terutama setelah memegang benda yang sering dipegang orang lain

Barang yang digunakan bersama di kantor seperti mesin pembuat kopi, gagang pintu, tombol lift, dan saklar lampu harus diwaspadai.

Karena banyak orang yang menyentuhnya, sejumlah kuman penyebab penyakit sangat mungkin menempel.

Untuk mencegah terpapar kuman dan bakteri, sesering mungkin cuci tanganmu. 

CDC merekomendasikan untuk mencuci tangan setidaknya selama 20 detik dengan sabun dan air mengalir.

Terutama setelah pergi ke kamar mandi, sebelum makan, setelah menyentuh hidung ketika batuk atau bersin.

Mencuci tangan adalah pencegahan paling pertama yang bisa kamu lakukan untuk mencegah virus corona.

Sediakan hand sanitizer di atas meja

Mungkin sulit untuk sering-sering meninggalkan meja dan pergi ke toilet untuk mencuci tangan.

Sebagai gantinya, sediakan hand sanitizer di atas meja agar kamu mudah mengaksesnya.

Pastikan kandungan alkohol di dalamnya minimal sebesar 70% agar optimal melindungi diri dari kuman, bakteri, dan virus. 

Walaupun begitu, mencuci tangan tetap merupakan opsi terbaik untuk mendisinfeksi tangan. 

Sabun cuci tangan dan aliran air merupakan perpaduan semputna untuk  membersihkan tangan dari kontaminan virus.

Disinfeksi meja kerja dan area sekitar tempat kerjamu

Menurut Wall Street Journal, rata-rata meja memiliki 800 bakteri per inci persegi - sekitar 14 kali lebih banyak bakteri daripada kursi toilet kantor. 

Untuk mencegah sakit, bersihkan ruang kerja sesering mungkin dengan cairan disinfektan yang bisa dibuat sendiri di rumah. 

Fokus area yang harus dibersihkan adalah membersihkan barang yang paling sering disentuh seperti keyboard, mouse, tombol monitor, dan telepon meja, serta permukaan meja.

Lakukan disinfeksi setiap pagi sebelum kamu mulai bekerja.

Hindari menyentuh permukaan dengan tangan kosong

Cara terbaik untuk melindungi diri dari penyakit dan infeksi adalah dengan membatasi paparan langsung. 

Hindari menyentuh permukaan yang mungkin terkontaminasi kuman dan bakteri dengan tangan kosong.

Gunakan pelindung, misalnya seperti tambahan tisu atau sarung tangan.

Namun, gunakan pelindung tangan hanya ketika kamu menyentuh permukaan yang disentuh oleh banyak orang lainnya. 

Kerja di tempat yang tidak terbuka 

Apabila kamu bekerja di kantor open space, mungkin kamu harus lebih waspada karena tak ada pembatas antara kamu dan orang lain. 

Jika memungkinkan, kamu bisa pindah ke tempat yang lebih terpencil lagi, dan di dalam ruangan tertutup.

Kantor-kantor start-up biasanya menyediakan ruangan kecil khusus untuk karyawan mereka yang mau mengadakan meeting.

Kamu bisa memanfaatkan ruangan tersebut untuk bekerja jika memang diperbolehkan oleh atasan.

Hindari menyentuh area wajah

Hampir seluruh lembaga kesehatan telah mengimbau bahwa untuk mencegah terpapar virus, sebisa mungkin hindari menyentuh area wajah.

Menurut sebuah studi tahun 2015, orang menyentuh wajah mereka rata-rata 24 kali dalam satu jam, dan sekitar 44% dari sentuhan itu melibatkan mata, hidung, dan mulu, seperti yang dilansir dari Business Insider Singapore. 

Namun, tidak menyentuh wajah merupakan salah satu cara termudah untuk mencegah penyakit di tempat kerja.

Kamu bisa menggunakan masker kain untuk mencegah menyentuh wajah. Bahkan, saat ini pun pemerintah mulai mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker kain, walau tidak sakit sekalipun.

Hindari bersentuhan dengan orang lain

Setelah hampir satu bulan work from home, mungkin kamu sangat excited melihat rekan kerja karena rindu dengan mereka.

Tapi ingat, penyebaran COVID-19 bisa terjadi dengan melakukan kontak fisik sekecil apapun dengan orang lain.

Maka dari itu, sangat penting untuk membatasi kontak fisik dengan orang lain sebisa mungkin. 

Itu dia sejumlah hal yang bisa kamu lakukan ketika kebijakan work from home tidak diperpanjang, dan kamu harus kerja dari kantor.

Bukan hanya dilakukan oleh masing-masing karyawan, cara-cara di atas juga harus terus-terusan dikomunikasikan oleh HRD ke seluruh karyawan.

Mungkin masih ada satu dua orang yang belum sepenuhnya melakukan tindakan preventif seperti di atas. 

Maka dari itu, harus ada pihak yang mengingatkan terus-terusan.

Bagi kamu yang bekerja dari kantor, selamat bekerja, dan jaga kesehatan!

Bagikan:
1617 kali