penipuan jual beli rumah- rumah123.com Sub Direktorat II Harta Benda dan Bangunan (Harda) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) berhasil mengungkap sindikat penipu properti dengan kedok notaris palsu (Foto: Rumah123/Getty Images)

Polisi berhasil menangkap sindikat penipuan jual beli rumah mewah dengan modus notaris palsu. Sindikat ini telah beraksi selama lima bulan. Nilai kerugian mencapai Rp214 miliar.

Sub Direktorat II Harta Benda dan Bangunan (Harda) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) berhasil mengungkap sindikat penipu properti dengan kedok notaris palsu.

Sindikat ini telah beraksi selama lima bulan. Mereka membidik rumah mewah dengan harga di atas Rp15 miliar. Kerugian yang dialami korban mencapai Rp214 miliar.

Baca juga: Mau Tahu Kamar Mana yang Ga Bakal Dimasuki Maling?

Para pelaku menawarkan bisa menjual rumah mewah tersebut kepada korban. Syaratnya, korban harus memberikan sertifikat asli.

“Penipuan ini dikemas secara rapi, rumah yang jadi sasaran biasanya di atas Rp 15 miliar, makanya (korban) minta tolong dijual, tapi malah disalahgunakan pelaku," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono seperti dikutip oleh situs berita online Tempo.co.

Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers di Tebet Timur, Jakarta Selatan pada Senin (5/8/2019). Argo menjelaskan kronologis kasus ini kepada wartawan.

Baca juga: Waspada Modus Pencuri Rumah Kosong Plus Cara Aman Anti Maling

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat ke polisi pada Juli 2019. Dalam laporan tersebut, masyarakat memperoleh surat tagihan dari bank terkait pembayaran agunan sertifikat tanah, padahal mereka tidak pernah melakukannya.

Dalam penyelidikan kasus ini, polisi berhasil menangkap empat orang tersangka. Inisial mereka adalah D, A, K, dan H.

Modus Sindikat Penipuan Jual Beli Rumah Mewah Menggunakan Notaris Palsu

Para tersangka melakukan penipuan ini dengan modus menggunakan notaris palsu. Seperti dikutip situs berita online Kompas.com, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Suyudi Seto menyatakan keempat pelaku ini mempunyai peran tersendiri.

Ada yang mencari korban, berpura-pura menjadi notaris, membuat plang palsu notaris, memalsukan sertifikat tanah korban, dan juga mengontrak rumah.

Setelah mendapatkan laporan tersebut, Subdit II Harda Direskrimum Polda Metro Jaya membentuk tim guna menyelidiki dan menelusuri dugaan penipuan ini. Investigasi ini membuahkan hasil.

Hasilnya terungkap kalau korban pernah meminjamkan sertifikat tanah kepada notaris palsu bernama Idham. Korban memberikan alasan meminjamkan sertifikat itu untuk keperluan jual beli rumah.

Menurut polisi, pelaku meminjam sertifikat tanah korban dengan alasan untuk memeriksa keaslian sertifikat di BPN (Badan Pertanahan Nasional). Lembaga ini memang memiliki kewenangan untuk memeriksa sertifikat tanah.

Korban memercayai pelaku lantaran peminjaman sertifikat dilaksanakan di kantor notaris bernama Idham yang berlokasi di Jalan Tebet Timur, Jakarta Selatan. Untuk meyakinkan korban, pelaku meminta bertemu di kantor notaris. Sebenarnya, kantor notaris ini palsu. Idham adalah notaris yang sudah pensiun.

Usai pelaku menerima sertifikat, mereka memalsukannya. Selanjutnya, pelaku mengembalikan kepada korban. Sementara sertifikat yang asli kemudian digadaikan ke bank. Polisi menyatakan sertifikat palsu sangat mirip dengan sertifikat asli. Hal ini membuat korban tidak curiga.

Setelah beberapa lama, korban memperoleh suarat tagihan dari bank. Korban mulai menyadari kalau mereka menjadi korban penipuan. Polisi baru menerima tiga laporan dari korban. Polisi juga menyatakan kalau ada enam korban lagi yang akan melapor.

Kerugian Oleh Sindikat Penipuan Ini Mencapai Rp214 Miliar

Polisi mengungkapkan bahwa nominal kerugian yang diderita oleh tiga korban telah mencapai Rp214 miliar. Para pelaku sudah beraksi sejak Maret 2019.

Seperti dikutip dari situs berita online Detik.com dan CNN Indonesia.com, para korban ini ingin menjual rumah yang ada di Kebayoran dan Kebagusan, Jakarta Selatan. Selain tiga korban, ada enam bank yang dirugikan akibat penipuan sindikat ini.

Polisi mengimbau agar masyarakat yang menjadi korban penipuan penjual rumah mewah dengan modus notaris palsu ini agar segera membuat laporan. Polisi akan menyediakan nomor pengaduan agar masyarakat bisa melapor.

Bagi kamu yang ingin menjual rumah, tentunya kasus ini bisa menjadi pelajaran agar berhati-hati. Jika ingin menjual rumah mewah yang berharga mahal, cari tahu bagaimana untuk memasarkan dan menjualnya.

Cari tahu dengan bertanya kepada agen properti yang telah bersertifikasi. Jangan sampai kamu tertipu dan kehilangan aset berharga.

Baca juga: Tips Aman Tinggalkan Rumah Saat Mudik Lebaran
Bagikan: 772 kali