Penyakit leptospirosis kerap terjadi ketika banjir - Rumah123.com Penyakit leptospirosis kerap terjadi ketika banjir - Rumah123.com

Akibat curah hujan yang tinggi, sejumlah wilayah di Indonesia terendam banjir sejak Rabu, 1 Januari 2020. Bukan hanya menimbulkan kerusakan benda, banjir juga bisa membawa banyak penyakit. Salah satunya adalah penyakit leptospirosis alias kencing tikus. Apa itu penyakit leptospirosis, seperti apa gejalanya, dan bagaimana pencegahan serta pengobatannya?

Leptospirosis terjadi akibat kotoran tikus bercampur air banjir

Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri leptospira interrogans yang disebarkan melalui urine atau darah hewan yang terinfeksi bakteri ini. Beberapa jenis hewan yang dapat menjadi pembawa leptospirosis adalah anjing, hewan pengerat seperti tikus, dan kelompok hewan ternak seperti sapi atau babi.

Dalam kondisi banjir seperti saat ini, hewan yang paling banyak menularkan leptospirosis adalah tikus. Tikus meninggalkan kotoran yang kemudian bercampur dengan air banjir. Penyakit ini pun akhirnya bisa menular melalui media paparan air atau tanah yang telah terkontaminasi dengan urine hewan pembawa bakteri leptospira. 

Gejala leptospirosis tingkat rendah dan berat berbeda-beda

Leptospirosis tingkat rendah:

1. Mual 2. Muntah 3. Meriang 4. Sakit kepala 5. Nyeri otot 6. Sakit perut 7. Diare 8. Kulit menguning 9. Area putih pada mata menguning 10. Demam 11. Ruam pada kulit

Leptospirosis tingkat berat:

1. Gangguan paru-paru seperti batuk, napas pendek, batuk berdarah 2. Gagal ginjal dengan gejala kehilangan selera makan, penurunan berat badan tidak disengaja, produksi air seni tidak cukup 3. Meningitis, dengan gejala sakit kepala parah, mual dan muntah, leher kaku, sering pingsan 4. Gagal jantung dengan gejala napas pendek, berat badan meningkat, buang air kecil berlebihan saat malam hari.

Cara mencegah leptospirosis

Jangan khawatir berlebihan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya leptospirosis:

1. Menggunakan pakaian pelindung, salah satunya sepatu boots

2. Hindari kontak dengan banjir langsung, terutama jika ada luka

3. Gunakan masker, sarung tangan, dan sepatu boots ketika membersihkan rumah pasca banjir

4. Mandi dengan sabun antiseptik pasca membersihkan banjir

5. Pastikan kebersihan air yang akan dikonsumsi

Cara mengobati leptospirosis

Gejala leptospirosis ringan sebenarnya bisa hilang dengan sendirinya. Namun untuk kasus leptospirosis tingkat berat di mana kasus infeksi sudah cukup parah, dibutuhkan sejumlah pengobatan. Biasanya dokter akan memberikan antibiotik seperti amoxicillin, ampicillin, penicillin, doxycycline, atau cephalosporin untuk mengurangi gejalanya. Untuk penanganan lebih lanjut, segera kunjungi dokter. 

Bagikan: 2182 kali