ISPA Musim Kemarau- Rumah123.com Saat Musim Kemarau, Biasakan Untuk Memakai Masker Agar Tidak Terkena ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) dan Sejumlah Penyakit Lainnya (Foto: Rumah123/Getty Images)

Ketika musim kemarau tiba, masyarakat harus waspada terhadap bahaya sejumlah penyakit, salah satunya adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Musim kemarau terjadi di kawasan Khatulistiwa pada April hingga September. Pada musim kemarau ini, curah hujan menurun tajam.

Turunnya curah hujan tentunya membuat debu lebih banyak. Saat itulah, muncul sejumlah penyakit yang biasanya muncul pada musim kemarau.

Baca juga: Hati-Hati, Keranjang Sampah Bisa Sebarkan Penyakit Lho

Salah satunya adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Penyakit lainnya adalah diare, penyakit mata, dan penyakit kulit. Selain itu, ada ancaman lainnya seperti dehidrasi, heatstroke, dan lainnya.

Situs Kompas.com melansir data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), ada sejumlah kawasan di Jakarta yang masuk dalam golongan hari tanpa hujan kategori panjang selama musim kemarau. Nah, ini artinya di kawasan ini, tidak terjadi hujan antara 21-30 hari.

Namun, ada juga kawasan di Jakarta yang termasuk dalam golongan hari tanpa hujan kategori menengah. Hal ini sama saja daerah tersebut tidak mendapatkan hujan hanya dalam durasi 11-20 hari.

Baca juga: Apa Sih Penyakit Leptospirosis, Cari Tahu Gejala dan Pencegahannya Ya

Seperti dikutip dari situs JPNN.com, ada sejumlah penyakit yang bisa menimpa saat musim kemarau. Saatnya melakukan pencegahan agar tidak terkena penyakit.

Saatnya menjaga kesehatan dengan terbiasa menjalankan pola hidup sehat, menjaga lingkungan sekitar, dan lainnya.

 

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA)

Saat musim kemarau, udara memang menjadi lebih berdebu. Lantas debu-debu yang bertebaran di udara ini berpotensi mengiritasi saluran pernapasan. Saat kondisi seperti ini, orang menjadi lebih rentan mengalami ISPA.

Usahakan untuk memakai masker terutama saat berada di luar ruangan. Jangan lupa untuk mengganti masker secara berkala.

 

Heatstroke

Cuaca bisa menjadi sangat panas ketika musim kemarau, heatstroke bisa terjadi. Suhu tubuh menjadi terlalu panas lantaran paparan suhu panas di luar tubuh dalam durasi yang lama. Temperatur tubuh dapat mencapai 40 derajat Celsius.

Orang yang terkena heatstroke harus memperoleh pertolongan medis. Serangan heatstroke bisa merusak fungsi organ dalam tubuh seperti otak, jantung, ginjal, dan organ vital lain. Ingat, heatstroke bisa menyebabkan kematian.

 

Dehidrasi

Saat cuaca panas, orang berpotensi berkeringat lebih banyak. Dalam kondisi ini, orang lebih rentan mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan.

Jangan lupa untuk memenuji kebutuhan asupan air putih minimal delapan gelas sehari, apalagi jika lebih banyak beraktivitas di luar ruangan. Tidak ada salahnya minum air lebih banyak saat musim kemarau.

 

Penyakit Kulit

Cuaca panas dapat membuat kulit alergi. Sebelumnya, kulit menjadi kering dan membuat lapisan menipis. Saat itulah, kuman masuk dan membuat kulit alergi.

Salah satu penyakit kulit yang bisa terjadi saat musim kemarau adalah dermatitis atopic. Penyakit kulit ini dapat membuat kulit meradang, gatal, kering, dan pecah-pecah. Biasanya orang mengenal kondisi ini sebagai penyakit eksim.

 

Penyakit Lainnya

Selain sejumlah penyakit di atas, ada lagi penyakit-penyakit yang bisa menyerang saat musim kemarau seperti diare, demam berdarah, tifus, mata kering, dan lainnya.

Diare bisa terjadi karena berkurangnya pasokan air bersih. Demam berdarah tetap ada karena nyamuk berkembang biak menjadi dewasa. Tifus ditularkan lewat konsumsi makanan yang tercemar bakteri Salmonella. Sementara mata kering terjadi karena udara kering sehingga terjadi penguapan air mata.

Bagikan: 802 kali