kutu kucing - rumah123.com

Baru-baru ini, media dibuat geger dengan kasus meninggalnya bocah asal Sragen usai digigit kutu kucing.

Jari tangannya membengkak, dan  ia sempat mengalami demam tinggi serta muntah-muntah.

Sejak itu, kondisi bayi bernama Tsamara Khumaira Mariba yang berusia setahun itu terus mengalami penurunan hingga divonis mengidap tumor di jari manis tangan kanannya. 

Hal ini tentunya meresahkan banyak orang. 

Terutama mereka yang memiliki anak-anak sekaligus kucing atau hewan peliharaan lainnya di rumah.

Apakah gigitan kutu kucing benar-benar berdampak fatal pada manusia?

Jika ya, seperti apa tanda-tanda terkena gigitannya dan bagaimana cara mencegah atau mengatasinya?

Bahaya gigitan kutu kucing terhadap manusia

Dilansir dari Kumparan.com, gigitan kutu kucing akan menimbulkan reaksi gatal. 

Selain itu, gigitannya juga  bisa menyebabkan kemerahan yang mirip dengan gigitan nyamuk tetapi lebih kecil dan terasa sakit saat disentuh. 

Selanjutnya, gigitan tersebut  juga bisa berkembang menjadi reaksi alergi seperti pusing, sulit, bernapas, mual, dan nyeri dada.

Lebih parahnya lagi, seperti yang dilansir dari Kompas.com, kutu dengan nama latin Ctenocephalides felis ini dapat membawa bakteri Bartonella henselae, atau biang penyakit cat scratch disease (CSD) serta bakteri Yersinia pestis penyebab penyakit Pes.

Ketika seseorang sudah terinfeksi penyakit tersebut, dampaknya akan sangat fatal jika tidak ditangani dengan cepat.

Baca juga: Cara Ampuh Membunuh Kutu Kasur | Plus Tips Menghindarinya

Gejala penyakit CSD dan Pes yang disebabkan oleh gigitan kutu kucing

Menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) AS, penyebab dari CSD  adalah infeksi bakteri Bartonella henselae yang dibawa kutu kucing.

Bakteri Bartonella ditemukan dalam darah sepertiga kucing sehat, terutama anak kucing. 

Biasanya, penyakit ini menjangkiti anak-anak di bawah 15 tahun, terutama yang memiliki daya tahan tubuh lemah.

Sedangkan Pes, melansir dari Harvard Health Publishing, penyakit ini disebabkan karena infeksi bakteri Yersinia pestis. 

Penyakit ini bisa merenggut nyawa apabila tidak segera diobati.

Jika membawa kutu yang terinfeksi bakteri Yersinia pestis, kucing dapat menyebarkan penyakit tersebut ke orang sekitarnya.

Baca juga: 5 Cara Mengusir Laron yang Beterbangan Masuk Ke Rumah

Gejala penyakit CSD pada manusia

Dilansir dari Kompas.com, gejala CSD karena digigit kutu kucing yang paling umum adalah: 

- Demam

- Kelenjar getah bening bengkak selang 1-3 minggu setelah digigit

- Timbul keropeng atau luka yang mengering di tempat awal gigitan kutu

- Infeksi mata, nyeri otot parah, sampai pembengkakan otak.

Gejala Pes pada manusia

Pes bubonik

- Kelenjar getah bening di area sekitar gigitan kutu jadi nyeri hebat, membengkak, dan kemerahan

- Demam tinggi, kedinginan, sakit otot, sakit kepala, dan lemah dalam 2 hingga 6 hari setelah digigit

- Jika tidak mendapatkan penanganan tepat, bakteri dapat menyebar ke aliran darah dan penyakit berkembang menjadi pes septikemia

Pes septikemia

- Gejala awal berupa mual, muntah, diare, dan nyeri perut

- Pendarahan di bawah kulit, memar, ada darah di urine, kotoran BAB, maupun mimisan

- Syok, gagal ginjal, susah bernapas, sampai meninggal dunia

Pes pneumonik

- Demam tinggi, kedinginan, sakit kepala hebat, nyeri dada, pernapasan cepat, napas pendek-pendek, dan batuk berdarah

- Tanpa penanganan tepat, pes pneumonik bisa menyebabkan kematian

Cara mengobati gigitan kutu kucing pada manusia

Apabila muncul gejala awal di atas, lakukan segera penanganan pertama berikut ini:

1. Gunakan salep kortikosteroid kuat pada bagian yang bentol-bentol merah

2. Minum obat golongan antihistamin untuk meredakan gatal

3. Apabila gejala yang muncul semakin parah, segera konsultasikan dengan dokter.

Tindakan pencegahan yang bisa dilakukan untuk menghindari adanya kutu kucing di rumah

Lebih baik mencegah daripada mengobati. 

Sebelum kutu muncul di rumah, lakukan tindakan pencegahan berikut ini:

- Semprot tempat-tempat persembunyian kutu, misalnya seperti karpet, lipatan sofa, kolong perabotan, dan tempat tidur jika hewan tidur bersama kamu.

- Cuci tempat tidur dan mainan kucing dengan air panas

- Sapu dan pel lantai rumah dengan cairan antiseptik

- Gunakan jasa pembersih hama profesional

Waspada jika terdapat tanda-tanda ini pada kucing di rumah

Bagaimana cara mengetahui bahwa terdapat kutu pada kucing di rumahmu?

Tanda-tanda yang paling jelas adalah ketika kucing menggaruk tubuhnya terus-menerus.

Lakukan tindakan pencegahan dengan cara membersihkan kucing yang baru keluar rumah.

Selain itu, jangan lupa untuk rutin memberikan obat kutu dan membawa kucing ke dokter hewan untuk memastikan kucing selalu berada dalam kondisi sehat.

Bagikan:
3317 kali