Pemerintah terus mengejar proyek pembangunan sirkuit Mandalika yang berada di kawasan Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Sirkuit Mandalika tersebut nantinya akan digunakan untuk balapan World Superbike (WSBK).

Namun, pembangunan Sirkuit MotoGP Mandalika turut berdampak terhadap warga di kawasan tersebut yang harus merelakan rumah tempat tinggalnya.

Biaya Ganti Rugi Mulai Rp3 Juta

proyek sirkuit mandalika

Warga Dusun Bunut, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah yang rumahnya terdampak keberadaan Sirkuit Mandalika akan menerima biaya ganti rugi pembebasan lahan. 

Namun, setiap warga akan menerima besaran ganti rugi yang berbeda tergantung dari status lahan tersebut. 

Melansir Detik.com, salah satu warga yang terkena gusur adalah Kepala Dusun Bunut, Rahmat Panye. 

Dia diminta meninggalkan rumah dan hanya mendapat uang pindah Rp3 juta dari Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).

Namun dengan berat hati, ia harus menerima besaran uang tersebut karena sadar lahan yang ditempatinya bukan milik pribadi. 

Lahan tersebut adalah dimiliki Hak Pengelolaan Lahan (HPL) atas nama ITDC.

"Saya menempati tanah atau numpang di HPL-nya ITDC, jadi kita cuma sekadar dikasih uang pindah saja Rp3 juta," kata Rahmat. 

Namun, lain halnya jika lahan yang digunakan adalah milik warga pribadi. 

Besaran ganti rugi berdasarkan appraisal (taksiran) adalah Rp65 juta sampai Rp100 juta per are (per 100 meter persegi).

"Kalau tanahnya itu berkisar dari Rp65 juta sampai Rp100 juta (per are). Tergantung dari letaknya, status tanah ada sertifikat, tergantung dari surat kepemilikan," terangnya.

Ganti Rugi Rumah Tergantung Jenis dan Kondisi Bangunan

sirkuit mandalika digusur

Berbeda lagi dengan uang ganti rugi jika dalam bentuk rumah yang besarannya akan disusaikan dengan jenis dan kondisi bangunan tersebut. 

"Kalau rumah yang ada di atas lahan itu lain lagi dihitung per meter. Kalau harga per meternya saya kurang tahu tergantung dari bentuk dan jenis bangunan ada yang biasa, ada yang pagar, ada yang permanen dan semi permanen. Kalau rumahnya bagus atau permanen itu harganya lebih mahal. Tergantung kondisi," tandasnya.

PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/ITDC membenarkan hal tersebut. 

Pihaknya mengaku hanya akan memberikan penggantian sesuai nilai appraisal sepanjang memiliki bukti kepemilikan hak atas tanah yang sah secara hukum. 

Selain itu, lahan juga tidak tumpang tindih dengan HPL ITDC, lokasi lahan sesuai Master Plan The Mandalika, dan belum pernah dibebaskan oleh LTDC/BTDC/ITDC sebelumnya.

"Kami berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada masyarakat pemilik lahan enclave yang telah bersedia melepaskan dan mengosongkan lahannya untuk digunakan dalam pembangunan JKK (Jalan Khusus Kawasan)," kata VP Corporate Secretary ITDC, I Made Agus Dwiatmika.

Jangan lupa kunjungi artikel.rumah123.com untuk dapatkan artikel menarik lainnya seputar properti. 

Kamu juga bisa mencari properti yang sesuai kebutuhanmu seperti Naira Residence hanya di www.rumah123.com.

Bagikan:
518 kali

Redaksi Rumah123.com

Alamat

Level 37 [email protected]
Jl. Casablanca Kav.88
Jakarta Selatan
Jakarta 12870
Indonesia