bab sembarangan- rumah123.com Indonesia Menjadi Salah Satu dari Tiga Negara di Dunia yang Warganya Masih Buang Air Besar (BAB) Sembarangan. Dua Negara Lainnya Adalah India dan Nigeria (Foto: Rumah123/Getty Images)

Indonesia menjadi salah satu negara selain Nigeria dan India yang masyarakatnya masih memiliki kebiasaan untuk buang air besar (BAB) sembarangan.

Laman berita online Kompas.com mengutip pernyataan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono bahwa selama ini masyarakat Indonesia masih mempunyai kebiasaan untuk BAB sembarangan.

Bahkan, di beberapa area, ada warga yang sengaja melakukan BAB sembarangan di halaman rumah mereka sendiri. Hal ini tentunya tidak baik bagi kesehatan dan juga lingkungan.

Baca juga: Ternyata Masih Ada Masyarakat Jakarta yang BAB Sembarangan

“Di dunia ini hanya ada tiga negara, yaitu India, Nigeria dan Indonesia yang masih punya budaya buang air besar sembarangan,” ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Basuki melanjutkan jika BAB dilakukan di sungai, mungkin saja tidak akan memunculkan persoalan, apalagi jika sungar mengalir. Hal ini akan mengurangi dampak polusi.

Namun, jika BAB sembarangan dilakukan di halaman rumah, maka limbah kotoran manusia ini bisa mencemari air sumur yang menjadi sumber air minum bagi keluarga. Air tanah yang sudah tercemar tidak dapat dibersihkan dan bisa berdampak pada anak kecil.

Baca juga: Toilet 3D Print Ini Bisa Ubah Kotoran Manusia Jadi Energi Listrik

Air minum yang telah tercemar kotoran manusia bisa menurunkan kualitas kesehatan anak. Air ini bisa mengakibatkan potensi stunting pada anak atau perkembangan tinggi anak di bawah rata-rata.

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memiliki alokasi anggaran untuk membangun infrastruktur kerakyatan sebesar Rp9,2 triliun.

Dari jumlah tersebut, Rp960 miliar dialokasikan untuk pembangunan Pamsimas bagi 5.323 desa dan juga pembangunan Sanimas di 809 lokasi sebesar Rp320 miliar. Pamsimas adalah penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat, sedangkan Sanimas adalah sanitasi berbasis masyarakat.

BAB Sembarangan Menimbulkan Sejumlah Dampak Buruk

Aktivitas melakukan BAB sembarangan memiliki sejumlah dampak buruk. Badan internasional yang menangani masalah anak, UNICEF memaparkan sederetan efek buruk.

Pertama, bisa mencemari air. Kotoran manusia yang dibuang secara sembarangan ke sungai dan laut dapat mencemari air. Air yang telah tercemar kotoran manusia dapat mengandung bakteri E.coli.

Kedua, dapat menyebabkan kekurangan gizi. BAB sembarangan dapat lingkungan sekitar menjadi kotor yang kemudian bisa mencari makanan dan minuman. Kalau manusia mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi kotoran, dapat membuat anak kekurangan gizi sehingga bisa menjadi pendek.

Baca juga: Toilet Kuburan Bisa Tampil Keren Juga, Eh Hati-Hati Ada Penampakan!

Ketiga, menyebabkan dan menyebarkan penyakit. Kotoran manusia yang dibuang sembarang dapat dikerubuti oleh lalat. Hewan seperti lalat akan menyebarkan bakteri ke makanan dan minuman. Ketika manusia mengonsumsinya, dia bisa terkena diare dan kolera.

Keempat, bisa menyebabkan kematian. Kebiasaan BAB sembarang ini bisa menyebarkan beragam penyakit. Jika penyakit itu menyerang anak-anak dan balita, mereka bisa terancam kematian lantaran daya tahan tubuh mereka berbeda dan belum kuat seperti orang dewasa.

Yuk, dari sekarang mulai biasakan hidup sehat dari rumah. Salah satunya adalah BAB di toilet atau jamban yang sehat.

Baca juga: Toilet Darurat untuk Bencana, Wah Keren Banget Idenya

Bagikan: 1450 kali