manfaat puasa - Rumah123.com Satu keluarga sedang berbuka puasa bersama - Rumah123.com

Bulan Ramadan sudah di depan mata. Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah juga menetapkan 1 Ramadan akan jatuh pada 24 April 2020.

Sedangkan proses penetapan 1 Ramadan dari pemerintah masih menunggu sidang isbat yang dilakukan oleh Kementerian Agama (Kemenag) pada Kamis, 23 April mendatang. 

Umat muslim diperintahkan dan diwajibkan untuk berpuasa selama bulan Ramadan lebih dari 1.400 tahun yang lalu.

Puasa yang dimaksud di sini melibatkan pantangan dari makan, minum, merokok dan hubungan seksual dari fajar hingga matahari terbenam. 

Dengan harapan, hal tersebut akan mengarah pada "taqwa" yang lebih besar, atau kesadaran akan adanya Tuhan.

Bukan hanya untuk kewajiban agama, manfaat puasa untuk kesehatan juga sangat banyak

Puasa memang seringkali dijalankan untuk alasan agama. Namun ternyata di luar kewajiban itu sendiri, puasa menyimpan segudang manfaat untuk kesehatan.

Bahkan orang Yunani kuno merekomendasikan puasa untuk menyembuhkan tubuh. Dan saat ini, beberapa ilmuwan menganjurkan puasa yang dimodifikasi untuk manfaat mental dan fisiknya.

Puasa untuk alasan kesehatan biasa disebut dengan puasa intermiten. 

Puasa intermiten datang dalam sejumlah bentuk. Umumnya, kamu yang menjalaninya tidak boleh makan selama 12, 16, atau 24 jam sesuai waktu yang ditentukan. 

Bentuk lain dari puasa untuk kesehatan, dikenal sebagai puasa 5: 2.

Yaitu untuk mendukung pembatasan kalori (makan hanya antara 500 dan 600 kalori) selama 36 jam, dua kali seminggu.

5 manfaat puasa untuk kesehatan yang terbukti secara ilmiah

Puasa telah terbukti memiliki banyak manfaat kesehatan, dari peningkatan berat badan hingga fungsi otak yang lebih baik.

Dilansir dari Healthline.com, berikut adalah 8 manfaat kesehatan dari puasa yang didukung oleh ilmu pengetahuan:

1. Meningkatkan Kontrol Gula Darah dengan Mengurangi Resistensi Insulin

Beberapa penelitian telah menemukan bahwa puasa dapat meningkatkan kontrol gula darah, sehingga sangat bagus bagi mereka yang punya risiko diabetes.

Faktanya, satu penelitian pada 10 orang dengan diabetes tipe 2 menunjukkan bahwa puasa intermiten jangka pendek mampu menurunkan kadar gula darah secara signifikan.

Sementara itu, penelitian lain menemukan bahwa puasa intermiten dan puasa alternatif sama efektifnya dengan membatasi asupan kalori dalam mengurangi resistensi insulin, yang menjadi faktor penyebab terjadinya diabetes.

2. Dapat Meningkatkan Kesehatan Jantung dengan Menjaga Tekanan Darah dan Kadar Kolesterol

Penyakit jantung dianggap sebagai penyebab utama kematian di seluruh dunia, bahkan angka kematiannya mencapai sekitar 31,5% secara global.

Salah satu cara paling efektif  untuk mengurangi risiko penyakit jantung adalah dengan mengubah pola makan dan gaya hidup.

Beberapa penelitian telah menemukan bahwa berpuasa secara rutin sangat bermanfaat untuk kesehatan jantung.

Studi lain pada 110 orang dewasa yang gemuk juga menunjukkan bahwa puasa selama tiga minggu di bawah pengawasan medis mampu menurunkan tekanan darah secara signifikan, serta kadar trigliserida darah, kadar kolesterol total dan kolesterol jahat.

Baca juga: 5 Kerja Sampingan Menjanjikan untuk Menambah Uang THR

3. Dapat Meningkatkan Fungsi Otak

Meskipun sebagian besar penelitian dilakukan pada hewan, beberapa telah menemukan bahwa puasa dapat memiliki efek yang kuat pada kesehatan otak.

Satu studi pada tikus menunjukkan bahwa berpuasa secara berselang selama 11 bulan meningkatkan fungsi otak dan struktur otak.

Penelitian pada hewan lain telah melaporkan bahwa puasa dapat melindungi kesehatan otak dan meningkatkan pembentukan sel-sel saraf untuk membantu meningkatkan fungsi kognitif.

Puasa juga dapat membantu meredakan peradangan, sehingga bisa mencegah gangguan neurodegeneratif, seperti Alzheimer dan Parkinson.

4. Membantu Menurunkan Berat Badan dan Meningkatkan Metabolisme

Banyak orang yang melakukan diet dengan cara berpuasa. Puasa biasanya menjadi cara cepat dan mudah untuk menurunkan beberapa kilogram.

Memang, secara teori, pantang dari semua makanan dan minuman akan mengurangi asupan kalori secara keseluruhan, yang dapat menyebabkan penurunan berat badan dari waktu ke waktu.

Beberapa penelitian juga menemukan bahwa puasa jangka pendek dapat meningkatkan metabolisme dengan meningkatkan kadar neurotransmitter norepinefrin, yang dapat meningkatkan penurunan berat badan.

Bahkan, satu penelitian menunjukkan bahwa puasa sepanjang hari dapat mengurangi berat badan hingga 9% dan secara signifikan mengurangi lemak tubuh dalam 12-24 minggu.

Penelitian lain menemukan bahwa puasa intermiten selama 3-12 minggu sama efektifnya dengan menurunkan berat badan dengan cara pembatasan kalori terus menerus dan menurunkan berat badan dan massa lemak masing-masing hingga 8% dan 16%.

Selain itu, puasa juga ditemukan lebih efektif dari pembatasan kalori dalam menghilangkan lemak sekaligus menjaga jaringan otot.

5. Menunda Penuaan dan Memperpanjang Usia

Dalam sebuah penelitian, tikus yang berpuasa setiap hari mengalami penuaan yang tertunda dan hidup 83% lebih lama dari tikus yang tidak berpuasa.

Penelitian pada hewan lain juga memiliki temuan serupa, melaporkan bahwa puasa bisa efektif dalam membuat umur lebih panjang.

Manfaat puasa memang banyak, tapi jangan berpuasa dalam kondisi ini

Seperti halnya perubahan pola makan atau gaya hidup, puasa juga memiliki risiko sehingga belum tentu cocok untuk semua orang.

Individu dengan gangguan kesehatan atau mereka harus berkonsultasi dengan dokter sebelum berpuasa agar dapat dipantau.

Dilansir dari Aljazeera.com, seorang ahli gizi mengatakan bahwa puasa dapat menyebabkan kadar glukosa darah (BGL) rendah, yang menyebabkan berkurangnya konsentrasi dan meningkatnya kelelahan.

Bagaimanapun, manfaat puasa lebih besar daripada mudaratnya. 

Dalam jangka panjang, dan jika dilakukan dengan benar, puasa dapat meningkatkan sistem pencernaan seseorang dan metabolisme secara keseluruhan.

Bagikan:
819 kali