Beberapa ruas Kota Lama Semarang sudah dibenahi. Foto: Rumah123/Kementerian PUPR Beberapa ruas Kota Lama Semarang sudah dibenahi. (Rumah123/Kementerian PUPR)

Bandung pernah menjadi kota penghasil kina terbesar di dunia pada masa penjajahan Belanda tepatnya pada 1909.

Pabrik yang berada di kota ini menghasilkan 90 persen produksi kina dunia. Namun, seiring perkembangan jaman, kina tidak lagi digunakan sebagai obat.

Baca juga: Kesadaran Jaga Bangunan Tua Sudah Ada, Tetapi Implementasi Masih Kurang

Pemerintahan Hindia Belanda pun berganti menjadi Republik Indonesia. Dan sekarang pabrik kina yang pernah mengenyam masa kejayaannya ini memang telah terbengkalai.

Belakangan, Kimia Farma, badan usaha milik negara (BUMN) yang memiliki kompleks pabrik kina ini bermaksud untuk merevitalisasi kawasan ini menjadi lebih baik. Gagasan ini mendapatkan dukungan dari pemerintah kota Bandung.

Baca juga: Muhammad Thamrin, Arsitek yang Selektif Memilih Klien

Arsitek Muhammad Thamrin ikut dalam proyek revitalisasi dan konservasi kawasan pabrik seluas tujuh hektar ini.

Arsitek senior lulusan Institut Teknologi Bandung ini memang punya kepedulian dalam upaya menjaga bangunan cagar budaya.

Baca juga: Desainer Produk Ini Membuat Radio yang Eco-Friendly

“Ada penggembosan ruang kota. Nantinya kota tinggal artefak saja. Hal ini karena digembosi oleh kebijakan pemerintah terkait perumahan dan transportasi. Kita harus kembali ke kota dan membuat kota menjadi relevan,” ujar Muhammad Thamrin kepada Rumah123 saat ditemui di Gedung Olveh, Jakarta Barat pada Kamis (24/11).

Thamrin terpilih menjadi salah satu dari tiga talenta kretif dalam acara Olveh Flagship. Pameran ketiga talenta kreatif ini juga diselenggarakan di Gedung Olveh hingga 10 Januari 2017.

Baca juga: Penting! Menjaga Kelestarian Bangunan Cagar Budaya

Thamrin menceritakan kalau bangunan tua semestinya dijaga apalagi yang masuk dalam kategori cagar budaya.

Bangunan tua masih bisa direvitalisasi dengan menjadikannya memiliki fungsi baru sebagai restoran, cafe, kantor, dan lainnya.

Baca juga: 210 Bangunan di Yogyakarta Jadi Cagar Budaya

Arsitek yang pernah magang di Jepang dan bekerja di Malaysia ini memberikan banyak contoh alih fungsi bangunan tua di sejumlah negara.

Menurut Thamrin, bangunan tua tidak perlu dirobohkan selama masih bisa dimanfaatkan. Apalagi bangunan tua sebenarnya juga menyimpan sejarah kota dan tidak seharusnya dibongkar begitu saja.

Bagikan: 1244 kali