Jakarta Menjadi Salah Satu Kota yang Tidak Nyaman di Mata Warganya. Hal Ini Terungkap dalam Penelitian Most Livable City Index 2017 yang Dilakukan oleh Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP) (Foto: Rumah123/Getty Images)

Jakarta termasuk salah kota yang dinilai tidak nyaman oleh warganya. Hal ini terungkap dalam penelitian Most Livable City Index 2017 yang dilakukan oleh Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP). Waduh, Jakarta nggak nyaman, kenapa ya?

Livable City atau kota yang layak atau nyaman dihuni. Kira-kira kayak begini nih, kota itu memiliki gambaran lingkungan dan suasana yang nyaman di sebuah kota sebagai tempat untuk tinggal dan bekerja.

Beragam aspek dilihat baik fisik seperti fasilitas urban, infrastruktur, perencanaan ruang, dan lainnya. Begitu juga dengan non fisik seperti hubungan sosial, aktivitas ekonomi, dan lainnya.

Baca juga: Saling Ejek di Medsos Berakhir Maut, Yaelah Gaes Kapan Mau Akur Sih

Ada sejumlah prinsip kota layak huni yaitu pertama, ketersediaan sarana kebutuhan dasar seperti perumahan, air, listrik, dan lainnya. Kedua, ketersediaan fasilitas publik seperti transportasi, taman-taman kota, fasilitas beribadah, kesehatan, pendidikan, dan lainnya.

Ketiga, ketersediaan ruang publik dan tempat berinteraksi bagi masyarakat. Keempat, keamanan. Kelima, dukungan fungsi ekonomi, sosial, dan budaya di kota.

IAP melakukan riset di 15 kota besar di Indonesia. Nilai rata-rata indeks kenyamanan kota adalah 54,26. Indeks dengan persepsi tingkat kenyamanan tertinggi di Yogyakarta yaitu 66,52 dan Denpasar dengan 63,63.

Baca juga: Beda Itu Lumrah Gaes, Tetapi Gimana Caranya Tetap #AkurSerumah

Sementara untuk tingkat persepsi kenyamanan warga yang paling rendah adalah Medan dengan 46,67 dan Pontianak dengan 46,92.

Kota dengan indeks di atas rata-rata adalah Yogyakarta, Denpasar, Makassar, Manado, Surabaya, dan Semarang. Sedangkan kota dengan indeks di bawah rata-rata adalah Banjarmasin, Batam, Jayapura, Bandung, Palembang, Palangkaraya, Jakarta, Pontianak, dan Medan.

Hmm, Jakarta masuk kota dengan persepsi tidak nyaman? Buat kamu yang tinggal di ibu kota pasti sudah paham kenapa alasannya.

Baca juga: Tips Akur Bertetangga: Jangan Pelit Berbagi Makanan

Banjir, macet, tawuran, polusi, kumuh, ya tinggal kamu sebut satu persatu deh. Soal tawuran pelajar dan tawuran warga juga menjadi salah satu masalah menahun di Jakarta.

Masalah sepele jadi alasan untuk berantem, malah mungkin jadi tradisi. Semua lupa untuk akur padahal bertetangga, bersaudara. Seandainya bisa #AkurSerumah, mungkin Jakarta lebih nyaman ya.

Kamu udah tahu #AkurSerumah belum? Ini adalah social movement yang digagas oleh Rumah123.com yang juga bagian dari REA Group Australia.

Baca juga: Tips #AkurSerumah: 8 Aturan yang Bikin Kamu dan Rekan Sekamar Selalu Akur

Rumah123.com mengajak masyarakat Indonesia terutama generasi milenial untuk ikut dalam gerakan ini. Kamu hanya perlu memperlihatkan kekompakan dan akurnya kamu dengan orang lain, lantas mengunggahnya ke media sosial Instagram dengan hashtag #AkurSerumah.

Mudah-mudahan setelah kampanye #AkurSerumah ini, suasana Jakarta terutama yang terkait sosial politik makin adem ya. Siapa tahu kalau ada riset lagi, Jakarta jadi kota paling nyaman di Indonesia.

Bagikan: 1065 kali