Wacana Pemindahan Ibu Kota Indonesia dari Jakarta ke Kota Lain Kembali Mengemuka. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro Memaparkan Hasil Kajian Ini Usai Mengikuti Rapat Tertutup dengan Presiden Joko Widodo (Foto: Rumah123/Getty Images)

Wacana pemindahan ibu kota Indonesia kembali mengemuka setelah Presiden Joko Widodo menggelar rapat tertutup di Kantor Presiden, Jakarta pada Senin (29/04/2019). Sebenarnya, wacana ini sudah muncul pada 2015, 2017, dan 2018 lalu.

Ternyata dalam rapat tertutup tersebut, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro memaparkan hasil kajian mengenai pemindahan ibu kota.

Wacana ini sebenarnya bukan hal baru. Saat baru mulai memerintah, Joko Widodo pernah melontarkan wacana ini.

Baca juga: Ternyata Banyak Negara yang Memiliki Dua Ibu Kota Sekaligus

Seperti dikutip dari Kompas.com, pada 2015, Kepala Bappenas saat itu, Andrinof Chaniago menyampaikan kalau kota di Kalimantan lebih cocok menjadi ibu kota ketimbang kota di Jawa.

Lantas pada 2017, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki menyatakan presiden menginstruksikan pemindahan ibu kota. Sebelumnya, presiden sudah mengunjungi Palangkaraya yang juga ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah.

Selanjutnya pada 2018, Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyatakan hasil kajian pemindahan ibu kota akan selesai pada 2019. Hasilnya memang dipaparkan pada akhir April.

Baca juga: Harga Tanah di Ibu Kota Baru Bakal Naik, Ga Pengen Investasi?

Sebenarnya, wacana pemindahan ibu kota sudah ada sejak era Presiden Soekarno. Presiden menginginkan ibu kota yang berada di tengah-tengah Indonesia. Palangkaraya menjadi kandidat utamanya.

Pada era pemerintahan Presiden Soeharto juga muncul wacana pemindahan ibu kota. Jonggol di Jawa Barat menjadi calon ibu kota baru.

Jakarta sendiri menjadi ibu kota lantaran Pemerintah Hindia Belanda memang menjadikan kota ini sebagai kota pemerintahan. Namun, Belanda sudah menyadari bahwa Jakarta punya satu masalah yaitu banjir. Selain itu, Jakarta juga panas bagi orang-orang Eropa.

Baca juga: Kalau Tidak Lagi Jadi Ibu Kota, Harga Tanah Jakarta Malah Bisa Lebih Mahal

Tidak heran juga, kalau Gubernur Jenderal Hindia Belanda sering berkantor di Bogor. Tidak hanya itu, Belanda juga sempat berencana memindahkan ibu kota dari Batavia (Jakarta) ke Bandung.

Saat itu, Bandung mulai dibangun. Banyak bangunan baru berdiri pada awal 1900-an. Rencana pemindahan ibu kota gagal lantaran Belanda kalah perang dari Jepang dan kemudian Indonesia merdeka.

Hmm, kalau ibu kota pindah ke Kalimantan atau kawasan lainnya, kira-kira kamu ikutan pindah nggak? Atau masih betah di Jakarta tercinta yang macet dan penuh polusi?

Baca juga: Rio de Janeiro Jadi Ibu Kota Arsitektur Dunia, Jakarta Kapan Ya

Bagikan: 693 kali