penyakit epilepsi

Sebuah video yang memperlihatkan seorang wanita sedang mengalami kejang-kejang diduga karena penyakit epilepsi viral di media sosial. 

Insiden tersebut diketahui terjadi di dalam gerbong Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat. 

Video yang berdurasi 17 detik itu memperlihatkan sebagian penumpang yang terlihat panik dan kebingungan melihat kondisi perempuan tersebut. 

Salah satu penumpang yang berdiri di pintu keluar, terlihat tengah memanggil petugas keamanan setempat. 

Video itu viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Instagram @media.virals pada Selasa, 9 Maret 2021 lalu. 

Hingga kini, video tersebut telah ditonton lebih dari 538.218 kali di Instagram. 

Banyak warganet yang bersimpati dengan kondisi perempuan tersebut. 

Melansir Kompas.com, VP Corporate Secretary Kereta Commuter Indonesia (KCI) Anne Purba menjelaskan bahwa penumpang tersebut awalnya sempat terjatuh sebelum memasuki gerbong KRL. 

Petugas lalu memberi bantuan dan pertolongan pertama dengan membawa penumpang tersebut ke ruang pos kesehatan.

Setelah mendapat pertolongan dan kondisinya normal, dia pun memutuskan melanjutkan perjalanan. 

Namun,  saat berada di gerbong, ia justru kembali terjatuh dan mengalami kejang-kejang.

Berkaca pada kasus ini, Anne mengimbau para penumpang KRL commuter line untuk merencanakan perjalanan dengan baik. 

Tak hanya itu, ia juga berharap penumpang mempertimbangkan kondisi kesehatannya sebelum melakukan perjalanan dengan KRL.

Lalu, apa sih sebenarnya penyakit epilepsi itu dan bagaimana cara menanganinya?

Apa Itu Penyakit Epilepsi?

Melansir Alodokter, penyakit epilepsi atau ayan adalah gangguan sistem saraf pusat akibat pola aktivitas listrik otak yang tidak normal. 

Hal itu menimbulkan kondisi kejang, sensasi, dan perilaku yang tidak biasa, hingga hilang kesadaran.

Gangguan pada pola aktivitas listrik otak saraf ini dapat terjadi karena beberapa hal. 

Entah karena kelainan pada jaringan otak, ketidakseimbangan zat kimia di dalam otak, ataupun kombinasi dari beberapa faktor penyebab tersebut.

Penyebab Penyakit Epilepsi

Kondisi kejang-kejang seperti yang dialami pada penderita penyakit epilepsi di dalam KRL tersebut dapat dipicu karena beberapa kondisi, seperti stres, kelelahan, hingga konsumsi obat. Berdasarkan penyebabnya, epilepsi dapat digolongkan menjadi:

1. Epilepsi idiopatik, yaitu epilepsi yang penyebabnya tidak diketahui. 2. Epilepsi simptomatik, yaitu epilepsi yang terjadi akibat suatu penyakit yang menyebabkan kerusakan pada otak.

Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan epilepsi simptomatik, di antaranya adalah:

- Cedera kepala

- Stroke

- Tumor otak

- Infeksi, contohnya meningitis atau ensefalitis

- Cedera atau kerusakan otak saat masih di dalam kandungan, akibat infeksi atau nutrisi yang buruk pada saat kehamilan

- Gangguan perkembangan, contohnya penyakit autisme dan neurofibromatosis

- Kelainan genetik

Epilepsi cenderung bisa terjadi pada semua usia, baik laki-laki maupun perempuan. 

Namun, umumnya epilepsi biasanya dimulai dari usia anak-anak atau justru saat berusia lebih dari 60 tahun. 

Pemicu Terjadinya Kejang

Terdapat beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya kejang pada penderita penyakit epilepsi, yaitu:

- Lelah atau kurang tidur. - Stres - Tidak mengonsumsi obat antikonvulsan atau antiepilepsi secara teratur. - Mengonsumsi obat yang mengganggu kinerja obat antiepilepsi - Melewatkan jam makan - Demam tinggi - Mengonsumsi minuman beralkohol atau NAPZA - Saat menstruasi (pada wanita) - Mengonsumsi obat antidepresan atau antipsikotik  tertentu - Kilatan cahaya

Pertolongan Pertama Penyakit Epilepsi

Jika seorang penderita penyakit epilepsi mengalami kejang-kejang seperti perempuan yang ada di dalam KRL tersebut, maka ada beberapa langkah untuk melakukan pertolongan pertama. 

Melansir Lifehacker, berikut adalah lima langkah yang bisa kamu lakukan:

1. Jaga Orang Tersebut

Saat melihat seseorang kejang-kejang, jangan meninggalkannya sendirian. 

Tetaplah bersama orang tersebut dan mengawasinya agar tetap berada di tempat yang aman. 

Berusahalah untuk tenang dan sesekali ajak ia untuk berkomunikasi. 

2. Hindarkan dari Benda-benda Berbahaya

Seseorang yang mengalami kejang dapat terluka jika jatuh atau menabrak sesuatu. 

Untuk itu, hindarkan mereka dari benda-benda yang bisa melukai. 

Beberapa pasien epilepsi juga cenderung tidak ingin bangun dalam kondisi dikelilingi banyak orang. 

Cukup memanggil satu atau dua orang saja jika membutuhkan bantuan.

3. Buat Posisi Tubuh Menyamping

Saat kejang terjadi, kamu bisa melonggarkan pakaian yang digunakan oleh penderita dan letakkan sesuatu yang lembut di bawah kepala mereka

Ubah posisi tubuh mereka menjadi menyamping atau dalam posisi miring. 

Selain itu, buka mulut mereka agar lebih mudah bernapas dan mencegah tersedak air liur yang menghalangi jalur pernapasan.

4. Jangan Menahan Kejangan

Dengan menahan kejangan, kamu sebenarnya sedang tidak membantu penderita penyakit epilepsi. 

Sebab, hal tersebut tidak akan menghentikan kejang dan justru berpotensi melukai penderitanya dan juga orang di sekitar mereka. 

Jika mencoba menahan kejang atau getaran yang terjadi, maka kemungkinan orang yang kejang-kejang itu akan merespons secara agresif.

5. Jangan Menaruh Apapun di Bagian Mulut

Langkah terakhir yang harus kamu hindari dalam melakukan pertolongan pertama adalah dengan tidak memasukkan apapun ke mulut mereka. 

Sebab, hal itu justru bisa berbahaya bagi penderita penyakit epilepsi. 

Itulah beberapa hal yang harus kamu perhatikan tentang penyakit epilepsi, sehingga kamu tidak salah langkah dalam melakukan pertolongan pertama. 

Jangan lupa kunjungi artikel.rumah123.com untuk dapatkan artikel menarik lainnya seputar properti. 

Kamu juga bisa mencari properti yang sesuai kebutuhanmu seperti Pacific Garden Style hanya di www.rumah123.com.

Bagikan:
748 kali